GLOBALJAMBI.CO.ID – Upaya mengurangi risiko banjir di Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci terus bergerak. Salah satu langkah strategis yang kini menjadi perhatian ialah pembangunan tanggul dan normalisasi Sungai Batang Merao.
Program ini menjadi bagian dari kegiatan Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VI Jambi melalui Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA).
Langkah tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Sungai Batang Merao, agar mampu mengalirkan debit air secara lebih optimal, terutama saat curah hujan tinggi melanda wilayah Sungai Penuh dan Kerinci.
Kapasitas Sungai Batang Merao Terus Menurun
Berdasarkan hasil kajian, Sungai Batang Merao saat ini belum mampu menampung debit banjir dengan kala ulang tertentu. Akibatnya, air kerap meluap ke kawasan permukiman dan lahan pertanian ketika hujan deras mengguyur wilayah hulu maupun hilir sungai.
Selain itu, sedimentasi yang terus menumpuk menyebabkan dasar sungai semakin dangkal. Kondisi tersebut kemudian mengurangi kapasitas tampung aliran air secara signifikan. Di sisi lain, aktivitas penambangan liar di kawasan hulu sungai turut memperparah keadaan.
Karena itu, saat intensitas hujan meningkat, aliran Sungai Batang Merao tidak lagi mampu menyalurkan volume air secara maksimal. Dampaknya, banjir lebih mudah terjadi dan mengancam masyarakat di sejumlah wilayah Kota Sungai Penuh serta Kabupaten Kerinci.
Normalisasi Sungai Fokus Tingkatkan Daya Tampung Air
Melalui program normalisasi, pemerintah berupaya memperbesar kapasitas alur Sungai Batang Merao. Pekerjaan ini mencakup pengangkatan sedimentasi yang selama ini menghambat aliran air.
Selanjutnya, normalisasi juga bertujuan memperlancar arus sungai sehingga air dapat mengalir lebih cepat menuju hilir. Dengan demikian, potensi genangan dan luapan sungai dapat berkurang secara signifikan.
Tidak hanya itu, peningkatan kapasitas sungai juga menjadi langkah penting untuk menjaga keberlanjutan fungsi Sungai Batang Merao sebagai jalur utama drainase alami di wilayah Sungai Penuh dan Kerinci.
Pembangunan Tanggul Perkuat Perlindungan Warga
Selain normalisasi, pembangunan tanggul menjadi bagian penting dalam program pengendalian banjir ini. Tanggul tersebut berfungsi meningkatkan tinggi jagaan sungai sehingga air tidak mudah meluap ke kawasan sekitar.
Kemudian, pembangunan saluran dan penguatan tebing sungai juga dilakukan untuk mengantisipasi risiko erosi maupun pengikisan tebing yang sering terjadi saat debit air meningkat.
Oleh sebab itu, keberadaan tanggul dan penguatan tebing diharapkan mampu memberikan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat, infrastruktur, serta lahan pertanian di sepanjang aliran Sungai Batang Merao.
Dengan hadirnya pembangunan tanggul dan normalisasi Sungai Batang Merao, masyarakat Sungai Penuh dan Kerinci berharap ancaman banjir yang selama ini berulang dapat berkurang. Selain itu, program ini juga diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih aman, produktif, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.









