Tanggul dan Normalisasi Sungai Batang Merao Jadi Solusi Banjir di Sungai Penuh dan Kerinci

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 12 Juni 2026 - 20:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GLOBALJAMBI.CO.ID – Upaya mengurangi risiko banjir di Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci terus bergerak. Salah satu langkah strategis yang kini menjadi perhatian ialah pembangunan tanggul dan normalisasi Sungai Batang Merao.

Program ini menjadi bagian dari kegiatan Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VI Jambi melalui Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA).

Langkah tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Sungai Batang Merao, agar mampu mengalirkan debit air secara lebih optimal, terutama saat curah hujan tinggi melanda wilayah Sungai Penuh dan Kerinci.

Kapasitas Sungai Batang Merao Terus Menurun

Berdasarkan hasil kajian, Sungai Batang Merao saat ini belum mampu menampung debit banjir dengan kala ulang tertentu. Akibatnya, air kerap meluap ke kawasan permukiman dan lahan pertanian ketika hujan deras mengguyur wilayah hulu maupun hilir sungai.

Selain itu, sedimentasi yang terus menumpuk menyebabkan dasar sungai semakin dangkal. Kondisi tersebut kemudian mengurangi kapasitas tampung aliran air secara signifikan. Di sisi lain, aktivitas penambangan liar di kawasan hulu sungai turut memperparah keadaan.

Baca Juga :  Sesuai Intruksi DPP, DPC Gerindra Sungai Penuh Siap All Out Menangkan Fikar-Yos

Karena itu, saat intensitas hujan meningkat, aliran Sungai Batang Merao tidak lagi mampu menyalurkan volume air secara maksimal. Dampaknya, banjir lebih mudah terjadi dan mengancam masyarakat di sejumlah wilayah Kota Sungai Penuh serta Kabupaten Kerinci.

Normalisasi Sungai Fokus Tingkatkan Daya Tampung Air

Melalui program normalisasi, pemerintah berupaya memperbesar kapasitas alur Sungai Batang Merao. Pekerjaan ini mencakup pengangkatan sedimentasi yang selama ini menghambat aliran air.

Selanjutnya, normalisasi juga bertujuan memperlancar arus sungai sehingga air dapat mengalir lebih cepat menuju hilir. Dengan demikian, potensi genangan dan luapan sungai dapat berkurang secara signifikan.

Tidak hanya itu, peningkatan kapasitas sungai juga menjadi langkah penting untuk menjaga keberlanjutan fungsi Sungai Batang Merao sebagai jalur utama drainase alami di wilayah Sungai Penuh dan Kerinci.

Baca Juga :  Mulai 27 Agustus, KPU Buka Pendaftaran Calon Walikota Sungaipenuh, ini Informasinya

Pembangunan Tanggul Perkuat Perlindungan Warga

Selain normalisasi, pembangunan tanggul menjadi bagian penting dalam program pengendalian banjir ini. Tanggul tersebut berfungsi meningkatkan tinggi jagaan sungai sehingga air tidak mudah meluap ke kawasan sekitar.

Kemudian, pembangunan saluran dan penguatan tebing sungai juga dilakukan untuk mengantisipasi risiko erosi maupun pengikisan tebing yang sering terjadi saat debit air meningkat.

Oleh sebab itu, keberadaan tanggul dan penguatan tebing diharapkan mampu memberikan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat, infrastruktur, serta lahan pertanian di sepanjang aliran Sungai Batang Merao.

Dengan hadirnya pembangunan tanggul dan normalisasi Sungai Batang Merao, masyarakat Sungai Penuh dan Kerinci berharap ancaman banjir yang selama ini berulang dapat berkurang. Selain itu, program ini juga diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih aman, produktif, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Berita Terkait

BWSS VI Jambi Prioritaskan Perbaikan Irigasi Kasigi, Usulan Camat Depati Tujuh Direspons Cepat demi Ketahanan Pangan
Kakanwil Kemenag Jambi Apresiasi Peluncuran Buku ‘Jejak Langkah Ayah’, Kisah Inspiratif Buruh Tani yang Mengubah Masa Depan Anak
GETAR Jambi Laporkan Bea Cukai ke Dirjen, Ungkap Dugaan Premanisme dan Maraknya Rokok Ilegal di Jambi
Demo GETAR di Bea Cukai Jambi Diduga Diadang Preman, Sorotan Tertuju pada Maraknya Peredaran Rokok Ilegal
Muhammad Farlan dari Muara Semerah Berjuang Melawan Tumor Tulang, Karang Taruna Buka Donasi untuk Bantu Pengobatan
Camat Depati Tujuh Indra Hermawan Bantah Tuduhan Pungli, Siap Tempuh Jalur Hukum atas Dugaan Pencemaran Nama Baik
Pengamat: Publik Optimistis Transformasi Digital Bank Jambi Berjalan Sukses
Bank Jambi Tetap Berbagi di 10 Muharram 1448 H, Santuni 2.000 Anak Yatim Meski Diuji Serangan Siber
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 17:21 WIB

BWSS VI Jambi Prioritaskan Perbaikan Irigasi Kasigi, Usulan Camat Depati Tujuh Direspons Cepat demi Ketahanan Pangan

Minggu, 26 Juli 2026 - 09:34 WIB

Kakanwil Kemenag Jambi Apresiasi Peluncuran Buku ‘Jejak Langkah Ayah’, Kisah Inspiratif Buruh Tani yang Mengubah Masa Depan Anak

Jumat, 17 Juli 2026 - 21:23 WIB

GETAR Jambi Laporkan Bea Cukai ke Dirjen, Ungkap Dugaan Premanisme dan Maraknya Rokok Ilegal di Jambi

Selasa, 14 Juli 2026 - 09:37 WIB

Muhammad Farlan dari Muara Semerah Berjuang Melawan Tumor Tulang, Karang Taruna Buka Donasi untuk Bantu Pengobatan

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:37 WIB

Camat Depati Tujuh Indra Hermawan Bantah Tuduhan Pungli, Siap Tempuh Jalur Hukum atas Dugaan Pencemaran Nama Baik

Berita Terbaru