Warga Tanco Kekeringan 2 Pekan, PDAM Tirta Sakti Kerinci Diguyur Penghargaan Bintang 5

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 8 Juni 2025 - 18:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GLOBALJAMBI.CO.ID, Kerinci – Di tengah krisis air bersih yang sudah berlangsung dua pekan di Tanah Cogok, PDAM Tirta Sakti Kerinci justru menorehkan prestasi yang gemilang luar biasa mencengangkan yakni meraih penghargaan TOP BUMD Awards 2025 kategori Bintang 5.

Ya, Anda tidak salah baca, di saat warga menyeduh teh dengan air hujan dan mandi menggunakan empati tetangga, PDAM Tirta Sakti justru diganjar sebagai perusahaan air minum daerah terbaik. Sebuah prestasi yang tampaknya lebih mengalir di atas kertas daripada di keran-keran warga. “Hebat sekali PDAM kita ini. Airnya tak sampai ke rumah kami, tapi pialanya sampai ke panggung nasional,” ujar Des, warga Tanah Cogok yang kini lebih akrab dengan galon dan ember ketimbang pancuran.

Baca Juga :  Kerinci Tuan Rumah, TLTD IV Kwarda Jambi

Tak hanya itu, sebagian warga bahkan mulai menyangka air kini sudah masuk kategori barang mewah, setara parfum impor atau kopi luwak. “Dulu kami antre beras, sekarang kami antre air. Tapi setidaknya PDAM-nya tak antre penghargaan,” sindir salah seorang warga, sambil menunjukkan jeriken kosong yang sudah menjadi perabot permanen di ruang tamunya.

Dalam keterangannya, pihak PDAM menyebut penghargaan ini sebagai “bukti transformasi layanan berbasis inovasi”. Tampaknya inovasi yang dimaksud adalah kemampuan bertahan tanpa air namun tetap menerima pengakuan nasional.

Warganet pun tak tinggal diam. Media sosial ramai dengan komentar pedas. “Kalau ini bintang lima, kami butuh sistem galaksi buat bisa hidup.”

Baca Juga :  HIPMI Kerinci Perkuat Sinergi dengan Pemkab di Ramadhan

“Selamat, PDAM! Airnya mungkin menghilang, tapi pencitraannya tetap mengalir.”

Menanggapi kondisi tersebut, Direktur Teknik PDAM Tirta Sakti Kerinci, Azwar Anas, akhirnya angkat bicara. Dalam keterangannya, ia menjelaskan bahwa gangguan air disebabkan oleh kerusakan mesin. “Air mati selama 2 pekan diakibatkan mesin pompa rusak. Insyaallah saat ini sudah kembali normal dan sudah diperbaiki. Jika ada air yang belum mengalir, pihak kami akan menyalurkan langsung ke rumah warga melalui mobil tangki,” ujarnya.

Untuk di ketahui bahwa terdapat 2 Desa yang mengalami krisi air selama 2 pekan yakni sebagian Desa Sebukar dan sebagian Desa Agung Koto Iman.(Adi)

Berita Terkait

Tender RSUD Kerinci Tuntas, Bupati Monadi: Hadiah Bahagia untuk Pelayanan Kesehatan Masyarakat
Ajang Bergengsi Tuai Kontroversi, Para Juara Asia MX Kecewa Hadiah Tak Sesuai
Wabup Murison Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Tegaskan Pancasila Perekat Persatuan Bangsa dan Fondasi Perdamaian Dunia
Wako Alfin Naik ke Menara Masjid Raya Sungai Penuh, Mengingat Sejarah Pengibaran Merah Putih Pertama di Kerinci
Kerinci dan Sungai Penuh Dukung Batik Air Beroperasi di Bandara Muara Bungo
Ucapan Pemkot Sungai Penuh untuk H. Murison Jadi Simbol Harmoni Dua Daerah Bertetangga
Bupati Monadi Launching QR Code Kotak Amal Terintegrasi
Bank Jambi Ucapkan Selamat HUT Ke-61 Wabup Murison
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 22:37 WIB

Tender RSUD Kerinci Tuntas, Bupati Monadi: Hadiah Bahagia untuk Pelayanan Kesehatan Masyarakat

Senin, 1 Juni 2026 - 13:30 WIB

Ajang Bergengsi Tuai Kontroversi, Para Juara Asia MX Kecewa Hadiah Tak Sesuai

Senin, 1 Juni 2026 - 11:25 WIB

Wabup Murison Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Tegaskan Pancasila Perekat Persatuan Bangsa dan Fondasi Perdamaian Dunia

Senin, 1 Juni 2026 - 08:00 WIB

Wako Alfin Naik ke Menara Masjid Raya Sungai Penuh, Mengingat Sejarah Pengibaran Merah Putih Pertama di Kerinci

Jumat, 29 Mei 2026 - 19:22 WIB

Kerinci dan Sungai Penuh Dukung Batik Air Beroperasi di Bandara Muara Bungo

Berita Terbaru