Proyek Jalan Rp 4,14 Miliar di Pengasi Disorot, Diduga Asal Jadi dan Dikerjakan Saat Hujan Deras

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 20 Agustus 2025 - 13:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GLOBALJAMBI.CO.ID, KERINCI – Proyek Preservasi Jalan BTS Kabupaten Merangin/Kerinci–Sanggaran Agung yang dikerjakan PT Air Tenang menuai kritik pedas. Pekerjaan jalan yang berlokasi di Desa Pengasi dengan nilai kontrak mencapai Rp 4,14 miliar itu dinilai cacat mutu dan terkesan asal-asalan.

Ironisnya, demi mengejar target, pihak kontraktor nekat melanjutkan pekerjaan hingga malam hari. Parahnya lagi, pengaspalan tetap dipaksakan meski hujan deras mengguyur lokasi pada Selasa malam (19/8).

Baca Juga :  Pemerintah Pusat Wajibkan Pemda Alokasikan 2% Dana Transfer Umum, Sinergi Penanganan Dampak Inflasi

Edi, salah seorang warga Desa Pengasi, membenarkan adanya kejanggalan dalam proyek yang telah berjalan sejak Maret lalu. Ia menyebut, kualitas pengerjaan sangat meresahkan masyarakat.

“Banyak warga protes. Material tidak dibersihkan dengan baik, pengerjaan jauh dari standar. Lebih parah, mereka mengaspal saat hujan deras,” ungkapnya geram.

Menurut Edi, metode kerja kontraktor patut dipertanyakan. “Sorenya jalan masih tanah, paginya sudah diaspal. Padahal malamnya hujan lebat. Bagaimana kualitasnya kalau dikerjakan begitu?” tegasnya.

Baca Juga :  Monadi - Murison : Kami Tinggal di Kerinci, Bukan Baru Pulang ke Kerinci

Proyek yang seharusnya memberi manfaat justru memunculkan tanda tanya besar. Dengan anggaran miliaran rupiah, publik layak mempertanyakan transparansi dan pengawasan dari dinas terkait.

Hingga berita ini diturunkan, baik pihak PT Air Tenang maupun instansi teknis yang berwenang masih bungkam dan belum memberikan klarifikasi atas tudingan masyarakat.(adi)

Berita Terkait

Muhammad Farlan dari Muara Semerah Berjuang Melawan Tumor Tulang, Karang Taruna Buka Donasi untuk Bantu Pengobatan
Camat Depati Tujuh Indra Hermawan Bantah Tuduhan Pungli, Siap Tempuh Jalur Hukum atas Dugaan Pencemaran Nama Baik
Beras Payo Koerintji Resmi Kantongi Sertifikat Indikasi Geografis
Lampu Padam di Tanah Cogok, ini Dugaan Penyebab dan Keterangan PLN
Serah Terima Lapangan Proyek, Pembangunan RSUD Kerinci Resmi Dimulai
Sosialisasi Tata Kelola Keuangan KONI Kerinci 2026, Nafrizal Tekankan Transparansi dan Profesionalisme Organisasi
Tanggul dan Normalisasi Sungai Batang Merao Jadi Solusi Banjir di Sungai Penuh dan Kerinci
Dihadiri Kasi Pidsus dan Kasi Datun, Camat dan Seluruh Kades di Depati Tujuh Ikuti Sosialisasi Anti Korupsi Keuangan Negara
Berita ini 8 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 09:37 WIB

Muhammad Farlan dari Muara Semerah Berjuang Melawan Tumor Tulang, Karang Taruna Buka Donasi untuk Bantu Pengobatan

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:37 WIB

Camat Depati Tujuh Indra Hermawan Bantah Tuduhan Pungli, Siap Tempuh Jalur Hukum atas Dugaan Pencemaran Nama Baik

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:10 WIB

Beras Payo Koerintji Resmi Kantongi Sertifikat Indikasi Geografis

Selasa, 23 Juni 2026 - 22:27 WIB

Lampu Padam di Tanah Cogok, ini Dugaan Penyebab dan Keterangan PLN

Sabtu, 20 Juni 2026 - 19:36 WIB

Serah Terima Lapangan Proyek, Pembangunan RSUD Kerinci Resmi Dimulai

Berita Terbaru