Anggaran Publikasi Terparah Sepanjang Sejarah, Alfin – Azhar Tak Hargai Peran Pers?

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 14 Juli 2025 - 17:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GLOBALJAMBI.CO.ID, SUNGAIPENUH – Dunia jurnalistik di Kota Sungai Penuh tengah dipermasalahkan dengan minimnya alokasi anggaran publikasi dari Pemerintah Kota Sungai Penuh di bawah kepemimpinan Wali Kota Alfin dan Wakil Wali Kota Azhar. Ironisnya, dalam dua triwulan terakhir tahun 2025, anggaran yang disediakan untuk publikasi media hanya mencakup tiga kali berita per media, atau setara dengan Rp 300.000 saja.

Fakta ini memantik reaksi keras dari kalangan jurnalis lokal. Banyak yang menilai bahwa nominal tersebut tidak hanya minim secara finansial, tetapi juga merupakan bentuk pelecehan terhadap profesi wartawan dan pengingkaran terhadap peran media dalam membangun citra dan transparansi pemerintahan.

“Ini anggaran terparah sepanjang sejarah Kota Sungai Penuh. Kita seperti sedang diabaikan, atau bahkan dianggap tidak penting. Padahal, keberhasilan kepala daerah sering kali terlihat karena publikasi positif yang disampaikan oleh media,” ujar salah satu pimpinan redaksi media lokal yang enggan disebut namanya.

Di era keterbukaan informasi publik saat ini, media bukan hanya sekadar penyampai informasi. Media adalah corong demokrasi, kontrol sosial, sekaligus mitra strategis dalam membangun kepercayaan publik terhadap pemerintahan. Namun, dengan kebijakan anggaran yang begitu minim, muncul kesan kuat bahwa Wali Kota dan Wakil Wali Kota tidak menghargai eksistensi wartawan dan karya jurnalistik.

Baca Juga :  Breaking News !!! 281 Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Kerinci Diwisuda, ini Pesan Rektor dan Dekan

“Jangan salahkan media jika suatu saat nanti enggan mempublikasikan capaian pemerintahan, karena sejak awal mereka tidak dianggap,” lanjutnya.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan daerah lain di Provinsi Jambi, yang justru meningkatkan sinergi dengan media melalui program kemitraan yang transparan dan terukur. Beberapa kepala daerah bahkan menjadikan media sebagai garda terdepan dalam menyampaikan hasil pembangunan dan menjawab kritik masyarakat.

Minimnya anggaran publikasi ini juga menyiratkan kurangnya pemahaman pimpinan daerah terhadap pentingnya komunikasi publik. Tanpa publikasi yang baik, capaian sekecil apa pun akan tenggelam, dan kritik sekecil apa pun akan membesar.

Kini, para wartawan di Sungai Penuh mempertanyakan arah dan kebijakan komunikasi publik dari Pemkot di bawah Alfin–Azhar. Apakah ini bentuk kesengajaan untuk membungkam media? Ataukah memang ketidaktahuan akan fungsi strategis pers dalam roda pemerintahan?

Baca Juga :  AZ-FER Masih Sangat Bertuah Di Hamparan Besar Tanah Rawang

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kerinci Sungai Penuh, Dedi Dora, turut angkat bicara menanggapi polemik ini. Ia menyayangkan sikap Pemerintah Kota Sungai Penuh yang dinilainya tidak memiliki komitmen dalam membangun kemitraan sehat dengan insan pers.

“Ini bukan sekadar soal angka Rp 300 ribu. Ini mencerminkan cara pandang kepala daerah terhadap fungsi dan peran wartawan dalam membangun daerah. Ketika media dianggap remeh, maka keterbukaan informasi publik pun patut dipertanyakan,” tegasnya.

Wartawan senior di Kerinci Sungai Penuh ini menyampaikan, sepanjang pengamatannya selama ini, belum pernah ada pemerintah daerah yang menetapkan anggaran publikasi seminim ini. “Ini jelas bentuk pelecehan terhadap profesi wartawan. Kalau memang tidak ingin dikritik, setidaknya hormati peran pers sebagai mitra, bukan musuh,” tambahnya.

“Kalau tidak ada niat baik memperbaiki hubungan dengan media, jangan salahkan jika pemerintahannya berjalan tanpa dukungan informasi publik. Media bisa mempublikasikan, tapi juga bisa membungkam,” pungkasnya.(Adi)

Berita Terkait

Wako Alfin Lantik Y.Z. Oktovianus sebagai Dewan Pengawas PDAM Tirta Khayangan Periode 2026-2030
Wako Alfin Naik ke Menara Masjid Raya Sungai Penuh, Mengingat Sejarah Pengibaran Merah Putih Pertama di Kerinci
Kerinci dan Sungai Penuh Dukung Batik Air Beroperasi di Bandara Muara Bungo
Ucapan Pemkot Sungai Penuh untuk H. Murison Jadi Simbol Harmoni Dua Daerah Bertetangga
Penuh Haru, Ny. Sri Kartini Alfin Hadirkan Semangat bagi Pasien Cuci Darah di RSUD MH Thalib
Wako Alfin Serahkan Ambulance untuk Warga Desa Sungai Ning
ASN Sungai Penuh Qurban 39 Ekor Sapi
Wako Alfin Launching Digitalisasi Legalitas Kotak Amal dengan Sistem QR Barcode
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 12:04 WIB

Wako Alfin Lantik Y.Z. Oktovianus sebagai Dewan Pengawas PDAM Tirta Khayangan Periode 2026-2030

Senin, 1 Juni 2026 - 08:00 WIB

Wako Alfin Naik ke Menara Masjid Raya Sungai Penuh, Mengingat Sejarah Pengibaran Merah Putih Pertama di Kerinci

Jumat, 29 Mei 2026 - 19:22 WIB

Kerinci dan Sungai Penuh Dukung Batik Air Beroperasi di Bandara Muara Bungo

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:01 WIB

Ucapan Pemkot Sungai Penuh untuk H. Murison Jadi Simbol Harmoni Dua Daerah Bertetangga

Jumat, 29 Mei 2026 - 14:12 WIB

Penuh Haru, Ny. Sri Kartini Alfin Hadirkan Semangat bagi Pasien Cuci Darah di RSUD MH Thalib

Berita Terbaru