Mutu Dipertanyakan, Proyek Irigasi Rp12 Miliar Berpotensi Jadi Proyek Gagal

- Jurnalis

Senin, 22 September 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

GLOBALJAMBI.CO.ID – Proyek rehabilitasi jaringan irigasi Daerah Irigasi (D.I) Siulak Deras di Kabupaten Kerinci, Jambi, dengan anggaran fantastis mencapai Rp12 miliar dari APBN Tahun 2025, kini berubah menjadi polemik besar. Alih-alih menjadi solusi bagi petani, pelaksanaan proyek justru sarat dengan dugaan pelanggaran teknis, lemahnya pengawasan, hingga potensi kerugian negara.

Berdasarkan temuan di lapangan, pengecoran konstruksi dilakukan langsung di aliran Sungai Batang Merao. Praktik yang jelas-jelas menyalahi kaidah teknik ini dinilai sangat berisiko. Para ahli menegaskan, pengecoran dalam aliran air akan merusak ikatan beton sehingga mutu dan kekuatan bangunan terancam jauh di bawah standar. Dengan metode asal-asalan tersebut, proyek bernilai miliaran rupiah ini diprediksi tidak akan bertahan lama, bahkan bisa menjadi proyek gagal.

Baca Juga :  Wabup Kerinci Murison Hadiri Halalbihalal dan Silaturahmi HKTS-J

Tak hanya soal kualitas, aktivitas proyek juga menodai ekosistem sungai. Material sisa pekerjaan yang hanyut bersama arus dikhawatirkan mencemari air, padahal Sungai Batang Merao adalah urat nadi kehidupan masyarakat: sumber irigasi, kebutuhan rumah tangga, hingga air minum. Warga pun semakin resah karena alih-alih memberi manfaat, proyek justru berpotensi merusak lingkungan.

Kondisi diperparah dengan absennya tenaga pengawas di lapangan. Fakta ini menimbulkan tanda tanya besar: ke mana pihak berwenang yang seharusnya mengawal proyek sebesar ini? Apakah ada pembiaran dari dinas teknis, atau bahkan indikasi kongkalikong antara kontraktor dan pengawas proyek?

Seorang warga setempat, Arman, meluapkan kekesalannya. “Kalau pengecoran dilakukan di dalam air, bagaimana nanti kekuatan betonnya? Ini proyek besar, mestinya ada pengawasan. Jangan sampai uang rakyat sebesar itu dibuang percuma,” tegasnya.

Baca Juga :  Bank Jambi Kerinci Sosialisasikan Produk Perbankan ke Sejumlah Sekolah

Sejumlah pengamat menilai, persoalan ini bukan sekadar masalah teknis, melainkan juga indikasi lemahnya integritas pengelolaan anggaran negara. Proyek yang seharusnya menjadi tulang punggung ribuan hektare sawah justru berisiko berubah menjadi ladang bancakan, akibat kelalaian dan lemahnya kontrol dari pihak berwenang.

Hingga berita ini diterbitkan, tidak ada pernyataan resmi dari instansi terkait. Publik menuntut pemerintah daerah, Balai Wilayah Sungai, hingga aparat penegak hukum untuk segera turun tangan. Jika tidak, proyek bernilai Rp12 miliar ini hanya akan meninggalkan jejak buruk: mutu rendah, lingkungan rusak, dan kerugian negara yang tidak kecil.(adi)

Berita Terkait

Kabut Asap Mulai Mengganggu, Dinkes Kerinci Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Semarak HUT ke-81 RI, Karyawan dan Karyawati Bank Jambi Cabang Kerinci Ikuti Upacara dan Lomba 17 Agustus
Kerinci, Negeri Seribu Cerita: Jejak Megalitikum Ribuan Tahun Masih Tersimpan hingga Kini
Kerinci Negeri Seribu Budaya, Warisan Leluhur yang Terus Hidup di Tengah Keindahan Alam
Tiga Bulan Lagi, Siapa Pimpin Tirta Sakti Kerinci? Mario dan Andi Masuk Bursa
HUT RI ke-81 di Depati Tujuh Makin Meriah, Lomba Domino Jadi Magnet Masyarakat
Bank Jambi Kerinci Sosialisasikan Produk Perbankan ke Sejumlah Sekolah
Disparbud Kerinci Bekali 30 Tour Guide, Dorong Brand Pariwisata yang Berdaya Saing
Berita ini 21 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:48 WIB

Kabut Asap Mulai Mengganggu, Dinkes Kerinci Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:53 WIB

Kerinci, Negeri Seribu Cerita: Jejak Megalitikum Ribuan Tahun Masih Tersimpan hingga Kini

Kamis, 13 Agustus 2026 - 21:43 WIB

Kerinci Negeri Seribu Budaya, Warisan Leluhur yang Terus Hidup di Tengah Keindahan Alam

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:04 WIB

Tiga Bulan Lagi, Siapa Pimpin Tirta Sakti Kerinci? Mario dan Andi Masuk Bursa

Rabu, 12 Agustus 2026 - 16:37 WIB

HUT RI ke-81 di Depati Tujuh Makin Meriah, Lomba Domino Jadi Magnet Masyarakat

Berita Terbaru