Kontraktor Bermasalah Diduga Kembali Menangani Proyek Bandara Depati Parbo

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 29 Juli 2025 - 16:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KERINCI — Di tengah sorotan tajam publik, kontraktor lama yang sempat menuai kritik atas proyek Bandara Depati Parbo Kerinci justru kembali dipercaya menangani proyek strategis perluasan bandara tahun 2025. Padahal, rekam jejak perusahaan ini dinilai buruk oleh masyarakat dan penggiat anti-korupsi.

Kontraktor tersebut sebelumnya menggarap proyek drainase dan landasan pacu bandara yang hasilnya dinilai jauh dari standar. Sejumlah warga bahkan menyebut pekerjaan dilakukan “asal jadi” dengan mutu material yang dipertanyakan. Kini, perusahaan yang sama kembali mengantongi proyek bernilai miliaran rupiah.

“Track record buruk seharusnya jadi lampu merah, bukan malah diulang. Kalau tidak ada evaluasi menyeluruh, kita hanya sedang merancang kegagalan kedua,” tegas seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Baca Juga :  Meski di Hujat, Murison Tetap Tenang dan Damai

Sorotan juga datang dari Ketua LSM Jamtosc Kerinci–Sungai Penuh, Ikshan Muchlisien, yang secara terbuka mempertanyakan proses tender dan lemahnya sistem evaluasi penyedia jasa. Ia menduga adanya celah konflik kepentingan yang memungkinkan kontraktor bermasalah tetap lolos.

“Ini bukan proyek kecil. Bagaimana mungkin kontraktor yang pernah gagal tetap dipercaya mengelola proyek strategis? Ada yang tidak beres dalam sistem pengawasan dan seleksi rekanan,” ujar Ikshan.

Baca Juga :  Sinergi Pemkab Kerinci dan Bank Jambi, Bupati Monadi Bersama Pinca Ardian Setiawan Salurkan CSR Masjid

Ia mendesak Kementerian Perhubungan RI untuk turun tangan dan melakukan audit langsung atas proyek-proyek sebelumnya yang telah dikerjakan oleh kontraktor tersebut.

“Silakan dicek langsung. Pagar dan drainase bandara itu dikerjakan asal-asalan, pakai material yang jauh dari spesifikasi. Kalau dibiarkan, ini bisa jadi preseden buruk dalam tata kelola proyek nasional,” tambahnya.

Kembalinya kontraktor ini menggarap proyek bandara kian memperkuat dugaan bahwa transparansi dan akuntabilitas dalam pengadaan proyek pemerintah masih menyisakan persoalan besar. Kini, publik menanti langkah tegas dari pihak berwenang sebelum uang rakyat kembali terbuang percuma.(adi)

Berita Terkait

Muhammad Farlan dari Muara Semerah Berjuang Melawan Tumor Tulang, Karang Taruna Buka Donasi untuk Bantu Pengobatan
Camat Depati Tujuh Indra Hermawan Bantah Tuduhan Pungli, Siap Tempuh Jalur Hukum atas Dugaan Pencemaran Nama Baik
Beras Payo Koerintji Resmi Kantongi Sertifikat Indikasi Geografis
Lampu Padam di Tanah Cogok, ini Dugaan Penyebab dan Keterangan PLN
Serah Terima Lapangan Proyek, Pembangunan RSUD Kerinci Resmi Dimulai
Sosialisasi Tata Kelola Keuangan KONI Kerinci 2026, Nafrizal Tekankan Transparansi dan Profesionalisme Organisasi
Tanggul dan Normalisasi Sungai Batang Merao Jadi Solusi Banjir di Sungai Penuh dan Kerinci
Dihadiri Kasi Pidsus dan Kasi Datun, Camat dan Seluruh Kades di Depati Tujuh Ikuti Sosialisasi Anti Korupsi Keuangan Negara
Berita ini 5 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 09:37 WIB

Muhammad Farlan dari Muara Semerah Berjuang Melawan Tumor Tulang, Karang Taruna Buka Donasi untuk Bantu Pengobatan

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:37 WIB

Camat Depati Tujuh Indra Hermawan Bantah Tuduhan Pungli, Siap Tempuh Jalur Hukum atas Dugaan Pencemaran Nama Baik

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:10 WIB

Beras Payo Koerintji Resmi Kantongi Sertifikat Indikasi Geografis

Selasa, 23 Juni 2026 - 22:27 WIB

Lampu Padam di Tanah Cogok, ini Dugaan Penyebab dan Keterangan PLN

Sabtu, 20 Juni 2026 - 19:36 WIB

Serah Terima Lapangan Proyek, Pembangunan RSUD Kerinci Resmi Dimulai

Berita Terbaru