Warga Desak Kemenkeu Purbaya Bertindak : Rokok Ilegal Marak Beredar di Kerinci dan Sungai Penuh

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 29 Oktober 2025 - 12:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GLOBALJAMBI.CO.ID, KERINCI – Masyarakat di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh mendesak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui jajaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk turun langsung menindak maraknya peredaran rokok ilegal yang kian mengkhawatirkan di wilayah tersebut.

Rokok tanpa pita cukai itu diduga telah beredar bebas di berbagai titik, mulai dari kawasan perkotaan Sungai Penuh hingga pelosok desa di Kabupaten Kerinci. Aktivitas jual-beli rokok ilegal ini disebut-sebut berlangsung tanpa hambatan dan diduga mendapat perlindungan dari pihak-pihak berpengaruh.

“Sudah lama rokok tanpa cukai ini beredar di sini. Semua tahu siapa yang bermain, tapi tidak ada yang berani menindak,” ujar seorang warga Sungai Penuh yang enggan disebutkan namanya, Selasa (28/10).

Warga lainnya menyebut, peredaran rokok ilegal ini tidak mungkin berjalan tanpa adanya dukungan dari pihak kuat di daerah. “Kalau tidak ada orang besar di belakangnya, tidak mungkin bisa bebas seperti ini. Aparat tahu, tapi seolah tutup mata,” ungkapnya.

Harga Murah, Kerugian Negara Besar

Peredaran rokok tanpa cukai tersebut tidak hanya menyalahi aturan hukum, tetapi juga merugikan negara dari sisi penerimaan cukai. Harga jual yang jauh lebih murah dibandingkan rokok resmi membuat produk ilegal ini laris di pasaran, sementara produsen dan pedagang rokok legal kian tertekan.

Baca Juga :  Ketua Kamar Agama MA-RI dan KPTA Jambi Dianugerahi Gelar Adat dari LAM Jambi

“Pedagang yang menjual rokok resmi sulit bersaing. Harga rokok ilegal bisa setengah dari harga normal,” ujar seorang pemilik kios di Kerinci.

Kemenkeu Soroti Maraknya Rokok Ilegal di Jambi

Sebelumnya, pejabat Kementerian Keuangan, Purbaya, menyoroti meningkatnya peredaran rokok ilegal di Provinsi Jambi. Ia menyebut banyak rokok tanpa cukai masuk melalui pelabuhan di wilayah pesisir seperti Tungkal, dan telah memerintahkan Bea Cukai Jambi untuk melakukan penelusuran dan penindakan.

“Kami sudah menerima laporan terkait peredaran rokok ilegal di Jambi. Saya minta Bea Cukai Jambi segera melakukan pengecekan dan langkah penegakan di lapangan,” tegas Purbaya dalam keterangannya.

Namun, masyarakat menilai langkah tersebut belum menyentuh akar persoalan di wilayah pegunungan seperti Kerinci dan Sungai Penuh. Mereka menilai distribusi di daerah ini sudah membentuk jaringan kuat yang melibatkan sejumlah pihak.

“Yang perlu ditindak bukan hanya jalur masuk di pelabuhan. Di Kerinci dan Sungai Penuh peredarannya jauh lebih parah, tapi seolah tidak pernah disentuh,” ujar seorang tokoh masyarakat Kerinci.

Baca Juga :  Usai Viral di Media, Abu Tani Akhirnya Dapat Perhatian: Dinkes Kerinci Turun Lewat Puskesmas Sungai Tutung

Minta Penegakan Hukum yang Tegas

Masyarakat pun mendesak agar Kemenkeu bersama aparat penegak hukum menurunkan tim khusus untuk menindak para pelaku, termasuk aktor-aktor di balik rantai distribusi rokok ilegal. Mereka menilai pembiaran yang terjadi selama ini justru memperkuat jaringan bisnis ilegal tersebut.

“Ini bukan sekadar usaha kecil. Ada jaringan besar dan orang kuat di baliknya. Kalau tidak segera ditindak, negara yang rugi, masyarakat juga yang dirugikan,” tegas sumber lainnya.

Kemenkeu Purbaya sebelumnya juga membuka saluran pengaduan langsung bagi masyarakat yang ingin melaporkan praktik peredaran rokok ilegal secara aman dan rahasia. “Saya memiliki nomor khusus bagi masyarakat yang ingin melapor. Jangan takut, semua laporan akan kami tindaklanjuti,” ujarnya.

Kini, masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh menantikan bukti nyata dari komitmen tersebut. Mereka berharap Kementerian Keuangan dan Bea Cukai segera bertindak tegas untuk membersihkan wilayah mereka dari praktik peredaran rokok ilegal yang merugikan negara dan merusak persaingan usaha yang sehat.(Adi)

Berita Terkait

PLN Umumkan Pemadaman Bergilir, 23 Desa di Kerinci – Sungai Penuh Terdampak
Meski Disuplai PLTA, Kenapa Kerinci dan Sungai Penuh Masih Alami Pemadaman Bergilir? Ini Penjelasan PLN dan PT KMH
Festival Panen Rayo Kopi Robusta, Bupati Monadi Dorong Kopi Lokal Tembus Pasar Dunia
Warga Kerinci–Sungai Penuh Siap-Siap, PLN Buka Kemungkinan Pemadaman Bergilir Akibat Gangguan Sistem Sumatera
Dugaan Pungli Sertifikasi Guru di Kerinci Melebar, Nama Sekdis Ikut Terseret
Banjir Bandang, Bupati Monadi Turun Langsung dan Kerahkan Alat Berat
Semangat Kebangkitan Nasional Menggema di Kerinci, Bupati Monadi Ajak Generasi Muda Jaga Persatuan
Koni Kerinci Hadiri Bimtek Tata Kelola Keuangan dan Aplikasi Data Atlet di Jambi
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:59 WIB

PLN Umumkan Pemadaman Bergilir, 23 Desa di Kerinci – Sungai Penuh Terdampak

Minggu, 24 Mei 2026 - 11:02 WIB

Meski Disuplai PLTA, Kenapa Kerinci dan Sungai Penuh Masih Alami Pemadaman Bergilir? Ini Penjelasan PLN dan PT KMH

Sabtu, 23 Mei 2026 - 21:03 WIB

Festival Panen Rayo Kopi Robusta, Bupati Monadi Dorong Kopi Lokal Tembus Pasar Dunia

Sabtu, 23 Mei 2026 - 16:39 WIB

Warga Kerinci–Sungai Penuh Siap-Siap, PLN Buka Kemungkinan Pemadaman Bergilir Akibat Gangguan Sistem Sumatera

Sabtu, 23 Mei 2026 - 09:10 WIB

Dugaan Pungli Sertifikasi Guru di Kerinci Melebar, Nama Sekdis Ikut Terseret

Berita Terbaru

Game

Kode Redeem Mobile Legends Terbaru 25 Mei 2026 Pagi

Senin, 25 Mei 2026 - 08:30 WIB

Game

Kode Redeem FC Mobile Terbaru 25 Mei 2026 Pagi

Senin, 25 Mei 2026 - 07:00 WIB