Ajang Bergengsi Tuai Kontroversi, Para Juara Asia MX Kecewa Hadiah Tak Sesuai

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 1 Juni 2026 - 13:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GLOBALJAMBI.CO.ID – Event balap motor bergengsi Asia MX – Bupati Kerinci Cup 2026 yang berlangsung di Sirkuit Pro Lahar Dingin, Sungai Rumpun, Kecamatan Kayu Aro, Minggu (31/5/2026), memicu gelombang kritik dari peserta dan penonton.

Alih-alih meninggalkan kesan positif, ajang yang di promotori Adi Purnomo, SE., MM., anggota DPRD Kabupaten Kerinci itu justru memunculkan kontroversi terkait fasilitas dan hadiah bagi para juara.

Sejak awal pelaksanaan, sejumlah pengunjung mengeluhkan biaya penggunaan toilet yang mencapai Rp10 ribu per orang. Namun, polemik terbesar muncul ketika para pembalap mempertanyakan hadiah yang panitia berikan setelah perlombaan berakhir.

Juara Umum Pertanyakan Hadiah yang di Terima

Sorotan publik semakin menguat setelah Juara Umum Asia MX – Bupati Kerinci Cup 2026, M Athar Alghifari, menyampaikan kekecewaannya melalui siaran langsung di media sosial.

Dalam tayangan tersebut, Athar memperlihatkan hadiah yang ia terima. Ia mengaku bingung karena mobil tak kunjung di perlihatkan, hanya tertulis 3.000 dolar Amerika Serikat.

“Saya dengan Bupati nya nggak masalah, Bupati enjoy saja, aman saja, baik-baik saja, panitianya sih yang parah,”ujarnya.

Video tersebut kemudian menyebar dengan cepat di berbagai platform media sosial dan memancing beragam tanggapan dari masyarakat.

Setelah polemik berkembang luas, panitia memberikan klarifikasi. Panitia mengakui adanya miskomunikasi terkait hadiah utama yang mereka informasikan kepada peserta dan publik. Selanjutnya, panitia menyerahkan uang senilai sekitar Rp50 juta kepada juara umum sebagai bentuk penyelesaian.

Baca Juga :  Air Mata dan Tawa di Rumah Dahlia, Kisah Haru TKW Kerinci Disambut Bupati Monadi

Meski demikian, klarifikasi itu belum mampu meredam kritik sepenuhnya. Banyak pihak menilai panitia seharusnya mampu menghindari persoalan tersebut dalam sebuah ajang yang mengusung nama besar Asia MX dan Bupati Kerinci Cup.

Hadiah Motor Jadi Sorotan, Peserta Merasa Kurang di Hargai

Selain polemik hadiah utama, sejumlah pembalap juga menyoroti hadiah sepeda motor untuk para juara di berbagai kelas.

Menurut sejumlah peserta dan penonton, kondisi motor tersebut tidak mencerminkan hadiah baru sebagaimana ekspektasi yang muncul dalam materi promosi dan brosur kegiatan. Karena itu, banyak pihak mempertanyakan transparansi panitia saat menyampaikan informasi hadiah kepada peserta.

Kekecewaan tersebut kemudian berkembang menjadi perbincangan luas di media sosial. Bahkan, sebagian penggemar balap menilai panitia gagal menjaga kepercayaan peserta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.

Seorang penonton yang mengikuti jalannya perlombaan mengungkapkan rasa kecewanya terhadap penyelenggaraan event tersebut.

“Kami sebagai penonton merasa sangat kecewa. Para juara datang dari luar daerah, mengeluarkan biaya besar untuk ikut balapan, tetapi hadiah yang di terima tidak sesuai harapan,” ujarnya.

Lebih lanjut, sejumlah pecinta balap menilai penghargaan terhadap atlet harus menjadi prioritas utama dalam setiap kompetisi. Para pembalap tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga mewakili tim, sponsor, dan daerah asal mereka.

Baca Juga :  Wabup Murison Gaungkan SECANTING untuk Masa Depan Kerinci

Kontroversi Berpotensi Cederai Reputasi Event Balap Kerinci

Di sisi lain, berbagai pihak mengingatkan bahwa polemik hadiah dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap citra dunia balap di Kerinci.

Jika penyelenggara tidak segera melakukan evaluasi menyeluruh, kepercayaan pembalap nasional maupun internasional berpotensi menurun. Bahkan, sejumlah penggemar balap khawatir para rider dari luar daerah akan mempertimbangkan kembali keikutsertaan mereka dalam event serupa pada masa mendatang.

Selain itu, kontroversi ini menjadi pelajaran penting bagi setiap penyelenggara event olahraga. Panitia harus mengutamakan transparansi hadiah, profesionalisme penyelenggaraan, serta kepastian informasi kepada peserta agar kejuaraan berlangsung secara adil dan bermartabat.

Karena itu, publik kini menunggu langkah konkret dari panitia untuk menjelaskan seluruh polemik yang berkembang. Langkah tersebut dapat membantu memulihkan kepercayaan peserta, sponsor, dan masyarakat sekaligus menjaga reputasi Kerinci sebagai salah satu daerah yang aktif menggelar event balap berskala besar.

Pada akhirnya, sebuah kejuaraan tidak hanya bergantung pada ramainya penonton atau besarnya hadiah. Kredibilitas penyelenggara, komitmen terhadap peserta, serta konsistensi informasi yang mereka publikasikan menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan sebuah event olahraga.

Berita Terkait

Tender RSUD Kerinci Tuntas, Bupati Monadi: Hadiah Bahagia untuk Pelayanan Kesehatan Masyarakat
Wako Alfin Lantik Y.Z. Oktovianus sebagai Dewan Pengawas PDAM Tirta Khayangan Periode 2026-2030
Wabup Murison Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Tegaskan Pancasila Perekat Persatuan Bangsa dan Fondasi Perdamaian Dunia
Wako Alfin Naik ke Menara Masjid Raya Sungai Penuh, Mengingat Sejarah Pengibaran Merah Putih Pertama di Kerinci
Al Haris Respon Cepat Fly Over Sungai Penuh–Tapan dan Kerinci–Bungo, Publik Bertanya: Janji yang Kesekian Kalinya?
Ini Perkiraan Harga Tiket Batik Air Muara Bungo–Jakarta
Batik Air Rute Muaro Bungo–Jakarta Resmi Dimulai, Ini Jadwalnya Hingga Jumlah Penumpang
Kerinci dan Sungai Penuh Dukung Batik Air Beroperasi di Bandara Muara Bungo
Berita ini 89 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 22:37 WIB

Tender RSUD Kerinci Tuntas, Bupati Monadi: Hadiah Bahagia untuk Pelayanan Kesehatan Masyarakat

Senin, 1 Juni 2026 - 13:30 WIB

Ajang Bergengsi Tuai Kontroversi, Para Juara Asia MX Kecewa Hadiah Tak Sesuai

Senin, 1 Juni 2026 - 12:04 WIB

Wako Alfin Lantik Y.Z. Oktovianus sebagai Dewan Pengawas PDAM Tirta Khayangan Periode 2026-2030

Senin, 1 Juni 2026 - 11:25 WIB

Wabup Murison Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Tegaskan Pancasila Perekat Persatuan Bangsa dan Fondasi Perdamaian Dunia

Senin, 1 Juni 2026 - 08:00 WIB

Wako Alfin Naik ke Menara Masjid Raya Sungai Penuh, Mengingat Sejarah Pengibaran Merah Putih Pertama di Kerinci

Berita Terbaru