Ketua DPRD Jambi Hafiz : “Apo Selero Kau?” Pengamat: Bentuk Krisis Etika Pejabat Publik

- Jurnalis

Minggu, 27 April 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

GLOBALJAMBI.COM, Jambi – Video viral Ketua DPRD Provinsi Jambi yang membentak pendemo dengan kalimat “Apo selero kau?” terus menuai gelombang kritik. Tak hanya dari netizen, sejumlah pengamat juga angkat suara menanggapi insiden tersebut.

Pengamat politik dan Pemerhati Pelayanan publik, Dedi Dora, M. Pd, menilai ucapan tersebut mencerminkan krisis etika dalam kepemimpinan publik. “Ketika seorang pejabat publik merespons aspirasi rakyat dengan emosi dan sindiran kasar, itu bukan sekadar arogansi—itu kegagalan dalam memahami fungsi representatifnya,” ujar Dedi.

Ia menambahkan, kejadian ini menunjukkan bahwa sebagian pejabat masih memandang kritik sebagai serangan pribadi, bukan sebagai bagian dari demokrasi. “Ucapan seperti ‘apo selero kau’ seakan menunjukkan bahwa kekuasaan membuat mereka lupa siapa yang mereka wakili. Ini alarm serius bagi kualitas demokrasi lokal,” tegas Alumni magister pendidikan karakter ini.

Menurut Dedi, sikap seperti ini tak boleh dibiarkan dan perlu ditindaklanjuti oleh lembaga etik DPRD, bahkan bisa jadi bahan evaluasi internal partai politik yang menaunginya.

Netizen pun sepakat bahwa tindakan tegas perlu diambil. Banyak yang menyerukan agar Ketua DPRD Jambi meminta maaf secara terbuka dan diberikan sanksi etik atas perilakunya.

Menanggapi kejadian tersebut, Ketua DPRD Provinsi Jambi M.Hafiz Fattah, dihubungi via telepon menjelaskan kronologi sebenarnya saat kejadian. Dimana awalnya sejak pagi Rabu (23/04/2025) pukul 07.30 WIB dirinya memimpin rombongan Anggota DPRD meninjau, menjalankan fungsi pengawasan ke Jalan Khusus Batu Bara di Batanghari dan Muaro Jambi.

Baca Juga :  Tiket Pesawat Susi Air Ludes Hingga Keberangkatan 12 Januari, Pj Bupati Kerinci Asraf : Akan Dievaluasi Penambahan Jadwal

Namun, saat mengetahui ada aksi unjuk rasa ia bergegas menuju Gedung DPRD Jambi di Telanai. “Awalnya saya bersama kawan-kawan anggota Dewan turun kelapangan, lalu saya ditelfon agar segera datang ke DPR untuk menemui dan mendengarkan aspirasi para adik-adik mahasiswa yang melakukan demo,” jelasnya.

Namun sambung M. Hafiz Fattah bahwa sesampainya ia di Gedung DPRD dan langsung turun mobil menemui adik-adik mahasiswa, suasana emosi sudah mulai bermunculan. Dimana, ia langsung diteriaki dengan ucapan yang tidak pantas dilontarkan. “Cieehh pulang dari Bandung, habisin uang rakyat, Bangsat kau, Bajingan kau,” ucap M. Hafiz menceritakan kejadian waktu itu.

Namun meksipun ia dilontarkan dengan ucapan yang tidak pantas tersebut. Ia tetap sabar dan menahan emosi dan menerima dengan humanis dan interaktif tuntutan Mahasiswa. Diakuinya bahwa, ada 9 tuntutan yang dibacakan terkait isu Nasional dan beberapa diantaranya isu lokal yakni dampak lingkungan, RSU dan Banjir.

“Namun saat menanggapi, ada oknum dengan sengaja melontarkan kata-kata kasar yakni sudah lah bang, dak usah banyak bicara, kau tu makan uang rakyat tu lah, dan kata kasar lainnya,” ucap Hafiz menirukan ucapan oknum mahasiswa.

