GLOBALJAMBI.CO.ID — Pemerintah Kabupaten Kerinci terus memperkuat pengembangan kopi sebagai komoditas unggulan daerah. Langkah tersebut di tandai dengan Tanam Perdana Kopi Arabika Tahun 2026 bersama masyarakat di Desa Jernih Jaya, Kecamatan Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci, Jumat (18/9/2026).
Melalui program tersebut, Pemkab Kerinci tidak hanya mengejar perluasan areal perkebunan. Lebih dari itu, pemerintah ingin membangun ekosistem kopi yang mampu meningkatkan produktivitas, kualitas hasil panen, nilai tambah, hingga pendapatan petani.
Kegiatan yang di gelar Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Kerinci itu mendapat dukungan Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan.
Tanam 320 Hektare, Target Perluasan Kopi Capai 650 Hektare
Kegiatan di awali dengan sambutan Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Heru Tri Widarto, S.Si., M.Sc., secara virtual. Dalam arahannya, Heru menekankan pentingnya membangun pengembangan kopi secara menyeluruh, mulai dari budidaya hingga pemasaran.
Pada tahap pertama, petani Kabupaten Kerinci menanam kopi Arabika di areal seluas 320 hektare. Sementara itu, pemerintah menargetkan total perluasan tanaman kopi Arabika mencapai 650 hektare pada 2026.
Selain itu, sebanyak 42 kelompok penerima manfaat mengikuti kegiatan secara virtual. Mereka menerima bantuan perluasan tanaman kopi Arabika yang bersumber dari APBN.
Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat. Khususnya Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan, atas dukungan terhadap pengembangan kopi di Kerinci.
“Atas nama Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Kerinci, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Pusat. Khususnya Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan,” ujar Monadi.
Menurut Monadi, program tersebut bukan sekadar memperluas lahan perkebunan. Sebaliknya, pemerintah melihat bantuan itu sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan produktivitas, pendapatan, dan kesejahteraan petani.
Di sisi lain, program tersebut juga membuka peluang kerja bagi masyarakat desa melalui berbagai kegiatan di sektor perkebunan.
Monadi Ingin Kopi Kerinci Berkembang dari Hulu hingga Hilir
Bupati Monadi menilai Kabupaten Kerinci memiliki modal alam yang kuat untuk mengembangkan kopi berkualitas. Kondisi geografis, ketinggian wilayah, iklim, serta karakteristik lahan menjadi sejumlah faktor yang mendukung pengembangan komoditas tersebut.
Saat ini, Pemerintah Kabupaten Kerinci mengembangkan tiga jenis kopi, yakni Arabika, Robusta, dan Liberika.
Namun, Monadi menegaskan bahwa pengembangan kopi tidak boleh berhenti pada kegiatan menanam. Karena itu, pemerintah mendorong pembangunan ekosistem kopi secara menyeluruh.
Mulai dari penyediaan bibit berkualitas, penanaman, pemeliharaan, pengendalian hama dan penyakit, peningkatan kapasitas petani, hingga peningkatan produktivitas.
Selanjutnya, pemerintah juga mendorong penguatan proses pascapanen, peningkatan mutu biji kopi, pemasaran, serta pengembangan berbagai produk olahan.
Dengan pola tersebut, petani tidak hanya menjual hasil panen dalam bentuk bahan mentah. Sebaliknya, mereka memiliki peluang untuk memperoleh nilai tambah yang lebih besar melalui peningkatan kualitas dan pengolahan produk.
“Nilai tambah dari komoditas kopi dapat semakin besar dan manfaat ekonominya dapat di rasakan langsung oleh masyarakat Kerinci,” demikian arah kebijakan yang di sampaikan Bupati dalam sambutannya.
Selain pengembangan perkebunan, Monadi juga menyampaikan aspirasi mengenai dukungan Dana Bagi Hasil (DBH) kopi untuk Kabupaten Kerinci. Menurutnya, dukungan tersebut dapat memperkuat pengembangan komoditas kopi sekaligus meningkatkan manfaat ekonomi bagi daerah dan petani.
Kementan Dorong Petani Perkuat Budidaya dan Baca Pasar
Sementara itu, Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian Heru Tri Widarto dalam arahannya menekankan pentingnya memulai pengembangan dan hilirisasi kopi dari sektor hulu.
Menurut Heru, budidaya menjadi fondasi utama untuk menghasilkan kopi yang mampu memenuhi kebutuhan pasar. Karena itu, petani perlu menerapkan teknik budidaya yang baik sekaligus menjaga kesinambungan produksi.
Selain memperkuat budidaya, petani dan pemerintah daerah juga perlu membaca perkembangan pasar. Dengan demikian, produk kopi Kerinci dapat menyesuaikan diri dengan kebutuhan konsumen, baik di pasar dalam negeri maupun pasar luar negeri.
Peluang pengembangan kopi masih terbuka luas. Oleh karena itu, penguatan budidaya, peningkatan kualitas, dan kesinambungan produksi perlu berjalan secara bersamaan.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Monadi juga mengingatkan para petani penerima manfaat agar menjaga dan memanfaatkan bantuan pemerintah secara bertanggung jawab. Selain itu, seluruh penerima manfaat harus mengikuti ketentuan serta petunjuk teknis program.
Monadi mengajak petani merawat tanaman kopi dengan sungguh-sungguh. Sebab, tanaman yang mereka tanam hari ini tidak hanya menghasilkan manfaat bagi keluarga saat panen nanti. Tetapi juga dapat menjadi investasi bagi generasi mendatang.
Karena itu, pengembangan kopi membutuhkan sinergi seluruh pihak. Pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, pemerintah desa. Kelompok tani, penyuluh, pelaku usaha, dan masyarakat perlu bergerak bersama.
“Petani adalah salah satu kekuatan utama pembangunan Kabupaten Kerinci. Apabila petani sejahtera, ekonomi masyarakat bergerak. Apabila sektor pertanian dan perkebunan berkembang, maka perekonomian daerah juga akan semakin kuat,” tegas Monadi.
Melalui program perluasan 650 hektare kopi Arabika. Pemkab Kerinci berharap petani mampu menghasilkan tanaman yang sehat, produktif, dan menghasilkan biji kopi berkualitas.
Pada akhirnya, pemerintah ingin menjadikan kopi bukan hanya sebagai komoditas pertanian. Lebih jauh, kopi Kerinci di harapkan tumbuh sebagai identitas daerah, kebanggaan masyarakat. Sekaligus salah satu penggerak ekonomi Kabupaten Kerinci.
Dengan di mulainya penanaman perdana ini, Kabupaten Kerinci memperkuat langkah menuju industri kopi. Yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, dengan petani sebagai salah satu penggerak utama ekonomi daerah.










