Nasib Petani Jeruk di Usia 79 Tahun Kemerdekaan RI

- Jurnalis

Minggu, 18 Agustus 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

GLOBALJAMBI.COM, KERINCI – Memperingati 79 tahun kemerdekaan Republik Indonesia, perhatian beralih ke nasib petani jeruk yang menghadapi berbagai tantangan di tengah perayaan kemerdekaan. Meskipun sektor pertanian berperan penting dalam ekonomi nasional, petani jeruk masih berjuang dengan masalah yang mempengaruhi pendapatan mereka.

Seperti di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, petani jeruk menghadapi penurunan harga jual yang tajam. Harga jeruk di pasaran lokal dan internasional mengalami penurunan signifikan akibat overproduksi dan penurunan daya beli konsumen. Dampak ini semakin diperburuk oleh fluktuasi cuaca yang mengganggu kualitas buah dan menyebabkan kerugian pada hasil panen.

“Harga jeruk turun drastis, hanya Rp 5 Ribu perkilo. Sudah tidak sesuai antara harga dengan perawatan,” ujar Agil, petani jeruk Kerinci.

Baca Juga :  Wabup Kerinci Murison Hadiri Pembukaan MTQ ke-6 IMTTJ, Terima Cinderamata Sebagai Tanda Kehormatan

Selain masalah harga sambung Agil, petani juga berhadapan dengan tantangan teknis seperti serangan hama dan penyakit tanaman yang sulit diatasi tanpa akses yang memadai ke pestisida dan teknologi modern. Infrastruktur yang terbatas juga menghambat distribusi jeruk ke pasar yang lebih luas, meningkatkan risiko kerugian bagi para petani.

“Kondisi saat ini, banyak jeruk hasil panen yang dibuang petani, karna sudah rusak tak ada pembeli,” bebernya.

Pemerintah telah meluncurkan beberapa inisiatif untuk mendukung petani jeruk, seperti subsidi dan bantuan teknis. Namun, pelaksanaan program ini sering kali menghadapi kendala dalam distribusi dan implementasi yang memadai di lapangan.

Baca Juga :  Hardiknas 2025, Keluarga Besar Dinas Pendidikan Kerinci Gelar Bakti Sosial di Wilayah 3 T

“Para petani berharap adanya perhatian yang lebih besar terhadap sektor pertanian, khususnya untuk komoditas jeruk. Mereka meminta dukungan dalam bentuk pelatihan teknologi pertanian terbaru, perbaikan infrastruktur, serta stabilisasi harga pasar agar bisa meningkatkan kesejahteraan dan keberlangsungan usaha mereka,” harapnya.

Hari Kemerdekaan kali ini merupakan momen penting untuk mengingat perjuangan petani jeruk dan sektor pertanian secara umum, serta menegaskan pentingnya dukungan yang lebih kuat untuk sektor yang krusial ini.(Adi)

Berita Terkait

Dugaan PETI Skala Besar di TNKS Kerinci Viral, Siapa yang Bertanggung Jawab?
Perkuat Perlindungan HAM, Wabup Murison Teken MoU dengan KemenHAM Jambi
Wisuda Lansia Tebat Ijuk Dili, Bupati Monadi Dorong Semangat Belajar di Usia Senja
Wabup Murison Hadiri HUT ke-27 Sarolangun, Perkuat Sinergi Pembangunan Antar Daerah
Mensediar Raih Nilai Tertinggi Seleksi Dirut PDAM Kerinci, Ternyata ini Rekam Jejaknya
Wo Haris, Jangan Asal Ngango! Rakyat Jambi Butuh Udara Bersih, Bukan Sekadar Alasan
Bupati Monadi Buka LK II HMI Nasional, Ajak Kader Jaga Harmoni Kerinci–Sungai Penuh
Mensediar Raih Nilai Tertinggi UKK Calon Direksi Perumda Tirta Sakti Kerinci
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Dugaan PETI Skala Besar di TNKS Kerinci Viral, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:52 WIB

Perkuat Perlindungan HAM, Wabup Murison Teken MoU dengan KemenHAM Jambi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:53 WIB

Wisuda Lansia Tebat Ijuk Dili, Bupati Monadi Dorong Semangat Belajar di Usia Senja

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Wabup Murison Hadiri HUT ke-27 Sarolangun, Perkuat Sinergi Pembangunan Antar Daerah

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Mensediar Raih Nilai Tertinggi Seleksi Dirut PDAM Kerinci, Ternyata ini Rekam Jejaknya

Berita Terbaru