Program P3A di Kerinci Diduga Cacat Mutu, Petani Kecewa: “Dana Besar, Hasil Mengecewakan”

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 8 September 2025 - 21:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GLOBALJAMBI.CO.ID, KERINCI – Pelaksanaan proyek Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) di sejumlah wilayah Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh menuai sorotan tajam. Program yang menelan anggaran sekitar Rp195 juta tersebut dinilai tidak transparan, cacat mutu, dan berpotensi gagal memberikan manfaat maksimal bagi petani.

Sejumlah desa di Kecamatan Danau Kerinci Barat, Tanah Cogok, Sitinjau Laut, Siulak, hingga Siulak Mukai tercatat sebagai penerima program. Di Kota Sungai Penuh, alokasi P3A juga menyasar desa-desa di Kecamatan Tanah Kampung. Meski tujuan awalnya untuk memperkuat kelompok tani dalam pengelolaan irigasi, meningkatkan hasil panen, serta mendorong kesejahteraan petani, kenyataannya program ini justru dinilai jauh dari sasaran.

Dasar Hukum Ada, Pelaksanaan Bermasalah

Baca Juga :  Aktivis Muda Kerinci dan Kota Sungai Penuh Angkat Bicara Masalah Kondisi Jalan Nasional Leter W

Secara regulasi, program P3A memiliki landasan hukum yang jelas.

UU No. 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air: mengamanatkan pengelolaan partisipatif dan berkelanjutan.

PP No. 20 Tahun 2006 tentang Irigasi: menekankan pemberdayaan petani dalam mengelola jaringan irigasi.

Permen PUPR No. 12/PRT/M/2015: mempertegas peran P3A dalam eksploitasi dan pemeliharaan jaringan irigasi.

Namun, semangat regulasi itu seakan tergerus oleh dugaan penyimpangan di lapangan.

Warga dan Petani Suarakan Kekecewaan

Amri (45), warga Kerinci, menyebut proyek P3A kali ini sarat kejanggalan.
“Kalau dilihat kualitas pekerjaannya, jauh dari harapan. Padahal dana yang dipakai tidak sedikit. Kami khawatir bangunan tidak akan bertahan lama dan malah merugikan petani. Lagi pula, kelompok tani pelaksana pun tidak jelas,” ujarnya kecewa.

Baca Juga :  Bupati Monadi dan Wabup Murison Tinjau Kebun Kopi Petani Sukses di Desa Masgo

Nada serupa disampaikan Sutrisno (50), seorang petani. Menurutnya, proyek ini sama saja dengan program P3A sebelumnya yang penuh masalah.
“Tidak ada transparansi, kualitas bangunan juga jauh dari maksimal. Rasanya ini lebih banyak formalitas daripada manfaat nyata,” tegasnya.

Desakan Evaluasi Menguat

Hingga kini, baik pihak Balai Wilayah Sungai Sumatera selaku pemberi program maupun kelompok tani pelaksana belum memberikan klarifikasi resmi. Kondisi ini semakin memicu kecurigaan publik.

Di sisi lain, desakan agar program P3A dievaluasi total terus menguat. Masyarakat berharap pemerintah tidak sekadar menggelontorkan dana, tetapi juga memastikan pelaksanaan sesuai tujuan: memperkuat kelompok tani dan menyejahterakan petani, bukan sebaliknya.(adi)

Berita Terkait

Bupati Kerinci Monadi Kawal Sinkronisasi Pembangunan Kerinci di Musrenbang Jambi 2027
Gerak Cepat! Bupati Monadi Awasi Perbaikan Jalan Renah Pemetik
Nostalgia di Depati Tujuh, Ketua PKK Kerinci Novra Wenti Salurkan Bantuan Stunting
Pasca Lebaran, DPRD Kerinci Turun ke Pasar Cek Harga Bahan Pokok
Membludak!!! Antusias Masyarakat Depati Tujuh mendaftar NIB Usaha Gratis bersama Ibuk Era Tri Suci dkk Pembina Industri
Rapat DPRD, Wabup Murison Jawab DPRD Soal LKPJ 2025
DPRD Kerinci Soroti LKPJ 2025, Fokus Layanan dan Infrastruktur
Dari Desa ke Panggung Nasional: Dua Putra Terbaik Sebukar Pimpin Balai Bahasa
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 22:20 WIB

Bupati Kerinci Monadi Kawal Sinkronisasi Pembangunan Kerinci di Musrenbang Jambi 2027

Sabtu, 11 April 2026 - 19:54 WIB

Gerak Cepat! Bupati Monadi Awasi Perbaikan Jalan Renah Pemetik

Kamis, 9 April 2026 - 16:21 WIB

Nostalgia di Depati Tujuh, Ketua PKK Kerinci Novra Wenti Salurkan Bantuan Stunting

Rabu, 8 April 2026 - 16:41 WIB

Membludak!!! Antusias Masyarakat Depati Tujuh mendaftar NIB Usaha Gratis bersama Ibuk Era Tri Suci dkk Pembina Industri

Rabu, 8 April 2026 - 01:06 WIB

Rapat DPRD, Wabup Murison Jawab DPRD Soal LKPJ 2025

Berita Terbaru