GLOBALJAMBI.CO.ID, KERINCI — Pemerintah Kabupaten Kerinci resmi menyampaikan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2026 dalam Rapat Paripurna DPRD Kerinci, Rabu (26/11/2025). Penyampaian tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Kerinci, H. Murison, S.Pd, S.Sos, M.Si, sebagai bagian dari tahapan konstitusional dalam penyusunan APBD daerah.
Rapat Paripurna dipimpin oleh Ketua DPRD Kerinci dan turut dihadiri Wakil Ketua beserta seluruh anggota DPRD. Hadir pula unsur Forkopimda, para Asisten Setda, Staf Ahli, pimpinan perangkat daerah, tokoh masyarakat, serta insan pers.
Dalam paparannya, Wabup Murison menjelaskan bahwa target pendapatan daerah Kerinci pada tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp1,119 triliun, yang terdiri dari:
Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp50,969 miliar, meningkat 3,16% dari tahun sebelumnya.
Dana Transfer mencapai Rp1,055 triliun yang bersumber dari pemerintah pusat dan antar daerah.
Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah sebesar Rp12,372 miliar.
Belanja daerah direncanakan sebesar Rp1,141 triliun, atau menurun 7,93% dari perubahan APBD sebelumnya. Dengan demikian, RAPBD 2026 mengalami defisit Rp21,788 miliar yang akan ditutupi melalui penerimaan pembiayaan daerah pada jumlah yang sama.
Wabup Murison menekankan bahwa kualitas belanja harus semakin efektif dan tepat sasaran demi mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat serta pencapaian prioritas pembangunan. Komposisi belanja daerah 2026 meliputi:
- Belanja Operasional – Rp811,332 miliar
Belanja Pegawai: Rp598,118 miliar
Belanja Barang dan Jasa: Rp206,260 miliar
Belanja Subsidi: Rp80 juta
Belanja Hibah: Rp6,873 miliar - Belanja Modal – Rp49,255 miliar
Difokuskan untuk percepatan pembangunan fisik, termasuk pengadaan tanah, peralatan, pembangunan gedung, jalan, irigasi, dan aset lainnya. - Belanja Tidak Terduga – Rp3,1 miliar
Dialokasikan untuk penanganan keadaan darurat. - Belanja Transfer – Rp277,428 miliar
Sebagian besar diperuntukkan bagi pemerintah desa sebagai bantuan keuangan.
Dalam kesempatan itu, Wabup Murison menegaskan bahwa tidak seluruh aspirasi dari masyarakat dapat diakomodasi dalam RAPBD karena keterbatasan ruang fiskal. Namun demikian, pemerintah daerah memastikan bahwa program-program prioritas dan mendesak menjadi fokus utama dalam mendukung visi pembangunan Kerinci.
Beliau juga meminta TAPD serta seluruh pimpinan perangkat daerah untuk aktif mengikuti seluruh proses pembahasan RAPBD, menyiapkan data pendukung secara komprehensif, dan menaati jadwal yang telah ditetapkan DPRD.
Rapat paripurna ditutup dengan prosesi penyerahan dokumen RAPBD Kabupaten Kerinci Tahun 2026 dari Wakil Bupati H. Murison kepada Pimpinan DPRD Kerinci. Penyerahan ini disaksikan seluruh peserta rapat sebagai tanda dimulainya tahap pembahasan RAPBD di tingkat legislatif.
Dengan penyampaian resmi RAPBD 2026 tersebut, pemerintah daerah berharap proses pembahasan dapat berlangsung efektif, transparan, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Kerinci.(Adi)









