Diduga Pungli PTSL Terjadi di Desa Ladeh Kerinci

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 15 April 2022 - 03:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GlobalJambi, KERINCI – Desa Ladeh, kecamatan Depati Tujuh, tak hentinya diterpa isu tidak Sedap, setelah sebelumnya warga mempertanyakan dana BUMdes, kini Pemerintahan Desa Ladeh dikabar melakukan Pungutan Liar (Pungli).

Informasi yang diperoleh, Pemdes Ladeh, diduga melakukan pungli pengambilan sertifikat Prona/PTSL, setiap yang warga yang ingin mengambil Sertifikat dipungut Uang Rp 50 Ribu.

“Ya, Perangkat desa datang kerumah menyampaikan besok (Rabu,red) bisa ngambil sertifikat, cuma harus bayar Rp 50 ribu untuk administrasi,” ungkap salah seorang warga setempat yang minta identitasnya di rahasiakan.

Baca Juga :  Jambore Cabang Kerinci Resmi Dibuka, Ketua DPRD Ajak Peserta Perkuat Persatuan dan Persaudaraan

Padahal, lanjut sumber, pada awal pembuatan sertifikat PTSL, warga telah dimemberikan uang sebanyak Rp 200.000 untuk biaya administrasi.

“Awalnya sudah kami berikan Uang Rp 200.000, untuk pembuatan sertifikat, tapi waktu pengambilannya kami bayar Rp 50.000, yang ambilnya perangkat desanya,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Desa Ladeh, Candra, saat dikonfirmasi, membantah adanya pengutan Rp 50 ribu untuk mengambil sertifikat PTSL di desa Ladeh.

“Tidak benar itu, kami tidak pernah memungut uang ke warga untuk mengambil sertifikat tanah, karena dalam masyarakat pasti ada yang tidak suka ada yang suka. Itu pasti informasi dari yang tidak suka,” jelasnya.

Baca Juga :  Polres Kerinci Temukan Tanaman Ganja di 3 Lokasi Terpisah

Namun, kalau pun ada yang memberikan uang kepada Perangkat desa itu pun menurutnya suka rela dari warga.

“Mungkin warga melihat mereka (perangkat desa,red) sudah capek. Tapi kami tidak ada mewajibkan kepada warga,” sebutnya.

Untuk jumlah sertifikat tanah yang dibagikan kepada warga pada tahun 2022 ini, sekitar 70 lebih sertifikat. “Jumlahnya sekitar 70 an lebih lah, karena ada yang tidak keluar, mungkin bermasalah,”pungkasnya.(yan)

Berita Terkait

Muhammad Farlan dari Muara Semerah Berjuang Melawan Tumor Tulang, Karang Taruna Buka Donasi untuk Bantu Pengobatan
Camat Depati Tujuh Indra Hermawan Bantah Tuduhan Pungli, Siap Tempuh Jalur Hukum atas Dugaan Pencemaran Nama Baik
Beras Payo Koerintji Resmi Kantongi Sertifikat Indikasi Geografis
Lampu Padam di Tanah Cogok, ini Dugaan Penyebab dan Keterangan PLN
Serah Terima Lapangan Proyek, Pembangunan RSUD Kerinci Resmi Dimulai
Sosialisasi Tata Kelola Keuangan KONI Kerinci 2026, Nafrizal Tekankan Transparansi dan Profesionalisme Organisasi
Tanggul dan Normalisasi Sungai Batang Merao Jadi Solusi Banjir di Sungai Penuh dan Kerinci
Dihadiri Kasi Pidsus dan Kasi Datun, Camat dan Seluruh Kades di Depati Tujuh Ikuti Sosialisasi Anti Korupsi Keuangan Negara
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 09:37 WIB

Muhammad Farlan dari Muara Semerah Berjuang Melawan Tumor Tulang, Karang Taruna Buka Donasi untuk Bantu Pengobatan

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:37 WIB

Camat Depati Tujuh Indra Hermawan Bantah Tuduhan Pungli, Siap Tempuh Jalur Hukum atas Dugaan Pencemaran Nama Baik

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:10 WIB

Beras Payo Koerintji Resmi Kantongi Sertifikat Indikasi Geografis

Selasa, 23 Juni 2026 - 22:27 WIB

Lampu Padam di Tanah Cogok, ini Dugaan Penyebab dan Keterangan PLN

Sabtu, 20 Juni 2026 - 19:36 WIB

Serah Terima Lapangan Proyek, Pembangunan RSUD Kerinci Resmi Dimulai

Berita Terbaru