Wako Alfin Harus Faham, Jembatan Layang itu Ikon Wisata, Pedagang dan Macet Itulah Seninya Wisata

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 07:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GLOBALJAMBI.CO.ID, Sungaipenuh – Pak Wali Kota yang terhormat, izinkan warga menyampaikan uneg-uneg soal nasib Jembatan Kerinduan, ikon wisata yang dulu selalu ramai dan hidup. Sore-sore, tempat ini seperti pasar kuliner terbuka—pedagang kaki lima (PKL) berjajar, anak-anak berlarian, orang berfoto dengan latar sunset, dan kendaraan lalu-lalang meski sedikit macet. Tapi, bukankah itu justru bagian dari seninya?

Sejak penertiban oleh Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan instansi terkait, suasana itu hilang. Jembatan kini memang rapi dan trotoarnya kosong, tapi juga sunyi. Tidak ada lagi aroma jagung bakar, tidak ada lagi deretan es tebu, tidak ada lagi musik dari speaker kecil para pedagang. “Yang ada hanya tiang lampu, jalan aspal, dan angin sore yang terasa dingin,” Ujar Pratama, warga Sungai Penuh.

Dikatakan nya bahwa, Warga paham aturan harus ditegakkan. Berjualan di trotoar melanggar Perda, demi kelancaran lalu lintas, kenyamanan, dan kebersihan. Tapi, apakah ikon wisata bisa dibiarkan steril seperti ini? Para PKL hadir bukan tanpa alasan, lapangan kerja terbatas, ekonomi sulit, dan lokasi jembatan strategis untuk mencari nafkah. “Mereka justru ikut membuat Sungai Penuh punya magnet bagi wisatawan, ” Tegasnya.

Beberapa pengamat pariwisata bahkan menilai, kemacetan kecil, keramaian, dan interaksi di jembatan adalah bagian dari “cerita” sebuah tempat wisata. Menertibkan tanpa memberi solusi hanya mematikan denyut hidupnya.

“Pak Wali, warga hanya ingin agar penertiban ini diikuti dengan penataan. Beri ruang bagi pedagang untuk tetap berjualan dengan rapi dan tertib, sehingga wisatawan tetap punya alasan datang, dan PKL tetap punya sumber penghidupan. Sebab, jembatan ini bukan hanya beton dan lampu, tapi juga tempat ribuan cerita dan rezeki, ” Pungkasnya.(adi)

Baca Juga :  Ketua Relawan AZ-FER Dasira, Bantah Tim Relawannya Diringkus Polisi

Berita Terkait

Wako Alfin Lantik Y.Z. Oktovianus sebagai Dewan Pengawas PDAM Tirta Khayangan Periode 2026-2030
Wako Alfin Naik ke Menara Masjid Raya Sungai Penuh, Mengingat Sejarah Pengibaran Merah Putih Pertama di Kerinci
Kerinci dan Sungai Penuh Dukung Batik Air Beroperasi di Bandara Muara Bungo
Ucapan Pemkot Sungai Penuh untuk H. Murison Jadi Simbol Harmoni Dua Daerah Bertetangga
Penuh Haru, Ny. Sri Kartini Alfin Hadirkan Semangat bagi Pasien Cuci Darah di RSUD MH Thalib
Wako Alfin Serahkan Ambulance untuk Warga Desa Sungai Ning
ASN Sungai Penuh Qurban 39 Ekor Sapi
Wako Alfin Launching Digitalisasi Legalitas Kotak Amal dengan Sistem QR Barcode
Berita ini 5 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 12:04 WIB

Wako Alfin Lantik Y.Z. Oktovianus sebagai Dewan Pengawas PDAM Tirta Khayangan Periode 2026-2030

Senin, 1 Juni 2026 - 08:00 WIB

Wako Alfin Naik ke Menara Masjid Raya Sungai Penuh, Mengingat Sejarah Pengibaran Merah Putih Pertama di Kerinci

Jumat, 29 Mei 2026 - 19:22 WIB

Kerinci dan Sungai Penuh Dukung Batik Air Beroperasi di Bandara Muara Bungo

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:01 WIB

Ucapan Pemkot Sungai Penuh untuk H. Murison Jadi Simbol Harmoni Dua Daerah Bertetangga

Jumat, 29 Mei 2026 - 14:12 WIB

Penuh Haru, Ny. Sri Kartini Alfin Hadirkan Semangat bagi Pasien Cuci Darah di RSUD MH Thalib

Berita Terbaru