Baca Juga :  Habiskan Rp 24,3 M, Pembangunan Bandara Depati Parbo Diduga Gunakan Material Asal Jadi

Namun, melihat situasi yang kurang kondusif saking semangatnya mahasiswa berebut bicara menyampaikan aspirasi, dan diimbangi dengan semangat Ketua DPRD menyambut mahasiswa, Hafiz sempat menegur mahasiswa yang menyela saat bergantian bicara. “Saat itulah ucapan “Apo Selero Kau ” terlontarkan. Namun itu tidak ada maksud sedikitpun merendahkan dan melecehkan, itu murni spontanitas agar lebih kondusif dan tetap melanjutkan menerima aspirasi mahasiswa,” bebernya.

Terkait tuntutan mahasiswa, ia tanggapi seperti semacam penyelesaian jalan khusus batubara bisa dijawab dengan data lapangan oleh Hafiz.

“Kami sudah ke lapangan jalan khusus dan mengecek kondisi secara nyata. Kami telah meminta kepada Pemprov untuk melakukan percepatan bahkan mengkaji ulang investor yang lamban dan tak menunjukkan progres,” terangnya.

Terkait pakta integritas yang dibawa oleh Aliansi Jambi Melawan bahwa ia akan menyampaikan seluruh aspirasi mahasiswa kepada dewan DPR RI hingga batas waktu 2 minggu kedepan dan dengan segera melakukan penyelesaian atas segala permasalahan lokal di Provinsi Jambi.

Hingga Pukul 15.05 WIB aksi Unjuk rasa selesai dan ditutup dengan bersalaman antara pimpinan DPRD dengan demonstran dan massa aksi membubarkan diri dengan tertib.(Adi)

Berita Terkait

Kerinci, Negeri Seribu Cerita: Jejak Megalitikum Ribuan Tahun Masih Tersimpan hingga Kini
Bank Jambi Kerinci Sosialisasikan Produk Perbankan ke Sejumlah Sekolah
Pengamat: CSR Bank Jambi Perkuat Struktur Sosial Lewat Bantuan Masjid dan Kegiatan Kemasyarakatan
Bank Jambi Wujudkan Komitmen Gubernur Al Haris Lewat Penyaluran CSR untuk Lima Desa Tanjung Pauh Mudik
Premanisme Rokok Ilegal Jambi Kian Brutal, Aktivis GETAR Mengaku Diancam Dipenggal
Kakanwil Kemenag Jambi Apresiasi Peluncuran Buku ‘Jejak Langkah Ayah’, Kisah Inspiratif Buruh Tani yang Mengubah Masa Depan Anak
LSM GAN Seret Dugaan Mandeknya Kasus Ruko Tangkit ke Kejagung
KUR PMI Jadi Peluang Emas Bank Jambi, Pengamat: Bisa Dongkrak Ekonomi Daerah dan Cetak SDM Unggul
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:53 WIB

Kerinci, Negeri Seribu Cerita: Jejak Megalitikum Ribuan Tahun Masih Tersimpan hingga Kini

Rabu, 12 Agustus 2026 - 15:21 WIB

Bank Jambi Kerinci Sosialisasikan Produk Perbankan ke Sejumlah Sekolah

Rabu, 29 Juli 2026 - 23:03 WIB

Pengamat: CSR Bank Jambi Perkuat Struktur Sosial Lewat Bantuan Masjid dan Kegiatan Kemasyarakatan

Senin, 27 Juli 2026 - 23:05 WIB

Bank Jambi Wujudkan Komitmen Gubernur Al Haris Lewat Penyaluran CSR untuk Lima Desa Tanjung Pauh Mudik

Senin, 27 Juli 2026 - 16:12 WIB

Premanisme Rokok Ilegal Jambi Kian Brutal, Aktivis GETAR Mengaku Diancam Dipenggal

Berita Terbaru