Kenaikan BBM Picu Lonjakan Harga Material Bangunan di Kerinci

- Jurnalis

Sabtu, 25 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

GLOBALJAMBI.CO.ID – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) langsung mengguncang sektor bangunan di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Dampaknya terasa cepat, terutama pada harga material seperti pasir dan batu yang kini melonjak tajam hingga 60 persen.

Kondisi ini tidak hanya menekan pelaku usaha, tetapi juga membebani masyarakat yang tengah membangun rumah atau menjalankan proyek kecil. Selain itu, lonjakan harga tersebut memicu kekhawatiran akan melambatnya aktivitas pembangunan di daerah.

Harga Material Melonjak Tajam, Bebani Masyarakat

Di lapangan, para pedagang dan penyedia material langsung menyesuaikan harga. Akibatnya, masyarakat harus mengeluarkan biaya jauh lebih besar dibandingkan sebelumnya. Bahkan, banyak warga mulai mempertimbangkan ulang rencana pembangunan mereka.

Baca Juga :  Sosialisasi Purna Tugas ASN, Wabup Murison Ajak ASN Kerinci Tetap Berkarya untuk Masyarakat

Selain itu, kenaikan ini tidak terjadi secara bertahap, melainkan berlangsung cepat dalam waktu singkat. Oleh karena itu, daya beli masyarakat pun ikut tertekan, terutama bagi kalangan menengah ke bawah.

Biaya Operasional Naik, Ongkos Angkut Ikut Terkerek

Seiring kenaikan harga BBM, para sopir dump truk langsung menghadapi lonjakan biaya operasional. Mereka kemudian menaikkan ongkos angkut untuk menutupi biaya bahan bakar yang semakin mahal.

“Sekarang biaya jalan makin tinggi karena solar mahal. Jadi kami harus menaikkan ongkos angkut, dan otomatis harga pasir serta batu ikut naik,” ujar seorang sopir dump truk, Sabtu (25/5/2026).

Selain itu, frekuensi pengangkutan juga menurun. Jika sebelumnya sopir bisa melakukan beberapa kali pengiriman dalam sehari, kini mereka hanya mampu satu hingga dua kali perjalanan.

Baca Juga :  Diduga Terjadi Kecurangan Pileg di Dapil 3 Kerinci, Surat Suara Hampir Habis Padahal Banyak warga Diluar Negeri

Permintaan Menurun, Proyek Mulai Tertunda

Di sisi lain, kenaikan harga material langsung menekan permintaan pasar. Banyak pembeli memilih menunda pembangunan karena biaya yang semakin tidak terjangkau.

Akibatnya, aktivitas distribusi material ikut melambat. Para sopir dan pelaku usaha pun mulai merasakan penurunan pendapatan. Kondisi ini berpotensi memperlambat pertumbuhan sektor konstruksi di daerah.

Oleh sebab itu, masyarakat berharap pemerintah daerah bersama DPRD segera mengambil langkah konkret. Mereka menginginkan solusi yang mampu menstabilkan harga, sehingga sektor pembangunan tetap berjalan dan tidak semakin membebani warga.

Berita Terkait

Kerinci, Negeri Seribu Cerita: Jejak Megalitikum Ribuan Tahun Masih Tersimpan hingga Kini
Kerinci Negeri Seribu Budaya, Warisan Leluhur yang Terus Hidup di Tengah Keindahan Alam
Tiga Bulan Lagi, Siapa Pimpin Tirta Sakti Kerinci? Mario dan Andi Masuk Bursa
HUT RI ke-81 di Depati Tujuh Makin Meriah, Lomba Domino Jadi Magnet Masyarakat
Bank Jambi Kerinci Sosialisasikan Produk Perbankan ke Sejumlah Sekolah
Disparbud Kerinci Bekali 30 Tour Guide, Dorong Brand Pariwisata yang Berdaya Saing
PC IMM Kerinci Geruduk Kejari Sungai Penuh, Desak Penegakan Hukum Tanpa Tebang Pilih
Pengamat: CSR Bank Jambi Perkuat Struktur Sosial Lewat Bantuan Masjid dan Kegiatan Kemasyarakatan
Berita ini 52 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:53 WIB

Kerinci, Negeri Seribu Cerita: Jejak Megalitikum Ribuan Tahun Masih Tersimpan hingga Kini

Kamis, 13 Agustus 2026 - 21:43 WIB

Kerinci Negeri Seribu Budaya, Warisan Leluhur yang Terus Hidup di Tengah Keindahan Alam

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:04 WIB

Tiga Bulan Lagi, Siapa Pimpin Tirta Sakti Kerinci? Mario dan Andi Masuk Bursa

Rabu, 12 Agustus 2026 - 16:37 WIB

HUT RI ke-81 di Depati Tujuh Makin Meriah, Lomba Domino Jadi Magnet Masyarakat

Rabu, 12 Agustus 2026 - 15:21 WIB

Bank Jambi Kerinci Sosialisasikan Produk Perbankan ke Sejumlah Sekolah

Berita Terbaru