Pemerintah dan DPRD Kompak Bungkam Pers? DPRD Sungai Penuh Dinilai Tak Punya Nyali Perjuangkan Anggaran Publikasi

- Jurnalis

Selasa, 15 Juli 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

GLOBALJAMBI.CO.ID, SUNGAIPENUH – Polemik minimnya anggaran publikasi media di Kota Sungai Penuh kini menyeret nama DPRD sebagai lembaga legislatif yang ikut dianggap bertanggung jawab atas “pelecehan sistematis” terhadap insan pers.

Setelah publik dikejutkan oleh minimnya alokasi dana publikasi dari Pemkot Sungai Penuh hanya Rp 300 ribu per media untuk tiga kali tayang, kini muncul fakta bahwa tak satupun anggota DPRD bersuara menolak atau memperjuangkan revisi saat pembahasan APBD.

Di tengah sorotan publik, DPRD justru terkesan “diam dan mengamini” kebijakan tersebut. Hal ini menuai kritik tajam dari kalangan jurnalis lokal, yang menilai wakil rakyat tidak menjalankan fungsi kontrol anggaran secara adil dan berimbang.

“Kalau eksekutif keliru, legislatif seharusnya jadi penyeimbang. Tapi kalau dua-duanya diam, maka ini bukan lagi kelalaian, tapi kesepakatan diam-diam untuk membungkam media,” tegas salah satu pimpinan media lokal di Sungai Penuh.

Baca Juga :  Blusukan dan Kampanye AZ-FER di Rawang, kembali di Banjiri Massa

Kritik juga datang dari Ketua PWI Kerinci-Sungai Penuh, Dedi Dora, yang menyayangkan sikap DPRD yang dianggap tidak memahami esensi keterbukaan informasi publik.

“Ini bukan hanya soal nominal Rp 300 ribu, tapi tentang bagaimana negara melalui pemerintah dan DPRD menghargai profesi wartawan dan menjunjung demokrasi. Saat DPRD tak bersuara, mereka ikut dalam ketidakadilan ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dedi menyebut, dalam sejarah anggaran Kota Sungai Penuh, baru kali inilah insan pers mengalami degradasi sedemikian rupa. Bahkan DPRD yang selama ini dikenal vokal, kini justru memilih bungkam.

“Jangan hanya kritis kalau anggaran proyek, tapi diam saat anggaran pers dipreteli. Ini pengkhianatan terhadap nilai keterbukaan,” tambahnya.

Baca Juga :  Fikar - Kenek, Kumaini : Pasangan yang Pas dan Kuat untuk Pilwako Sungaipenuh 2024

Sikap DPRD ini dianggap menunjukkan bahwa mereka tidak berpihak pada transparansi dan kontrol sosial yang sehat. Padahal, salah satu fungsi utama legislatif adalah menjaga keseimbangan dan memastikan tidak ada kebijakan yang merugikan publik, termasuk insan media.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius:
Apakah DPRD Sungai Penuh juga tak ingin dikritik oleh media? Apakah diamnya mereka adalah bagian dari strategi membungkam pers secara perlahan?

Jika DPRD tetap tidak bersikap, maka kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif bisa tergerus. Media pun diperkirakan akan mengambil sikap tegas: tidak lagi memberi panggung pada pemangku kebijakan yang tak menghargai eksistensi mereka.

“Media bisa membantu membangun daerah, tapi juga bisa memilih untuk diam. Dan diamnya media bisa lebih berbahaya dari kritik,” pungkas salah satu jurnalis senior.(Adi)

Berita Terkait

Wako Alfin Kawal Percepatan Pembangunan Pasar Beringin Jaya Sungai Penuh
Pemkot Sungai Penuh dan Kanwil Kemenkum Jambi Perkuat Ekosistem Kekayaan Intelektual
Wawako Azhar Hamzah Serahkan 12.000 Bibit Ikan untuk Kelompok Pembudidaya Ikan Kayangan
Kisruh Proyek Pasar Beringin Sungai Penuh Berakhir, PT CSK dan PT Kuarindo Sepakati Titik Temu
Bikin Malu! Kontraktor Proyek APBN Pasar Sungai Penuh Dikabarkan Ngutang Ratusan Juta
Wako Alfin Terima Kunjungan Danrem 042/Garuda Putih, Perkuat Sinergi TNI dan Pemkot Sungai Penuh
Pemkot Sungai Penuh Raih Penghargaan IRH 2026 Predikat Istimewa dari Kementerian Hukum Jambi
Wako Alfin Hadiri Gerakan Penanaman Bawang Putih Serentak di Kayu Aro
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 21:49 WIB

Wako Alfin Kawal Percepatan Pembangunan Pasar Beringin Jaya Sungai Penuh

Kamis, 24 September 2026 - 21:57 WIB

Pemkot Sungai Penuh dan Kanwil Kemenkum Jambi Perkuat Ekosistem Kekayaan Intelektual

Selasa, 22 September 2026 - 22:09 WIB

Wawako Azhar Hamzah Serahkan 12.000 Bibit Ikan untuk Kelompok Pembudidaya Ikan Kayangan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:41 WIB

Kisruh Proyek Pasar Beringin Sungai Penuh Berakhir, PT CSK dan PT Kuarindo Sepakati Titik Temu

Jumat, 28 Agustus 2026 - 21:04 WIB

Bikin Malu! Kontraktor Proyek APBN Pasar Sungai Penuh Dikabarkan Ngutang Ratusan Juta

Berita Terbaru