Wako Alfin Naik ke Menara Masjid Raya Sungai Penuh, Mengingat Sejarah Pengibaran Merah Putih Pertama di Kerinci

- Jurnalis

Senin, 1 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

GLOBALJAMBI.CO.ID – Seusai melaksanakan Salat Jumat pada Jumat, 29 Mei 2026, Wali Kota Sungai Penuh Alfin bersama Ketua DPRD Kota Sungai Penuh dan sejumlah kepala OPD mengunjungi Menara Masjid Raya Sungai Penuh. Tempat bersejarah tersebut menjadi lokasi pengibaran Bendera Merah Putih pertama di wilayah Kerinci setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan.

Dalam kesempatan itu, Alfin mengungkapkan rasa bangganya terhadap warisan sejarah yang dimiliki Kota Sungai Penuh. Menurutnya, Masjid Raya Sungai Penuh tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi saksi perjuangan rakyat Kerinci dalam menyambut kemerdekaan Republik Indonesia.

“Masjid Raya Sungai Penuh sendiri termasuk salah satu masjid tertua di daerah tersebut. Masyarakat mulai membangun masjid itu pada tahun 1850 Masehi dan hingga kini tetap berdiri kokoh sebagai simbol sejarah dan peradaban masyarakat Kerinci,” ucapnya.

Kabar Kemerdekaan RI Sampai ke Kerinci Beberapa Hari Setelah Proklamasi

Tepat pada 17 Agustus 1945 atau bertepatan dengan 17 Ramadan 1368 Hijriah, Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia di Jakarta. Setelah itu, kabar kemerdekaan menyebar ke berbagai daerah di Nusantara.

Namun demikian, kondisi geografis Kerinci yang sulit dijangkau membuat masyarakat setempat menerima informasi tersebut beberapa hari kemudian. Kabar kemerdekaan baru tiba sekitar 20 Agustus 1945 melalui selebaran yang ditandatangani Moh. Syafei. Para pedagang dari Padang membawa selebaran itu saat mereka datang berdagang ke Kerinci.

Baca Juga :  Wali Kota Alfin dan BB TNKS Bahas Peningkatan Jalan Sungai Penuh–Tapan

Pada awalnya, sebagian masyarakat, terutama kalangan pegawai yang sebelumnya bekerja di bawah pemerintahan Jepang, meragukan informasi tersebut. Akan tetapi, mereka segera memahami bahwa kemerdekaan Indonesia membawa harapan baru bagi seluruh rakyat.

Di ceritakan Wako Alfin, bahwa menurut keterangan para tokoh Sungai Penuh bahwa pada waktu itu berbagai organisasi pemuda dan pemudi tumbuh dengan cepat setelah masyarakat mengetahui kabar kemerdekaan. Organisasi-organisasi tersebut berupaya memperkuat dukungan terhadap Republik Indonesia sekaligus membantu pemerintah memberikan pemahaman kepada masyarakat.

“Di antara organisasi besar saat itu terdapat Hizbullah yang dipimpin Pakih Salah dan H Imran, Hulubalang Indonesia (HBI), Lembaga Kaum Muslimin Indonesia (Lemki), serta Sabil Muslimat,” Ceritanya di hadapan masyarakat Sungai penuh.

Pemuda dari Jawa Membawa Teks Proklamasi ke Kerinci

Selanjutnya, pada awal September 1945, dua pemuda dari Pulau Jawa tiba di Kerinci melalui jalur Muara Labuh dan Kayu Aro. Salah seorang di antaranya bernama Sadikin yang kemudian dikenal sebagai Ali Sadikin.

Kedua pemuda tersebut membawa teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia sekaligus memastikan bahwa Republik Indonesia benar-benar telah merdeka.

Kehadiran mereka menghapus keraguan masyarakat Kerinci. Oleh karena itu, para pemuda segera mengambil langkah nyata untuk menunjukkan dukungan terhadap kemerdekaan Indonesia.

