Bikin Miris, Curhat Orang Tua Korban Bullying di Kerinci, Hingga Tangan Hampir Putus Kena Gigit

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 5 November 2025 - 11:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KERINCI — Suasana haru dan keprihatinan menyelimuti publik setelah curahan hati seorang orang tua viral di media sosial, menceritakan kekerasan yang menimpa anaknya di lingkungan sekolah dasar. Kasus ini terjadi di SDN 19 Pulau Sangkar, Kabupaten Kerinci, dan menggambarkan potret buram dunia pendidikan yang seharusnya menjadi tempat aman bagi anak-anak untuk tumbuh dan belajar dengan bahagia.

Dalam curhatannya, orang tua korban mengungkapkan kekecewaan mendalam atas tindakan kekerasan yang dialami anaknya oleh teman sekelas sendiri. Luka yang dialami sang anak bukan hanya di kulit, tetapi juga di hati.

“Anak yang selama ini saya jaga sepenuh hati pulang dengan luka di tangan, digigit oleh teman sekelas sampai berdarah dan harus ditangani tenaga kesehatan,” tulisnya dengan nada pilu.

Lebih mengejutkan lagi, tindakan serupa dikabarkan bukan kali pertama terjadi. Orang tua korban menyebut pelaku melakukan hal itu berulang kali, namun tidak ada tindak lanjut tegas dari pihak sekolah.

Baca Juga :  Haruskah Sejarah Kelembagaan Adat di Bumi Sakti Selunjur Alam Kerinci Dikonstruksi Ulang ???

“Menjadi pertanyaan besar bagi saya, apakah sekolah tidak mengetahui kejadian ini? Atau memang dibiarkan begitu saja tanpa penyelesaian?” tulisnya lagi.

Ironisnya, kasus ini semakin menuai perhatian setelah muncul kabar bahwa pelaku merupakan anak dari seorang guru di sekolah tersebut. Alih-alih menunjukkan tanggung jawab dan memberi teladan, keluarga pelaku justru disebut mencoba “menyelesaikan” masalah dengan cara yang tidak pantas membungkam korban dengan uang sebesar lima puluh ribu rupiah.

“Tidak ada itikad baik meminta maaf, tidak ada kesadaran untuk memperbaiki kesalahan. Hanya upaya menutup aib dan menutupi kebenaran,” ungkap orang tua korban dengan nada kecewa.

Kasus ini menimbulkan pertanyaan serius tentang peran dan tanggung jawab lembaga pendidikan dalam mencegah serta menangani kekerasan di sekolah. Apalagi, pelaku disebut berasal dari lingkungan pendidik yang seharusnya menjadi contoh bagi para siswa. “Kejadian ini bukan yang pertama kalinya, melainkan sudah sering berulangkali terjadi. Namun tak ada kunjung tindakan, dikarenakan pelaku merupakan anak dari salah seorang Guru di SD tersebut,” tegasnya.

Baca Juga :  Hadiri Apel Operasi Patuh Siginjai 2025, Wabup Kerinci Tekankan Keselamatan di Jalan

Masyarakat berharap pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Kerinci segera turun tangan untuk menindaklanjuti peristiwa ini dan memastikan kejadian serupa tidak terulang.

“Sekolah seharusnya tempat anak belajar sopan santun, bukan tempat mereka belajar saling menyakiti,” tutup sang orang tua dengan nada getir.

Peristiwa ini menjadi tamparan keras bagi dunia pendidikan, bahwa nilai kejujuran, empati, dan tanggung jawab tidak cukup diajarkan di kelas tetapi harus dicontohkan di kehidupan nyata, terutama oleh mereka yang mengaku sebagai pendidik.(Adi)

Berita Terkait

Tender RSUD Kerinci Tuntas, Bupati Monadi: Hadiah Bahagia untuk Pelayanan Kesehatan Masyarakat
Ajang Bergengsi Tuai Kontroversi, Para Juara Asia MX Kecewa Hadiah Tak Sesuai
Wabup Murison Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Tegaskan Pancasila Perekat Persatuan Bangsa dan Fondasi Perdamaian Dunia
Wako Alfin Naik ke Menara Masjid Raya Sungai Penuh, Mengingat Sejarah Pengibaran Merah Putih Pertama di Kerinci
Kerinci dan Sungai Penuh Dukung Batik Air Beroperasi di Bandara Muara Bungo
Ucapan Pemkot Sungai Penuh untuk H. Murison Jadi Simbol Harmoni Dua Daerah Bertetangga
Bupati Monadi Launching QR Code Kotak Amal Terintegrasi
Bank Jambi Ucapkan Selamat HUT Ke-61 Wabup Murison
Berita ini 3 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 22:37 WIB

Tender RSUD Kerinci Tuntas, Bupati Monadi: Hadiah Bahagia untuk Pelayanan Kesehatan Masyarakat

Senin, 1 Juni 2026 - 13:30 WIB

Ajang Bergengsi Tuai Kontroversi, Para Juara Asia MX Kecewa Hadiah Tak Sesuai

Senin, 1 Juni 2026 - 11:25 WIB

Wabup Murison Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Tegaskan Pancasila Perekat Persatuan Bangsa dan Fondasi Perdamaian Dunia

Senin, 1 Juni 2026 - 08:00 WIB

Wako Alfin Naik ke Menara Masjid Raya Sungai Penuh, Mengingat Sejarah Pengibaran Merah Putih Pertama di Kerinci

Jumat, 29 Mei 2026 - 19:22 WIB

Kerinci dan Sungai Penuh Dukung Batik Air Beroperasi di Bandara Muara Bungo

Berita Terbaru