GLOBALJAMBI.CO.ID, KERINCI – Sebuah rekaman video berdurasi lebih dari 20 menit yang menampilkan pidato Bupati Kerinci, Monadi, saat penyerahan mesin bajak sawah pada 29 Oktober lalu di Pahlawan Belui, Kecamatan Depati Tujuh, menjadi viral dan memicu perbincangan hangat di media sosial.
Dalam video tersebut, Bupati Monadi memberikan arahan kepada Camat Depati Tujuh yang baru, termasuk pesan agar tidak hanya berdiam diri di belakang, tetapi turun langsung berada di tengah masyarakat. Ia juga mencontohkan pengalamannya saat pernah menjabat sebagai Camat Depati Tujuh.
Namun perhatian publik tersedot pada bagian pidatonya yang menyinggung hubungan Camat dengan Kepala Desa terkait biaya tanda tangan administrasi. Monadi sempat mengucapkan angka tertentu yang kemudian diikuti dengan nasihat kepada sang Camat agar bersikap bijak.
Potongan pernyataan tersebut memicu berbagai tanggapan miring dari warganet. Sebagian menilai ucapan itu seolah membenarkan praktik penerimaan uang tidak resmi dalam layanan administrasi pemerintahan.
Menanggapi polemik tersebut, Bupati Monadi menegaskan bahwa ucapannya pada saat itu hanyalah guyonan dan bentuk keakraban, bukan pernyataan resmi. Ia menyebut bahwa sebelum acara berlangsung, ia telah meminta agar pidato tersebut tidak direkam karena sifatnya hanya candaan internal.
“Itu hanya bahasa guyonan dan keakraban di lokasi. Sudah saya sampaikan juga saat itu bahwa tidak untuk direkam,” tegas Monadi.
Di balik viralnya video tersebut, Bupati Monadi menegaskan bahwa pesan utama yang ingin ia sampaikan adalah agar pejabat kecamatan dan desa tidak memiliki pola pikir yang selalu dikaitkan dengan uang dalam setiap urusan pelayanan. Menurutnya, masyarakat harus mendapatkan pelayanan yang baik, cepat, dan tanpa pungutan tidak resmi.
Ia juga menekankan sejumlah poin penting, seperti:
Kantor desa harus buka tepat waktu, pukul 08.00 hingga 16.00 WIB.
Urusan administrasi harus cepat, tidak boleh berlarut-larut tanpa tindak lanjut.
Persoalan sampah di desa-desa wilayah Depati Tujuh harus ditangani dengan solusi yang cepat dan tepat.
Camat Depati Tujuh: “Semua Urusan Administrasi di Kantor Camat Gratis”
Menanggapi isu yang berkembang, Camat Depati Tujuh, Indra Hermawan, turut memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa sejak dirinya menjabat, seluruh layanan administrasi di Kantor Camat Depati Tujuh diberikan 100 persen gratis tanpa pungutan biaya apa pun. “Sejak saya menjabat, semua urusan administrasi di Kantor Camat Depati Tujuh gratis dan tidak dipungut biaya. Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik, sesuai arahan Bupati,” ujar Indra Hermawan.
Ia menambahkan bahwa pihak kecamatan berupaya mempercepat proses layanan, meningkatkan transparansi, dan memastikan masyarakat mendapatkan haknya sesuai standar pelayanan publik yang berlaku.
Dengan penjelasan dari Bupati Monadi dan klarifikasi dari Camat Depati Tujuh, pemerintah kecamatan berharap isu tersebut tidak lagi menimbulkan kesalahpahaman, serta fokus utama dapat kembali diarahkan pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.(Tim)









