Dugaan Pungli Sertifikasi Guru di Kerinci Melebar, Nama Sekdis Ikut Terseret

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 23 Mei 2026 - 09:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GLOBALJAMBI.CO.ID – Dugaan praktik pungutan liar (pungli) terhadap guru penerima tunjangan sertifikasi di Kabupaten Kerinci terus melebar. Kali ini, nama Efridonal yang saat ini menjabat Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Kerinci ikut terseret dalam pusaran dugaan pungli tersebut.

Berdasarkan informasi yang di himpun, oknum di lingkungan Dinas Pendidikan di duga meminta uang sebesar Rp300 ribu kepada setiap guru penerima sertifikasi. Oknum tersebut berdalih uang itu untuk memperlancar proses pencairan dana sertifikasi.

“Diatur Efri Donal, yang baru di lantik sebagai Sekdis,” ujar salah seorang sumber, Jumat (22/05/2026).

Selain itu, sumber lain juga mengungkapkan bahwa praktik pungutan tersebut melibatkan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) di tingkat kecamatan. Selanjutnya, pihak tertentu mengumpulkan uang dari para guru sebelum menyerahkannya kepada orang dekat Efridonal.

“Sudah lama berlangsung,” katanya.

Pungutan Rp300 Ribu Di sebut Berlangsung Lama

Menurut sumber, praktik pungutan terhadap guru penerima sertifikasi itu sudah berlangsung cukup lama. Bahkan, meski pemerintah telah mengubah pola pencairan dana sertifikasi menjadi setiap bulan, pungutan tetap berjalan.

Baca Juga :  Wako Alfin Pantau Pasar Tanjung Bajure, Serap Aspirasi Pedagang

Sebelumnya, pemerintah mencairkan dana sertifikasi sebanyak empat kali dalam setahun. Namun, setiap kali pencairan berlangsung, oknum tetap meminta uang sebesar Rp300 ribu kepada guru penerima tunjangan.

“Dulu setahun empat kali pencairan, tiap pencairan dipungut Rp300 ribu. Sekarang pencairannya tiap bulan, kami tetap di minta bayar Rp300 ribu juga,” ungkap sumber.

Karena itu, para guru mengaku merasa tertekan dan sulit menolak permintaan tersebut. Mereka khawatir proses administrasi hingga pencairan tunjangan sertifikasi akan terhambat apabila tidak memenuhi permintaan oknum terkait.

Guru Mengaku Takut Pencairan Sertifikasi Terhambat

Selain dugaan pungutan, sumber juga menyebut pihak tertentu mengendalikan sistem administrasi sertifikasi guru, termasuk data jam mengajar.

Baca Juga :  Pendidikan Kerinci 2026: Anggaran Jumbo, Sekolah Rusak Terabaikan

Akibatnya, banyak guru memilih mengikuti permintaan tersebut demi menghindari kendala administrasi.

“Semua sistem mereka yang pegang, bahkan jam mengajar guru juga berada di bawah kendali mereka,” bebernya.

Tidak hanya itu, para guru penerima sertifikasi juga di sebut di minta menandatangani surat pernyataan yang menyebutkan tidak ada pungutan dalam proses pencairan dana sertifikasi.

Menurut sumber, langkah tersebut di duga menjadi cara untuk membantah tudingan pungli apabila persoalan ini mencuat ke publik.

“Di situlah liciknya. Mereka menjadikan surat itu sebagai dasar untuk membantah kalau tidak ada pungli,” ujarnya.

Sekdis Pendidikan Belum Beri Tanggapan

Sementara itu, Efridonal yang dikonfirmasi media melalui pesan WhatsApp hingga kini belum memberikan tanggapan terkait dugaan pungli tersebut.

Pesan yang dikirim wartawan juga belum mendapat balasan sampai berita ini di terbitkan.

Berita Terkait

Demo GETAR di Bea Cukai Jambi Diduga Diadang Preman, Sorotan Tertuju pada Maraknya Peredaran Rokok Ilegal
Muhammad Farlan dari Muara Semerah Berjuang Melawan Tumor Tulang, Karang Taruna Buka Donasi untuk Bantu Pengobatan
Camat Depati Tujuh Indra Hermawan Bantah Tuduhan Pungli, Siap Tempuh Jalur Hukum atas Dugaan Pencemaran Nama Baik
Pengamat: Publik Optimistis Transformasi Digital Bank Jambi Berjalan Sukses
Bank Jambi Tetap Berbagi di 10 Muharram 1448 H, Santuni 2.000 Anak Yatim Meski Diuji Serangan Siber
Beras Payo Koerintji Resmi Kantongi Sertifikat Indikasi Geografis
Lampu Padam di Tanah Cogok, ini Dugaan Penyebab dan Keterangan PLN
Serah Terima Lapangan Proyek, Pembangunan RSUD Kerinci Resmi Dimulai
Berita ini 135 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:50 WIB

Demo GETAR di Bea Cukai Jambi Diduga Diadang Preman, Sorotan Tertuju pada Maraknya Peredaran Rokok Ilegal

Selasa, 14 Juli 2026 - 09:37 WIB

Muhammad Farlan dari Muara Semerah Berjuang Melawan Tumor Tulang, Karang Taruna Buka Donasi untuk Bantu Pengobatan

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:37 WIB

Camat Depati Tujuh Indra Hermawan Bantah Tuduhan Pungli, Siap Tempuh Jalur Hukum atas Dugaan Pencemaran Nama Baik

Kamis, 25 Juni 2026 - 08:27 WIB

Bank Jambi Tetap Berbagi di 10 Muharram 1448 H, Santuni 2.000 Anak Yatim Meski Diuji Serangan Siber

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:10 WIB

Beras Payo Koerintji Resmi Kantongi Sertifikat Indikasi Geografis

Berita Terbaru