CV Syandananirwasita Indotech, Konsultan Pengawas Proyek Korupsi PJU Dishub Kerinci Kebal Hukum ?

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 18 Juli 2025 - 12:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GLOBALJAMBI.CO.ID, Kerinci – Penanganan kasus dugaan korupsi proyek Penerangan Jalan Umum (PJU) di Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kerinci tahun 2023 memasuki babak baru. Kali ini, sorotan tajam diarahkan kepada konsultan pengawas proyek, CV Syandananirwasita Indotech, yang diduga kuat turut bertanggung jawab atas bobroknya pelaksanaan proyek bernilai miliaran rupiah tersebut.

Desakan publik terhadap Kejaksaan Negeri (Kejari) Sungai Penuh untuk mengusut tuntas keterlibatan konsultan pengawas semakin menguat. Banyak pihak menilai, lemahnya fungsi pengawasan di lapangan membuka celah bagi terjadinya praktik korupsi secara masif.

“Kalau proyek ini bermasalah, itu berarti pengawasannya tidak jalan. Konsultan pengawas harus diperiksa — apakah mereka hanya lalai atau memang ikut menikmati aliran dana haram,” tegas Irman, tokoh masyarakat Kerinci, kepada media.

Baca Juga :  IPSI Kerinci hadiri Raker di Provinsi Jambi

Seperti diketahui, proyek PJU yang sedianya memberi manfaat besar untuk penerangan jalan rakyat Kerinci malah menjadi bancakan. Penyidik telah menetapkan dua pejabat Dishub dan tujuh rekanan kontraktor sebagai tersangka. Namun, publik menilai masih banyak aktor di balik layar yang belum tersentuh hukum.

Nama CV Syandananirwasita Indotech, yang terdaftar sebagai konsultan pengawas proyek di laman LPSE Kabupaten Kerinci tahun 2023, kini menjadi sorotan. Perusahaan yang beralamat di Jl. Merak XI No. 01, Sidomulyo, Pekanbaru, Riau, didesak untuk segera diperiksa oleh penyidik karena dianggap mengetahui secara langsung proses teknis dan realisasi di lapangan.

Baca Juga :  Hadir Ditengah Masyarakat, Bupati Kerinci Monadi Ikut Goro di Bendung Air Kasigi

“Jangan hanya yang eksekusi proyek yang diperiksa. Konsultan pengawas juga harus dimintai keterangan. Karena kalau mereka bekerja sesuai tupoksinya, maka penyimpangan pasti bisa dicegah sejak awal,” tambah Irman.

Kejari Sungai Penuh sendiri menyatakan bahwa pengusutan kasus ini masih terus bergulir. Penyidik kini tengah menelusuri lebih dalam aliran dana dan peran masing-masing pihak dalam pelaksanaan proyek tersebut.

Masyarakat berharap penegakan hukum dilakukan secara transparan, adil, dan tanpa tebang pilih. Semua pihak yang terbukti terlibat — baik secara langsung maupun tidak langsung — harus dibawa ke meja hijau, termasuk konsultan pengawas.(Adi)

Berita Terkait

Tanggul dan Normalisasi Sungai Batang Merao Jadi Solusi Banjir di Sungai Penuh dan Kerinci
Dihadiri Kasi Pidsus dan Kasi Datun, Camat dan Seluruh Kades di Depati Tujuh Ikuti Sosialisasi Anti Korupsi Keuangan Negara
Kerugian Hingga 620 Juta, Pemilik Juanda Cafe dan Biliar Dilaporkan ke Polisi
Bupati Monadi Wujudkan WTP Ke-11, Tegaskan Komitmen Tingkatkan Tata Kelola Keuangan
Tender RSUD Kerinci Tuntas, Bupati Monadi: Hadiah Bahagia untuk Pelayanan Kesehatan Masyarakat
Ajang Bergengsi Tuai Kontroversi, Para Juara Asia MX Kecewa Hadiah Tak Sesuai
Wabup Murison Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Tegaskan Pancasila Perekat Persatuan Bangsa dan Fondasi Perdamaian Dunia
Wako Alfin Naik ke Menara Masjid Raya Sungai Penuh, Mengingat Sejarah Pengibaran Merah Putih Pertama di Kerinci
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 20:10 WIB

Tanggul dan Normalisasi Sungai Batang Merao Jadi Solusi Banjir di Sungai Penuh dan Kerinci

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:05 WIB

Dihadiri Kasi Pidsus dan Kasi Datun, Camat dan Seluruh Kades di Depati Tujuh Ikuti Sosialisasi Anti Korupsi Keuangan Negara

Sabtu, 6 Juni 2026 - 18:03 WIB

Kerugian Hingga 620 Juta, Pemilik Juanda Cafe dan Biliar Dilaporkan ke Polisi

Rabu, 3 Juni 2026 - 09:44 WIB

Bupati Monadi Wujudkan WTP Ke-11, Tegaskan Komitmen Tingkatkan Tata Kelola Keuangan

Senin, 1 Juni 2026 - 22:37 WIB

Tender RSUD Kerinci Tuntas, Bupati Monadi: Hadiah Bahagia untuk Pelayanan Kesehatan Masyarakat

Berita Terbaru