Kenaikan BBM Picu Lonjakan Harga Material Bangunan di Kerinci

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 25 April 2026 - 13:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GLOBALJAMBI.CO.ID – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) langsung mengguncang sektor bangunan di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Dampaknya terasa cepat, terutama pada harga material seperti pasir dan batu yang kini melonjak tajam hingga 60 persen.

Kondisi ini tidak hanya menekan pelaku usaha, tetapi juga membebani masyarakat yang tengah membangun rumah atau menjalankan proyek kecil. Selain itu, lonjakan harga tersebut memicu kekhawatiran akan melambatnya aktivitas pembangunan di daerah.

Harga Material Melonjak Tajam, Bebani Masyarakat

Di lapangan, para pedagang dan penyedia material langsung menyesuaikan harga. Akibatnya, masyarakat harus mengeluarkan biaya jauh lebih besar dibandingkan sebelumnya. Bahkan, banyak warga mulai mempertimbangkan ulang rencana pembangunan mereka.

Baca Juga :  HMKS - Sumbar Gelar Diskusi Online Terkait Peran Pemuda dan Mahasiswa Untuk Kebangkitan

Selain itu, kenaikan ini tidak terjadi secara bertahap, melainkan berlangsung cepat dalam waktu singkat. Oleh karena itu, daya beli masyarakat pun ikut tertekan, terutama bagi kalangan menengah ke bawah.

Biaya Operasional Naik, Ongkos Angkut Ikut Terkerek

Seiring kenaikan harga BBM, para sopir dump truk langsung menghadapi lonjakan biaya operasional. Mereka kemudian menaikkan ongkos angkut untuk menutupi biaya bahan bakar yang semakin mahal.

“Sekarang biaya jalan makin tinggi karena solar mahal. Jadi kami harus menaikkan ongkos angkut, dan otomatis harga pasir serta batu ikut naik,” ujar seorang sopir dump truk, Sabtu (25/5/2026).

Selain itu, frekuensi pengangkutan juga menurun. Jika sebelumnya sopir bisa melakukan beberapa kali pengiriman dalam sehari, kini mereka hanya mampu satu hingga dua kali perjalanan.

Baca Juga :  Pj. Bupati Kerinci Asraf Hadiri Penutupan TMMD Ke 120 Kodim 0417/Kerinci

Permintaan Menurun, Proyek Mulai Tertunda

Di sisi lain, kenaikan harga material langsung menekan permintaan pasar. Banyak pembeli memilih menunda pembangunan karena biaya yang semakin tidak terjangkau.

Akibatnya, aktivitas distribusi material ikut melambat. Para sopir dan pelaku usaha pun mulai merasakan penurunan pendapatan. Kondisi ini berpotensi memperlambat pertumbuhan sektor konstruksi di daerah.

Oleh sebab itu, masyarakat berharap pemerintah daerah bersama DPRD segera mengambil langkah konkret. Mereka menginginkan solusi yang mampu menstabilkan harga, sehingga sektor pembangunan tetap berjalan dan tidak semakin membebani warga.

Berita Terkait

Bupati Monadi Dorong Digitalisasi Desa, Kerinci Menuju Pelayanan Modern
Bupati Monadi Hadiri Rakornas Mitigasi Kekeringan 2026, Kerinci Perkuat Ketahanan Pangan
Wako Alfin Ikuti Rakor Nasional Mitigasi Kekeringan 2026
Resmi Dilantik! Mhd. Pazri Nahkodai IMTC-J 2025–2026
Ini Nama-nama Pejabat yang Dilantik Bupati Kerinci Monadi Sore ini
Terobos Hujan dan Lumpur, Bupati Monadi Buka Perbaikan Jalan Renah Pemetik
Sore Ini Pemkab Kerinci Dikabarkan Lantik Pejabat, ini Bocorannya !!!
Bupati Kerinci Monadi Kawal Sinkronisasi Pembangunan Kerinci di Musrenbang Jambi 2027
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 13:17 WIB

Kenaikan BBM Picu Lonjakan Harga Material Bangunan di Kerinci

Kamis, 23 April 2026 - 13:57 WIB

Bupati Monadi Dorong Digitalisasi Desa, Kerinci Menuju Pelayanan Modern

Selasa, 21 April 2026 - 08:17 WIB

Bupati Monadi Hadiri Rakornas Mitigasi Kekeringan 2026, Kerinci Perkuat Ketahanan Pangan

Senin, 20 April 2026 - 08:08 WIB

Wako Alfin Ikuti Rakor Nasional Mitigasi Kekeringan 2026

Sabtu, 18 April 2026 - 14:33 WIB

Resmi Dilantik! Mhd. Pazri Nahkodai IMTC-J 2025–2026

Berita Terbaru

Daerah

Wako Alfin Ikuti Rakor Nasional Mitigasi Kekeringan 2026

Senin, 20 Apr 2026 - 08:08 WIB

Daerah

Resmi Dilantik! Mhd. Pazri Nahkodai IMTC-J 2025–2026

Sabtu, 18 Apr 2026 - 14:33 WIB