Sidang Korupsi PJU Kerinci: JPU Beberkan Aliran Fee, Joni Efendi dan Boy Edwar Paling Fantastis

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 25 November 2025 - 09:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GLOBALJAMBI.CO.ID, JAMBI – Sidang perdana perkara dugaan korupsi proyek Penerangan Jalan Umum (PJU) Kabupaten Kerinci senilai Rp 5,9 miliar kembali menyita perhatian. Di ruang sidang Pengadilan Tipikor Jambi, Senin (24/11/2025), Jaksa Penuntut Umum (JPU) membeberkan praktik pengaturan proyek secara sistematis yang melibatkan pejabat eksekutif, rekanan, hingga 12 anggota DPRD Kerinci periode 2019–2024.

Dakwaan yang dibacakan JPU tidak hanya menyingkap manipulasi proses pengadaan, tetapi juga mengungkap aliran fee bernilai ratusan juta rupiah yang diduga mengalir ke para legislator sebagai “jatah pokir”.

Skema Pengaturan Proyek: Dari HPS hingga Penunjukan Perusahaan

Dalam dakwaan, JPU menguraikan bahwa anggaran pengadaan komponen PJU yang semula hanya Rp 3,4 miliar meningkat menjadi Rp 5,9 miliar tanpa landasan perhitungan harga pasar yang sahih. Penyusunan HPS dilakukan tanpa melibatkan konsultan dan terindikasi hanya formalitas untuk mengondisikan nilai proyek.

Kepala Dishub yang merangkap PPK, Heri Cipta, bersama PPTK Nael Edwin, disebut telah mengarahkan pejabat pengadaan Yuses Alkadira Mitas untuk memakai daftar perusahaan tertentu—perusahaan yang ternyata disodorkan oleh anggota DPRD.

Pertemuan Kunci di Ruang Plt Sekwan: DPRD Serahkan Daftar Perusahaan

Poin paling krusial muncul saat Heri Cipta dipanggil ke ruang Plt Sekwan Jonri Ali. Di sana telah hadir Ketua DPRD 2023 Edminuddin bersama 11 anggota dewan lainnya. Mereka secara langsung menyampaikan bahwa proyek PJU merupakan bagian dari pokok pikiran (pokir) DPRD dan menyerahkan daftar perusahaan yang harus dilibatkan.

Baca Juga :  Wo Haris, ke Kerinci Sungai Penuh Rajin dan Disambut Mewah, Bantuan dan Proyek Malah Diberikan Sedikit

Pertemuan itu menandai pintu masuk praktik pengaturan pengadaan. “Tender” digeser ke metode penunjukan langsung, membuka ruang intervensi dan pengondisian harga.

Manipulasi Penawaran: Perusahaan Setor ID LPSE Hingga Beli Komponen Murah

Para direktur perusahaan seperti Fahmi, Sarpono Markis, Jefron, dan Amril Nurman disebut menyerahkan data perusahaan hingga ID dan password LPSE kepada tenaga honorer UKPBJ, disertai setoran Rp 300 ribu per paket.

Penawaran diunggah sepenuhnya berdasarkan dokumen yang disiapkan PPTK. Harga dikondisikan agar perusahaan membeli komponen di bawah nilai kontrak. Selisih keuntungan (margin) inilah yang diduga menjadi sumber aliran dana ke sejumlah pihak.

12 Anggota DPRD Diduga Terima Fee 15%: Joni Efendi Tertinggi

JPU membeberkan adanya aliran fee 15 persen dari nilai kontrak proyek yang diduga mengalir kepada 12 anggota DPRD Kerinci. Nilainya bervariasi, dan Joni Efendi tercatat sebagai penerima terbesar, mencapai Rp 138 juta, jauh di atas anggota lainnya.

