Menhub RI Diminta Turun, Proyek Bandara Depati Parbo Diduga Asal Jadi, Cor Parkir Retak, Drainase Amburadul, Bangunan Baru Bermasalah

- Jurnalis

Selasa, 5 Agustus 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

GLOBALJAMBI. CO. ID, KERINCI — Proyek strategis nasional perluasan Bandara Depati Parbo kembali menuai sorotan keras. Di tengah kekecewaan publik atas kualitas pengerjaan sebelumnya, kontraktor lama yang dinilai gagal justru kembali dipercaya menggarap proyek tahun 2025. Masyarakat, aktivis, hingga tokoh daerah kini mendesak Menteri Perhubungan RI turun langsung memeriksa proyek yang diduga dikerjakan asal jadi.

Proyek sebelumnya yang digarap perusahaan tersebut meliputi drainase, hingga landasan parkir pesawat, namun hasilnya dianggap sangat mengecewakan. Area parkir pesawat kini banyak yang mengalami retakan meski belum lama digunakan. Sistem irigasi di sekitar apron juga disebut tak berfungsi optimal, dibuat sekadarnya tanpa perhitungan teknis yang matang.

“cor untuk parkir sebagian ada yang retak, Belum lagi jalan akses bandara yang ditimbun asal-asalan. Ini jelas pekerjaan tidak profesional,” ungkap seorang tokoh masyarakat yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Sorotan juga datang dari warga Kerinci, yang menyebut pengadaan proyek ini sarat kejanggalan. “Kontraktor yang hasil pengerjaannya tidak bagus, malah diberi proyek strategis lagi. Sistem pengawasan dan evaluasi penyedia jasa jelas-jelas lemah, ini membuka ruang konflik kepentingan yang sangat merugikan negara,” ujar Pratama.

Ia menegaskan bahwa proyek bandara bukan proyek kecil, melainkan menyangkut keselamatan dan pelayanan publik jangka panjang. Oleh karena itu, pihak Kementerian Perhubungan harus segera melakukan audit menyeluruh terhadap semua proyek yang sudah dan sedang dikerjakan oleh kontraktor tersebut.

“Silakan turun langsung ke lapangan. Cek fisik cor parkir pesawat, bandara, drainase, bangunan terminal, dan jalan akses. Nyaris semuanya tidak sesuai spesifikasi. Kalau dibiarkan, kita sedang menormalisasi kegagalan,” tegasnya.

Kini publik menanti langkah konkret dari pemerintah pusat, khususnya Menteri Perhubungan RI, untuk memastikan bahwa proyek vital ini tak menjadi ajang pemborosan uang rakyat dan ladang korupsi terselubung. Transparansi dan akuntabilitas mutlak dibutuhkan demi menjaga kepercayaan masyarakat dan menjamin keselamatan transportasi udara di wilayah Jambi.(adi)

Baca Juga :  Kerugian Terbakarnya Gudang PTPN Kayu Aro, Capai Lebih Rp 3 Milyar

Berita Terkait

Dinkes Kerinci Gelar Bimtek Pengelolaan Keuangan BLUD untuk Seluruh Faskes
Ini 7 Nama yang Lolos Seleksi Administrasi Calon Direksi Perumda Tirta Sakti Kerinci
Mobile Banking Bank Jambi Kembali Aktif, Lupa Pasword, ini Caranya
Bank Jambi Kerinci Ambil Bagian di Festival Kopi Kerinci
Proyek Tanggul Batang Merao Rp12,9 Miliar Disorot, Dugaan Pengurangan Jumbo Bag Minta Diusut
Seduh 3.805 Kopi Semarakkan Festival Kopi Kerinci 2026
Tanam Perdana Kopi Arabika 2026, Dorong Kopi Kerinci Mendunia
Tabrak Lari Maut di Sungai Rengas, Keluarga Korban Desak Polisi Ungkap Pelaku
Berita ini 4 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 10:20 WIB

Dinkes Kerinci Gelar Bimtek Pengelolaan Keuangan BLUD untuk Seluruh Faskes

Jumat, 25 September 2026 - 19:32 WIB

Ini 7 Nama yang Lolos Seleksi Administrasi Calon Direksi Perumda Tirta Sakti Kerinci

Senin, 21 September 2026 - 10:24 WIB

Bank Jambi Kerinci Ambil Bagian di Festival Kopi Kerinci

Minggu, 20 September 2026 - 23:37 WIB

Proyek Tanggul Batang Merao Rp12,9 Miliar Disorot, Dugaan Pengurangan Jumbo Bag Minta Diusut

Minggu, 20 September 2026 - 22:40 WIB

Seduh 3.805 Kopi Semarakkan Festival Kopi Kerinci 2026

Berita Terbaru