Pada Jumat, 7 September 1945, kelompok pemuda yang dipimpin A. Rahman Dayah mengibarkan Bendera Merah Putih di Masjid Raya Sungai Penuh. Peristiwa bersejarah itu menandai lahirnya semangat kemerdekaan yang kuat di Kerinci.

Baca Juga :  Cuaca Ekstrem Landa Kerinci, Bupati Monadi Pimpin Penanganan di Lapangan

Pengibaran Merah Putih Memicu Perlawanan terhadap Jepang

Sehari setelah pengibaran bendera, yakni pada 8 September 1945, Mayjen A. Thalib bersama H. Adnan Tahib meminta dua pucuk senjata kepada tentara Jepang sebagai simbol penyerahan kekuasaan di Kerinci.

Akan tetapi, Jepang menolak permintaan tersebut. Mereka hanya menyerahkan aset perkebunan teh Kayu Aro kepada masyarakat Kerinci, sementara senjata tetap mereka kuasai.

Penolakan itu memicu kemarahan para pemuda. Karena itu, sejumlah pemuda mengambil inisiatif untuk merebut senjata dari tentara Jepang yang melintas di Pasar Sungai Penuh.

Pemuda Pane memimpin aksi tersebut. Tidak lama kemudian, bentrokan bersenjata pun terjadi. Dalam peristiwa itu, seorang pemuda bernama Gedang Mati gugur setelah peluru Jepang mengenainya.

Setelah insiden tersebut, semangat perlawanan rakyat Kerinci semakin berkobar. Masyarakat di berbagai wilayah bergerak bersama untuk mengusir tentara Jepang dari daerah mereka.

Akhirnya, pada Senin, 10 September 1945, seluruh tentara Jepang meninggalkan Kerinci tanpa menggelar upacara penyerahan resmi.

Untuk mengenang perjuangan para pahlawan dan momen bersejarah pengibaran Bendera Merah Putih pertama di Kerinci, masyarakat kemudian membangun Tugu Merah Putih di kawasan Masjid Raya Sungai Penuh. “Hingga kini, tugu tersebut terus mengingatkan generasi muda akan semangat perjuangan dan kecintaan terhadap tanah air,” Pungkasnya.(Yat)

Berita Terkait

Dugaan PETI Skala Besar di TNKS Kerinci Viral, Siapa yang Bertanggung Jawab?
Perkuat Perlindungan HAM, Wabup Murison Teken MoU dengan KemenHAM Jambi
Wisuda Lansia Tebat Ijuk Dili, Bupati Monadi Dorong Semangat Belajar di Usia Senja
Wabup Murison Hadiri HUT ke-27 Sarolangun, Perkuat Sinergi Pembangunan Antar Daerah
Mensediar Raih Nilai Tertinggi Seleksi Dirut PDAM Kerinci, Ternyata ini Rekam Jejaknya
Wo Haris, Jangan Asal Ngango! Rakyat Jambi Butuh Udara Bersih, Bukan Sekadar Alasan
Bupati Monadi Buka LK II HMI Nasional, Ajak Kader Jaga Harmoni Kerinci–Sungai Penuh
Mensediar Raih Nilai Tertinggi UKK Calon Direksi Perumda Tirta Sakti Kerinci
Berita ini 56 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Dugaan PETI Skala Besar di TNKS Kerinci Viral, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:52 WIB

Perkuat Perlindungan HAM, Wabup Murison Teken MoU dengan KemenHAM Jambi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:53 WIB

Wisuda Lansia Tebat Ijuk Dili, Bupati Monadi Dorong Semangat Belajar di Usia Senja

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Wabup Murison Hadiri HUT ke-27 Sarolangun, Perkuat Sinergi Pembangunan Antar Daerah

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Mensediar Raih Nilai Tertinggi Seleksi Dirut PDAM Kerinci, Ternyata ini Rekam Jejaknya

Berita Terbaru