Ini Dampak dari Area Perbukitan Dialih Fungsikan jadi Bangunan

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 2 Mei 2025 - 23:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GLOBALJAMBI.CO.ID – Alih fungsi area perbukitan menjadi bangunan memberikan dampak serius terhadap lingkungan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Berikut penjelasan dampaknya:

  1. Hilangnya Fungsi Resapan Air

Perbukitan yang sebelumnya dipenuhi vegetasi berfungsi sebagai daerah tangkapan air (catchment area). Saat hujan, air akan diserap ke dalam tanah dan dialirkan secara alami ke sumber air bawah tanah. Ketika bukit diratakan dan ditutupi bangunan atau aspal, air hujan tidak terserap, menyebabkan limpasan permukaan (runoff) meningkat drastis yang bisa memicu banjir dan banjir bandang.

  1. Longsor dan Erosi Tanah

Vegetasi di perbukitan berperan menahan tanah dengan akar-akarnya. Jika bukit digunduli dan dibangun tanpa perkuatan lereng, tanah menjadi gembur dan mudah longsor, terutama saat musim hujan. Ini dapat membahayakan bangunan dan jiwa manusia di sekitarnya.

  1. Kerusakan Ekosistem
Baca Juga :  Perdana, Komunitas Warga Peradilan Peduli Jambi Berbagi Keberkahan

Perbukitan biasanya menjadi habitat bagi berbagai flora dan fauna. Alih fungsi lahan menyebabkan kehancuran ekosistem, hilangnya keanekaragaman hayati, serta punahnya spesies lokal yang tidak bisa beradaptasi dengan lingkungan baru.

  1. Peningkatan Suhu dan Polusi

Vegetasi di perbukitan membantu menyerap karbon dioksida dan menurunkan suhu sekitar. Jika diganti dengan bangunan beton, akan terjadi efek pulau panas (urban heat island), di mana suhu udara meningkat secara signifikan. Ditambah lagi, pembangunan bisa meningkatkan debu, polusi suara, dan pencemaran air.

  1. Gangguan Hidrologi dan Kualitas Air
Baca Juga :  Aneh! Facebook dan Instagram Tiba-tiba Error Malam Ini 5 Maret 2024, Apa yang Terjadi?

Tanah perbukitan yang dialihfungsikan dapat mengganggu aliran alami air tanah dan sungai. Limbah dari bangunan atau aktivitas manusia berpotensi mencemari aliran sungai atau sumber air bersih di hilir.

  1. Risiko Bencana Berkepanjangan

Jika tidak dikendalikan, alih fungsi perbukitan bisa memicu bencana yang terus berulang seperti banjir musiman, longsor, dan kerusakan infrastruktur, serta memperparah krisis iklim secara lokal.***

Berita Terkait

Sore Ini Pemkab Kerinci Dikabarkan Lantik Pejabat, ini Bocorannya !!!
Gempa M 5,7 di Bengkulu Terasa Kuat di Kerinci Sungai Penuh
Bank Jambi Cabang Kerinci Salurkan CSR Rp 15 Juta untuk Pembangunan Masjid dan Rumah Tahfidz
Ini Nama – nama 28 Pejabat Eselon III yang Dilantik Wabup Murison
Sidang Korupsi PJU Kerinci: JPU Beberkan Aliran Fee, Joni Efendi dan Boy Edwar Paling Fantastis
Warga Desak Kemenkeu Purbaya Bertindak : Rokok Ilegal Marak Beredar di Kerinci dan Sungai Penuh
Diduga Mengantuk, Mobnas Kadis Pariwisata Sungai Penuh Tabrak Pembatas Gorong-gorong, ini yang Dialami
Diduga Rem Blong, Mobil Dinas PLN Terbalik di Kawasan Tugu PKK Bukit Tengah
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 13:56 WIB

Sore Ini Pemkab Kerinci Dikabarkan Lantik Pejabat, ini Bocorannya !!!

Minggu, 8 Maret 2026 - 00:25 WIB

Gempa M 5,7 di Bengkulu Terasa Kuat di Kerinci Sungai Penuh

Rabu, 11 Februari 2026 - 13:54 WIB

Bank Jambi Cabang Kerinci Salurkan CSR Rp 15 Juta untuk Pembangunan Masjid dan Rumah Tahfidz

Selasa, 25 November 2025 - 16:10 WIB

Ini Nama – nama 28 Pejabat Eselon III yang Dilantik Wabup Murison

Selasa, 25 November 2025 - 09:50 WIB

Sidang Korupsi PJU Kerinci: JPU Beberkan Aliran Fee, Joni Efendi dan Boy Edwar Paling Fantastis

Berita Terbaru

BREAKING NEWS

Sore Ini Pemkab Kerinci Dikabarkan Lantik Pejabat, ini Bocorannya !!!

Jumat, 17 Apr 2026 - 13:56 WIB