GLOBALJAMBI.CO.ID – Upaya memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Kerinci, mendapat angin segar. Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VI Jambi memastikan, perbaikan Jaringan Irigasi Kasigi masuk dalam daftar prioritas tahun 2026. Setelah menerima berbagai usulan strategis, dari Camat Depati Tujuh, Indra Hermawan.
Komitmen tersebut mengemuka, dalam Pertemuan Konsultasi Masyarakat (PKM) Persiapan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Daerah Irigasi (D.I.) Siulak Deras yang berlangsung di Hotel Mahkota pada 23 Juli 2026.
Dalam forum tersebut, Camat Depati Tujuh menyampaikan sejumlah usulan yang berfokus pada peningkatan kualitas infrastruktur irigasi demi menjamin pasokan air bagi lahan pertanian masyarakat. Selain itu, usulan tersebut juga bertujuan meningkatkan produktivitas pertanian, sekaligus mengurangi potensi konflik akibat distribusi air yang belum merata.
Perbaikan Irigasi Kasigi Menjadi Kebutuhan Mendesak
Indra Hermawan menegaskan bahwa, kondisi Irigasi Kasigi saat ini membutuhkan penanganan segera. Menurutnya, sedimentasi akibat tumpukan jerami, batu, dan kayu menghambat aliran air menuju lahan pertanian masyarakat.
Karena itu, ia mengusulkan pembersihan menyeluruh pada saluran irigasi sekaligus perbaikan sejumlah titik yang mengalami kerusakan. Dengan langkah tersebut, aliran air di harapkan kembali normal sehingga para petani dapat mengelola sawah secara optimal.
Selain itu, Indra juga mengusulkan penambahan pintu air di sepanjang jalur Irigasi Kasigi dan Irigasi Sekungkung, mulai dari Desa Belui hingga Desa Koto Lanang. Menurutnya, keberadaan pintu air akan mempermudah pengaturan distribusi air sehingga seluruh areal persawahan memperoleh pasokan yang lebih merata.
Tidak hanya itu, ia juga mendorong normalisasi sungai dari Desa Belui hingga Desa Koto Lanang. Langkah tersebut di nilai penting, karena dapat meningkatkan kapasitas aliran air. Sekaligus mengurangi risiko banjir, dan pendangkalan sungai pada masa mendatang.
BWSS VI Jambi Pastikan Perbaikan Masuk Prioritas Tahun 2026
Menanggapi berbagai usulan tersebut, perwakilan BWSS VI Jambi memberikan respons positif. Pihak BWSS VI Jambi menyatakan telah meninjau langsung kondisi kerusakan di sepanjang Irigasi Bandar Kasigi, mulai dari Desa Belui hingga Desa Koto Lanang.
Selain itu, BWSS VI Jambi menegaskan bahwa perbaikan dan pembersihan jaringan irigasi tersebut telah masuk dalam skala prioritas pelaksanaan pada tahun 2026.
“Kerusakan di Irigasi Bandar Kasigi sudah kami telusuri. Perbaikan dan pembersihan jaringan irigasi ini sudah menjadi prioritas kami untuk tahun 2026,” ujar perwakilan BWSS VI Jambi dalam forum PKM.
Kepastian tersebut mendapat sambutan positif dari peserta pertemuan, karena menjadi harapan baru bagi masyarakat, khususnya para petani yang selama ini bergantung pada ketersediaan air irigasi.
Camat Depati Tujuh: Irigasi yang Baik Menentukan Masa Depan Pertanian
Camat Depati Tujuh, Indra Hermawan, mengapresiasi respons cepat BWSS VI Jambi terhadap berbagai aspirasi yang ia sampaikan.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur irigasi bukan sekadar memperbaiki saluran air, melainkan juga menjadi investasi jangka panjang bagi kesejahteraan petani dan ketahanan pangan daerah.
“Saya menyampaikan terima kasih atas respons positif BWSS VI Jambi, yang menjadikan Irigasi Kasigi sebagai salah satu prioritas. Kami berharap komitmen ini segera di wujudkan melalui pekerjaan yang tepat sasaran, berkualitas, dan berkelanjutan. Irigasi yang berfungsi dengan baik akan menjaga produktivitas pertanian, meningkatkan kesejahteraan petani, serta memperkuat ketahanan pangan di Kecamatan Depati Tujuh. Karena itu, kami siap bersinergi dan mengawal seluruh proses agar manfaatnya benar-benar di rasakan masyarakat,” ujar Indra Hermawan.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga fasilitas irigasi bersama-sama. Menurutnya, partisipasi masyarakat sangat penting agar saluran irigasi tetap bersih, berfungsi optimal, dan mampu memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Dengan adanya komitmen dari BWSS VI Jambi tersebut, masyarakat kini berharap proses rehabilitasi dan pembersihan Irigasi Kasigi dapat segera di mulai. Sehingga kebutuhan air pertanian di wilayah Desa Belui hingga Desa Koto Lanang dapat terpenuhi secara lebih efektif.









