Meski Disuplai PLTA, Kenapa Kerinci dan Sungai Penuh Masih Alami Pemadaman Bergilir? Ini Penjelasan PLN dan PT KMH

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 24 Mei 2026 - 11:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GLOBALJAMBI.CO.ID – Banyak warga mempertanyakan alasan pemadaman bergilir masih terjadi di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, meskipun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) milik PT Kerinci Merangin Hidro (KMH) kini telah beroperasi penuh dan menyuplai listrik dalam jumlah besar.

Menjawab pertanyaan tersebut, pihak PT KMH dan PLN akhirnya memberikan penjelasan terkait kondisi sistem kelistrikan Sumatra yang sempat mengalami gangguan besar pada 22 Mei 2026 lalu.

Manager PLTA PT KMH, Aslori, menegaskan bahwa seluruh turbin pembangkit kini telah beroperasi maksimal dan mulai menyuplai listrik ke PLN sejak 15 November 2025.

Selain itu, ia juga memastikan kapasitas listrik dari PLTA Kerinci sangat besar dan bahkan mampu memenuhi kebutuhan listrik hingga skala Provinsi Jambi.

PLTA Kerinci Produksi Listrik Hingga 350 Megawatt

Aslori menjelaskan, satu turbin PLTA mampu menghasilkan daya sebesar 87,5 megawatt. Karena itu, empat turbin yang kini aktif dapat memproduksi listrik hingga sekitar 350 megawatt.

“PLTA menyuplai listrik sesuai kebutuhan PLN. Pada siang hari biasanya sekitar 100 MW, sedangkan saat beban puncak mulai pukul 17.00 WIB hingga malam hari, suplai dapat mencapai 350 MW,” jelas Aslori.

Baca Juga :  PLN Umumkan Pemadaman Bergilir, 23 Desa di Kerinci - Sungai Penuh Terdampak

Selanjutnya, ia mengatakan energi listrik dari PLTA tersebut mengalir ke jaringan transmisi Bangko–Koto Lolo–Sungai Liuk. Dengan kondisi itu, wilayah Kerinci dan Sungai Penuh sebenarnya memiliki cadangan listrik yang sangat memadai.

Menurutnya, pasokan listrik di daerah tersebut bahkan tergolong surplus.

“Untuk kebutuhan listrik Kerinci dan Sungai Penuh sangat berlebih. Bahkan untuk skala Provinsi Jambi juga masih surplus,” tambahnya.

Terkait terjadinya pemadaman bergilir, Aslori menegaskan bahwa itu untuk distribusi dan penyaluran ke masyarakat itu merupakan kewenangan PLN. PLTA sudah menyuplai sesuai permintaan dan kebutuhan PLN.

Gangguan Kelistrikan Sumatra Jadi Penyebab Pemadaman Bergilir

Sementara itu, Manajer PLN ULP Sungai Penuh, Eko Pitono, menjelaskan bahwa PLTA KMH terhubung langsung ke jaringan SUTT 150 KV dan terkoneksi dengan sistem kelistrikan Sumatra.

Karena itu, ketika gangguan besar terjadi pada sistem listrik Sumatra pada 22 Mei 2026, suplai listrik dari PLTA Kerinci langsung di gunakan untuk membantu kebutuhan listrik di berbagai wilayah lain di Pulau Sumatra.

“Hampir seluruh Pulau Sumatra mengalami padam. Kecuali Kerinci dan Kota Sungai Penuh,” terang Eko.

Baca Juga :  Warga Pulau Pandan Beralih Blokir Jalan Nasional Kerinci - Jambi

Namun demikian, banyak daerah lain masih mengalami pemadaman sejak awal kejadian. Oleh sebab itu, PLN melakukan pengaturan beban listrik agar wilayah terdampak bisa kembali menyala secara bertahap.

Akibatnya, Kerinci dan Kota Sungai Penuh juga ikut menjalani pemadaman bergilir untuk membantu proses pemulihan sistem kelistrikan Sumatra.

PLN Minta Dukungan Warga Agar Listrik Segera Normal

PLN memastikan proses pemulihan sistem terus berjalan. Selain itu, pihak PLN juga meminta dukungan masyarakat agar kondisi kelistrikan Sumatra segera kembali stabil sepenuhnya.

“Kami mohon dukungan dan doa kepada semua pihak agar listrik kembali normal. Sehingga tidak ada lagi pemadaman bergilir,” tutup Eko Pitono.

Di sisi lain, penjelasan tersebut akhirnya menjawab keresahan masyarakat yang selama ini mempertanyakan alasan pemadaman bergilir masih terjadi, meskipun PLTA Kerinci telah menghasilkan listrik dalam kapasitas besar.

Kini, keberadaan PLTA Kerinci tidak hanya menjadi penopang listrik untuk Kerinci dan Sungai Penuh, tetapi juga ikut menjaga kestabilan pasokan listrik di Pulau Sumatra saat terjadi gangguan besar pada jaringan utama.

Berita Terkait

PLN Umumkan Pemadaman Bergilir, 23 Desa di Kerinci – Sungai Penuh Terdampak
Festival Panen Rayo Kopi Robusta, Bupati Monadi Dorong Kopi Lokal Tembus Pasar Dunia
Warga Kerinci–Sungai Penuh Siap-Siap, PLN Buka Kemungkinan Pemadaman Bergilir Akibat Gangguan Sistem Sumatera
Dugaan Pungli Sertifikasi Guru di Kerinci Melebar, Nama Sekdis Ikut Terseret
Banjir Bandang, Bupati Monadi Turun Langsung dan Kerahkan Alat Berat
Temui Baznas Pusat, Wako Alfin Perjuangkan Rumah Layak Huni dan Ambulans
Putri Terbaik Kota Sungai Penuh Kembali Jalankan Tugas Negara pada Hari Lahir Pancasila 2026
Pemkot Sungai Penuh Dorong Fly Over Jambi–Sumbar
Berita ini 308 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 11:02 WIB

Meski Disuplai PLTA, Kenapa Kerinci dan Sungai Penuh Masih Alami Pemadaman Bergilir? Ini Penjelasan PLN dan PT KMH

Sabtu, 23 Mei 2026 - 21:03 WIB

Festival Panen Rayo Kopi Robusta, Bupati Monadi Dorong Kopi Lokal Tembus Pasar Dunia

Sabtu, 23 Mei 2026 - 16:39 WIB

Warga Kerinci–Sungai Penuh Siap-Siap, PLN Buka Kemungkinan Pemadaman Bergilir Akibat Gangguan Sistem Sumatera

Sabtu, 23 Mei 2026 - 09:10 WIB

Dugaan Pungli Sertifikasi Guru di Kerinci Melebar, Nama Sekdis Ikut Terseret

Sabtu, 23 Mei 2026 - 08:55 WIB

Banjir Bandang, Bupati Monadi Turun Langsung dan Kerahkan Alat Berat

Berita Terbaru