Menyudahi Pertikaian Politik

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 22 Juni 2019 - 09:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Teks Foto: Fhoto davidbayudj/Instagram

GLOBALJAMBI.COM, Jakarta – Mencermati kenyataan politik nasional pasca Pemilu 2019 membuat kita sadar betapa politik tidak bisa dianggap remeh. Politik bukan sekadar permainan tentang kalah dan menang (game of the winner and over). Lebih dari itu, politik adalah cita-cita ideal para negarawan.

Segala kebijakan negara demi kepentingan seluruh warga negara akan ditentukan di dalam dinamika politik. Kasarnya, kebijakan pemerintah yang baik akan berbanding lurus dengan kebaikan warga negara, begitu pun sebaliknya.

Beberapa variable meliputi sosial, ekonomi, budaya, dan bahkan masa depan sebuah negara-bangsa akan ditentukan di dalam sebuah konsensus politik. Pembangunan politik yang baik menjadi kemungkinan baiknya sistem sosial, ekonomi, dan budaya yang baik. Dengan begitu, masa depan sebuah negara juga akan baik.

Oleh karena itu di dalam politik bukan lagi tentang siapa yang menang dan siapa yang kalah. Politisi yang berpikir hanya tentang menang-kalah sesungguhnya telah melakukan penyederhanaan tentang arti penting politik dalam kehidupan. Hal itu juga penyederhanaan tentang membangun peradaban yang ideal berdasarkan nilai universal politik. Peran politisi dalam praktik politik dengan demikian menjadi amat urgen karena itu berkaitan dengan karakter suatu negara.

Baca Juga :  Kemenag Gelar Sidang Isbat Sore Ini Tentukan Idul Fitri 1440 H

Berdasarkan hal itu, pasca Pemilu 2019 seyogianya bukan lagi tentang urusan euforia bagi pemenang atau sikap tidak terima bagi yang kalah. Keadaan menang dan kalah di dalam pertarungan politik tentu bukan lagi persoalan, ketika berpikir kepentingan jangka panjang negara dan warga negaranya.

Yang menjadi persoalan sebenarnya adalah apa yang akan dilakukan setelah ditentukan pemenang dan kekalahan dalam kompetensi politik. Tentu, kita masih punya banyak pekerjaan rumah, dan hal yang paling krusial adalah persoalan utang.

Indonesia kini tengah menghadapi sejumlah persoalan mendasar berkaitan dengan prediksi ekonomi dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan. Ini sangat terkait erat dengan segala hal yang dibangun dalam pemerintahan Presiden Jokowi sebelumnya.

Pembangunan ekonomi yang begitu gencar dilakukan pada era Jokowi dengan melibatkan berbagai aspek kehidupan seharusnya juga memiliki imbas dalam pembangunan politik di Indonesia. Apa yang selanjutnya harus dibangun? Bagaimana cara membangunnya? Seperti apa pembangunan ideal sebuah negara yang demokratis dalam arti sejatinya? Pertanyaan-pertanyaan ini tentu harus diuraikan secara lengkap dan dijawab bersama jika kita menginginkan terbangunnya suatu masyarakat yang berperadaban.

Baca Juga :  64 Tahun Kerinci, Desa Renah Kasah Masih Bagaikan Anak Tiri

Kita tidak lagi berada pada masa ketika kebebasan harus diperjuangkan dengan darah dan air mata. Kita juga sudah seharusnya tidak mengalami penjarahan hak milik negara oleh segelintir kelompok orang dan mengorbankan kelompok lainnya yang lebih banyak. Kita seyogianya sudah harus berpikir tentang kemanfaatan yang lebih besar untuk orang yang lebih banyak.

Maka dari itu semua politik ada. Masyarakat harus bisa menyadari itu semua. Ketika keinginan untuk hidup lebih baik ada, maka politik seharusnya adalah keniscayaan untuk mewujudkan keinginan-keinginan ideal seluruh warga negaranya.

Dengan demikian mari sudahi pertikaian dalam bentuk dan di ruang apapun karena hanya akan memperkeruh suasana dan mengaburkan cita-cita ideal bersama. Jika ingin mewujudkan peradaban yang tinggi, sudah seyogianya akal, pikiran, hati nurani harus lebih terdepan dan bijak menyikapi imbas praktik politik akhir-akhir ini.

Muhammad Mihrob peneliti pada Pusat Studi Hukum dan Politik Indonesia, menempuh Magister Ilmu Politik Universitas Nasional Jakarta. (mmu/mmu)

Sumber : detiknews
Muhammad mihrob

Berita Terkait

Kabar Baik PPPK! Gaji ke-13 2026 Siap Disalurkan, Cek Rincian dan Jadwalnya
Nasib PPPK Paruh Waktu Belum Jelas, Guru Keluhkan Gaji dan Kepastian Karier
Luar Biasa, di Kabupaten ini Siapkan Rp 53 Miliar untuk Gaji ke-13 ASN, PPPK Paruh Waktu Ikut Menikmati
PSG Juara Liga Champions 2025/2026! Taklukkan Arsenal Lewat Drama Adu Penalti
Final Liga Champions : PSG vs Arsenal, Duel Panas Dua Raksasa Eropa
Hapus PPPK Paruh Waktu ? DPR RI Desak Semua Guru Berstatus PNS
CPNS 2026 Segera Dibuka Juni Ini, Siapkan 7 Dokumen Penting Sebelum Daftar
Kiamat Subsidi Mobil Mewah dan Diesel: Pemerintah Berlakukan BBM Tepat Sasaran Secara Total
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 09:30 WIB

Kabar Baik PPPK! Gaji ke-13 2026 Siap Disalurkan, Cek Rincian dan Jadwalnya

Minggu, 31 Mei 2026 - 09:00 WIB

Nasib PPPK Paruh Waktu Belum Jelas, Guru Keluhkan Gaji dan Kepastian Karier

Minggu, 31 Mei 2026 - 07:30 WIB

Luar Biasa, di Kabupaten ini Siapkan Rp 53 Miliar untuk Gaji ke-13 ASN, PPPK Paruh Waktu Ikut Menikmati

Minggu, 31 Mei 2026 - 02:21 WIB

PSG Juara Liga Champions 2025/2026! Taklukkan Arsenal Lewat Drama Adu Penalti

Sabtu, 30 Mei 2026 - 15:30 WIB

Final Liga Champions : PSG vs Arsenal, Duel Panas Dua Raksasa Eropa

Berita Terbaru