GLOBALJAMBI. CO. ID – Komitmen menjaga lingkungan tak sekadar slogan di Kabupaten Kerinci. Menindaklanjuti arahan Presiden RI, Prabowo Subianto, Pemerintah Kabupaten Kerinci menggelar Gerakan Indonesia Asri (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang dipusatkan di kawasan Danau Kerinci, Minggu (15/2/2026).
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa menjaga kebersihan lingkungan adalah prioritas bersama, sekaligus strategi memperkuat daya tarik pariwisata daerah. Aksi bersih-bersih dilakukan dari area dermaga hingga sepanjang bibir danau, melibatkan jajaran Pemkab Kerinci, Kodim, Polres, hingga masyarakat setempat.
Meski cuaca mendung disertai rintik hujan, semangat peserta tak surut. Bupati Kerinci, Monadi, bahkan turun langsung ke perairan dangkal dan tepian danau. Mengenakan pakaian lapangan dan sepatu bot, ia memungut sampah plastik, kayu, hingga limbah yang mencemari kawasan wisata kebanggaan Kerinci tersebut.
Kehadiran Bupati di tengah aksi bukan sekadar simbolis. Ia berbaur bersama warga, berdialog, sekaligus memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan sebagai budaya kolektif. Gerakan Indonesia Asri tidak hanya berfokus pada pengangkutan sampah, tetapi juga mencakup penertiban baliho dan poster yang tak sesuai tempatnya, serta penataan fasilitas umum agar kawasan danau lebih tertata, indah, dan nyaman bagi wisatawan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kerinci, Neneng Susanti, mengajak seluruh aparatur desa hingga masyarakat untuk memulai gerakan serupa dari lingkungan masing-masing. “Gerakan Indonesia Asri harus dimulai dari rumah, dari desa, dari kebiasaan kecil sehari-hari. Jika semua bergerak, dampaknya akan besar,” ujarnya.
Sementara itu Bupati Kerinci, Monadi, menegaskan bahwa menjaga Danau Kerinci bukan hanya soal estetika, tetapi tentang tanggung jawab moral dan keberlanjutan generasi. “Danau Kerinci adalah anugerah Tuhan yang luar biasa bagi daerah kita. Ia bukan hanya sumber keindahan, tetapi juga sumber kehidupan, ekonomi, dan identitas masyarakat Kerinci. Karena itu, menjaga kebersihannya bukan sekadar kewajiban pemerintah, melainkan tanggung jawab kita semua sebagai warga yang mencintai tanah kelahiran ini, ” Ujarnya.
Instruksi Presiden sambungnya, menjadi pengingat bagi semua bahwa pembangunan tidak boleh mengabaikan lingkungan. Kemajuan daerah harus berjalan seiring dengan kelestarian alam. Kita ingin Kerinci maju, pariwisatanya berkembang, ekonominya tumbuh, tetapi semuanya harus berbasis pada lingkungan yang bersih dan sehat.
“Saya mengajak seluruh masyarakat, mulai dari aparatur pemerintah, pelaku usaha, tokoh masyarakat, hingga generasi muda, untuk menjadikan Gerakan Indonesia Asri sebagai budaya bersama. Jangan hanya bergerak saat ada kegiatan resmi. Jadikan kebersihan sebagai kebiasaan, sebagai karakter, sebagai bagian dari jati diri masyarakat Kerinci,” Tegasnya.
Jika konsisten menjaga dan merawat Danau Kerinci, orang nomor satu di Bumi Sakti Alam Kerinci ini yakin kawasan ini akan semakin indah, nyaman, dan berdaya saing. Bukan hanya menjadi kebanggaan kita hari ini, tetapi juga warisan berharga bagi anak cucu kelak.
“Mari kita mulai dari hal kecil, tidak membuang sampah sembarangan, mengingatkan satu sama lain dengan cara yang santun, dan bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman, sehat, resik, dan indah.” ujarnya.
Dengan semangat kolaborasi dan keteladanan, Gerakan Indonesia Asri diharapkan menjadi momentum kebangkitan kesadaran lingkungan di Kabupaten Kerinci sepanjang 2026 dan seterusnya.(adi)