Daftar Anggota DPRD dan Jumlah Fee (Berdasarkan Dakwaan JPU):

  1. Joni Efendi – Rp 138.089.100
  2. Boy Edwar – Rp 66.054.300
  3. Yudi Herman – Rp 52.048.650
  4. Erduan – Rp 48.045.900
  5. Irwandri – Rp 42.000.000
  6. Edminuddin – Rp 40.000.000
  7. Syahrial Thaib – Rp 35.000.000
  8. Asril Syam – Rp 30.000.000
  9. Jumadi – Rp 26.014.350
  10. Novandri Panca Putra – Rp 22.000.000
  11. Mukhsin Zakaria – Rp 20.014.350
  12. Amrizal – Rp 18.000.000
Baca Juga :  Hardiknas 2025, Keluarga Besar Dinas Pendidikan Kerinci Gelar Bakti Sosial di Wilayah 3 T

Besarnya kesenjangan angka ini menjadi sorotan utama publik, terutama terkait dugaan peran masing-masing legislator dalam mengatur perusahaan rekanan.

Aliran Uang ke Para Terdakwa: Nilai Mencapai Ratusan Juta

Selain para legislator, JPU juga memaparkan jumlah dana yang dinikmati para pejabat dan rekanan:

Heri Cipta – Rp 336 juta
Nael Edwin – Rp 75 juta
Jefron, Reki Eka Fictoni, Helpi Apriadi – Rp 589 juta
Sarpono Markis – Rp 127 juta
Amril Nurman, Reki Eka Fictoni, Helpi Apriadi – Rp 437 juta
Gunawan, Reki Eka Fictoni, Helpi Apriadi – Rp 135 juta

Aliran dana yang begitu sistematis membuat JPU menilai kasus ini sebagai bentuk penyalahgunaan kewenangan yang terstruktur dan berpotensi menimbulkan kerugian signifikan bagi keuangan daerah.

Publik Menanti: Saksi Kunci dari Birokrasi Hingga DPRD Akan Diungkap

Agenda sidang berikutnya dijadwalkan menghadirkan para saksi kunci dari unsur birokrasi, perusahaan, serta legislatif. Mengingat luasnya jaringan pihak yang terseret, kasus ini diprediksi menjadi salah satu perkara korupsi terbesar di Kerinci dalam beberapa tahun terakhir.

Publik kini menanti apakah persidangan ini mampu membuka seluruh rangkaian praktik “bagi-bagi proyek” yang selama ini hanya menjadi bisik-bisik di ruang publik.(Adi)

Berita Terkait

Festival Panen Rayo Kopi Robusta, Bupati Monadi Dorong Kopi Lokal Tembus Pasar Dunia
Fikar Azami Dilaporkan ke Polisi, Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan
Dugaan Pungli Sertifikasi Guru di Kerinci Melebar, Nama Sekdis Ikut Terseret
Banjir Bandang, Bupati Monadi Turun Langsung dan Kerahkan Alat Berat
Semangat Kebangkitan Nasional Menggema di Kerinci, Bupati Monadi Ajak Generasi Muda Jaga Persatuan
Koni Kerinci Hadiri Bimtek Tata Kelola Keuangan dan Aplikasi Data Atlet di Jambi
Banjir Rendam Lima Desa di Danau Kerinci Barat, Pemkab Kerinci Bergerak Cepat Cari Solusi
Monadi Naik Trail Pantau Progres Jalan Renah Pemetik
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 21:03 WIB

Festival Panen Rayo Kopi Robusta, Bupati Monadi Dorong Kopi Lokal Tembus Pasar Dunia

Sabtu, 23 Mei 2026 - 11:10 WIB

Fikar Azami Dilaporkan ke Polisi, Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan

Sabtu, 23 Mei 2026 - 09:10 WIB

Dugaan Pungli Sertifikasi Guru di Kerinci Melebar, Nama Sekdis Ikut Terseret

Sabtu, 23 Mei 2026 - 08:55 WIB

Banjir Bandang, Bupati Monadi Turun Langsung dan Kerahkan Alat Berat

Kamis, 21 Mei 2026 - 14:48 WIB

Semangat Kebangkitan Nasional Menggema di Kerinci, Bupati Monadi Ajak Generasi Muda Jaga Persatuan

Berita Terbaru

Game

Kode Redeem Mobile Legends Terbaru 25 Mei 2026 Pagi

Senin, 25 Mei 2026 - 08:30 WIB

Game

Kode Redeem FC Mobile Terbaru 25 Mei 2026 Pagi

Senin, 25 Mei 2026 - 07:00 WIB