GLOBALJAMBI.CO.ID – Bank Jambi terus menunjukkan stabilitas di tengah dinamika yang berkembang dalam beberapa waktu terakhir. Sejumlah pengamat menilai kondisi tersebut bukan krisis, melainkan bagian dari proses modernisasi dan transformasi kelembagaan untuk memperkuat daya saing bank daerah di era digital.
Pengamat perbankan daerah, Laila Farhat, menegaskan Bank Jambi saat ini berada dalam fase pembaruan sistem dan penguatan tata kelola. Menurutnya, langkah tersebut menjadi strategi penting agar bank daerah mampu bersaing di tengah ketatnya industri jasa keuangan nasional.
Selain itu, ia menilai aktivitas operasional Bank Jambi masih berjalan normal. Pelayanan nasabah tetap aktif, transaksi keuangan terus berlangsung, dan fungsi penghimpunan dana maupun penyaluran kredit masih berjalan stabil.
Transformasi Bank Jambi Perkuat Sistem dan Tata Kelola
Laila Farhat menjelaskan dinamika yang muncul di ruang publik harus dipahami sebagai bagian dari proses pembenahan internal. Menurutnya, hampir seluruh industri perbankan menghadapi tantangan serupa ketika memasuki era digitalisasi dan persaingan layanan keuangan modern.
“Kalau kita melihat indikator perbankan secara objektif, aktivitas operasional Bank Jambi masih berjalan normal. Pelayanan nasabah tetap berlangsung, transaksi keuangan tetap aktif, fungsi penghimpunan dana dan penyaluran kredit juga masih berjalan. Jadi ini bukan krisis, tetapi proses transformasi menuju sistem yang lebih baik,” ujarnya di Jambi, Minggu (4/5/2026).
Lebih lanjut, ia menilai Bank Jambi terus memperkuat tata kelola perusahaan, meningkatkan efisiensi operasional, dan mempercepat modernisasi layanan berbasis digital. Selain itu, manajemen juga terus memperbaiki sistem pengawasan risiko agar perusahaan semakin sehat dan profesional.
Karena itu, transformasi tersebut menjadi langkah penting agar Bank Jambi mampu tumbuh sebagai institusi keuangan regional yang modern dan terpercaya.
Digitalisasi dan SDM Jadi Kunci Daya Saing Bank Daerah
Menurut Laila Farhat, perkembangan industri perbankan berlangsung sangat cepat. Oleh sebab itu, bank daerah tidak bisa lagi hanya mengandalkan sistem lama dalam menghadapi kebutuhan masyarakat modern.
Ia menegaskan digitalisasi layanan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan pengawasan internal menjadi faktor utama dalam menjaga keberlanjutan bisnis perbankan.
“Perbankan sekarang berubah sangat cepat. Bank daerah tidak bisa lagi hanya mengandalkan sistem lama. Karena itu modernisasi layanan, digitalisasi transaksi, peningkatan kualitas SDM, dan penguatan pengawasan internal menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan bisnis perbankan,” katanya.
Selain itu, ia menilai Bank Jambi masih memiliki fondasi bisnis yang kuat karena mendapat dukungan dari aktivitas ekonomi daerah, sektor ASN, pemerintah daerah, hingga pelaku UMKM yang terus berkembang di Provinsi Jambi.
Dengan kondisi tersebut, Bank Jambi dinilai masih memiliki kemampuan menjaga stabilitas layanan dan mempertahankan kepercayaan masyarakat.
Pengamat Ajak Masyarakat Dukung Proses Modernisasi Bank Jambi
Laila Farhat juga mengajak masyarakat agar tetap rasional dan objektif dalam menyikapi berbagai isu yang berkembang. Menurutnya, dukungan publik sangat penting agar proses transformasi berjalan optimal dan membawa dampak positif bagi kemajuan bank daerah.
Ia menilai indikator utama kesehatan bank terletak pada kemampuan menjalankan fungsi intermediasi, menjaga likuiditas, serta mempertahankan pelayanan kepada masyarakat.
“Dalam industri perbankan, kepercayaan publik memang penting. Tetapi ukuran utama kesehatan bank tetap pada kemampuan menjalankan fungsi intermediasi, menjaga likuiditas, dan mempertahankan pelayanan kepada masyarakat. Saya melihat fungsi-fungsi itu masih berjalan baik di Bank Jambi,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Laila Farhat menekankan pentingnya menjaga tata kelola perusahaan, transparansi, dan konsistensi pelayanan agar Bank Jambi mampu berkembang menjadi bank daerah yang semakin adaptif terhadap perubahan zaman.
“Transformasi memang sering menimbulkan dinamika, tetapi itu bagian dari proses menuju institusi yang lebih kuat. Yang paling penting sekarang adalah menjaga tata kelola, transparansi, dan konsistensi pelayanan kepada masyarakat,” tutupnya.








