Gerak Cepat Camat Depati Tujuh Cari Solusi Atasi Kekeringan Sawah Akibat Minimnya Air Irigasi

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 26 Januari 2026 - 13:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GLOBALJAMBI.CO.ID – Pemerintah Kecamatan Depati Tujuh bergerak cepat merespons keluhan masyarakat terkait berkurangnya pasokan air irigasi Sekungkung yang berdampak pada mengeringnya lahan persawahan warga.

Camat Depati Tujuh, Indra Hermawan, bersama Badan Penyuluhan Pertanian (BPP) Depati Tujuh, turun langsung untuk mencari solusi konkret guna memastikan kebutuhan air pertanian tetap terpenuhi.
Kekeringan yang terjadi disebabkan oleh minimnya debit air irigasi Sekungkung yang mengalir ke sejumlah wilayah persawahan. Kondisi ini dikhawatirkan dapat mengganggu masa tanam dan menurunkan hasil produksi pertanian masyarakat jika tidak segera ditangani.

Sebagai langkah awal, pemerintah kecamatan bersama pihak terkait menyepakati sejumlah solusi teknis yang akan segera dilaksanakan. Salah satunya adalah menaikkan bukaan pintu air utama dari sebelumnya sekitar 75 sentimeter menjadi 1 meter, guna meningkatkan volume aliran air menuju saluran irigasi.

Baca Juga :  Pemerintah Provinsi Jambi dan Kabupaten Kerinci Gelar Halal Bi Halal Untuk Pererat Tali Silaturahmi

Selain itu, dilakukan pula penambahan pintu air Sekungkung agar distribusi air ke wilayah persawahan di Desa Tebat Ijuk dan Desa Belui dapat berjalan lebih optimal dan merata. Langkah ini diharapkan mampu mengatasi titik-titik sawah yang selama ini sulit teraliri air.

Solusi berikutnya adalah penerapan sistem buka-tutup pintu air Sekungkung dan pintu air Semumu secara terkoordinasi, sehingga aliran air dapat dibagi secara adil dan seluruh areal persawahan memperoleh pasokan air yang cukup.

Baca Juga :  Jalan Kerinci - Jambi di Muara Emat Kembali Blokir, Tuntut Kades Mundur

Camat Depati Tujuh, Indra Hermawan, menegaskan bahwa pemerintah kecamatan berkomitmen untuk tidak sekadar menampung keluhan masyarakat, tetapi juga segera menghadirkan solusi nyata di lapangan.

“Kami berusaha semaksimal mungkin untuk mendengar keluhan masyarakat dan langsung mencarikan solusi. Bukan hanya mendengarkan, lalu membiarkannya tanpa tindak lanjut,” tegasnya.

Dengan langkah cepat dan sinergi lintas sektor ini, pemerintah kecamatan berharap persoalan kekurangan air irigasi dapat segera teratasi, sehingga aktivitas pertanian masyarakat kembali berjalan normal dan ketahanan pangan di wilayah Depati Tujuh tetap terjaga.(Adi)

Berita Terkait

Muhammad Farlan dari Muara Semerah Berjuang Melawan Tumor Tulang, Karang Taruna Buka Donasi untuk Bantu Pengobatan
Camat Depati Tujuh Indra Hermawan Bantah Tuduhan Pungli, Siap Tempuh Jalur Hukum atas Dugaan Pencemaran Nama Baik
Beras Payo Koerintji Resmi Kantongi Sertifikat Indikasi Geografis
Lampu Padam di Tanah Cogok, ini Dugaan Penyebab dan Keterangan PLN
Serah Terima Lapangan Proyek, Pembangunan RSUD Kerinci Resmi Dimulai
Sosialisasi Tata Kelola Keuangan KONI Kerinci 2026, Nafrizal Tekankan Transparansi dan Profesionalisme Organisasi
Tanggul dan Normalisasi Sungai Batang Merao Jadi Solusi Banjir di Sungai Penuh dan Kerinci
Dihadiri Kasi Pidsus dan Kasi Datun, Camat dan Seluruh Kades di Depati Tujuh Ikuti Sosialisasi Anti Korupsi Keuangan Negara
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 09:37 WIB

Muhammad Farlan dari Muara Semerah Berjuang Melawan Tumor Tulang, Karang Taruna Buka Donasi untuk Bantu Pengobatan

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:37 WIB

Camat Depati Tujuh Indra Hermawan Bantah Tuduhan Pungli, Siap Tempuh Jalur Hukum atas Dugaan Pencemaran Nama Baik

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:10 WIB

Beras Payo Koerintji Resmi Kantongi Sertifikat Indikasi Geografis

Selasa, 23 Juni 2026 - 22:27 WIB

Lampu Padam di Tanah Cogok, ini Dugaan Penyebab dan Keterangan PLN

Sabtu, 20 Juni 2026 - 19:36 WIB

Serah Terima Lapangan Proyek, Pembangunan RSUD Kerinci Resmi Dimulai

Berita Terbaru