Anak 4 Tahun Tewas di Dalam Istana Balon, Polres Kerinci Selidiki Dugaan Kelalaian Fatal

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 1 Desember 2025 - 13:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GLOBALJAMBI.CO.ID, Kerinci — Polres Kerinci tengah mendalami kasus dugaan kelalaian yang mengakibatkan tewasnya seorang anak berusia 4 tahun di arena permainan istana balon di Lapangan Merdeka, Desa Pondok Tinggi, Kota Sungai Penuh.

Peristiwa tragis itu terjadi pada Minggu malam, 30 November 2025, sekitar pukul 21.00 WIB. Korban berinisial G (4), warga Desa Karya Bakti, Kecamatan Pondok Tinggi, dilaporkan sebelumnya tengah bermain di dalam istana balon tersebut.

Berdasarkan informasi awal, pemilik wahana permainan, Fatman Jaya (41), seorang PNS, menutup operasional arena dengan cara mengempeskan istana balon. Namun, proses penutupan itu diduga dilakukan tanpa pemeriksaan menyeluruh terhadap bagian dalam balon.

Baca Juga :  Sang Spesialis Pelecehan Seksual Anak di Bawah Umur, Ini Pengakuan Tersangka

Beberapa saat kemudian, orang tua korban datang mencari anaknya. Menyadari anak tersebut tidak terlihat, pemilik membuka kembali lipatan balon. Saat itulah korban ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri.

Korban segera dilarikan ke Rumah Sakit DKT Sungai Penuh, namun nyawanya tidak tertolong.

Kasat Reskrim Polres Kerinci mengungkapkan bahwa sejumlah tindakan penyelidikan telah dilakukan untuk mengungkap kepastian penyebab kematian korban.

“Penyidik telah melakukan olah TKP, memasang police line, memeriksa saksi-saksi, mengumpulkan dokumen medis awal, dan meminta keterangan pemilik wahana. Saat ini kasus masih dalam proses pendalaman untuk memastikan apakah terdapat unsur kelalaian atau pidana lainnya,” jelasnya.

Baca Juga :  Proses Evaluasi Capaian Kinerja Pj Bupati Kerinci Triwulan 1 oleh Kemendagri Berjalan Lancar, Asraf : Masukan Akan Segera Ditindaklanjuti

Kapolres Kerinci menyampaikan rasa duka mendalam kepada keluarga korban, sekaligus mengingatkan seluruh pengelola wahana permainan anak agar meningkatkan standar keselamatan.

“Kami turut berduka cita atas musibah ini. Kepada seluruh pengelola wahana permainan anak, kami mengingatkan untuk selalu memperhatikan aspek keamanan dan memastikan area bermain benar-benar aman, baik sebelum maupun sesudah digunakan,” tegasnya.

Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan intensif oleh Polres Kerinci. Informasi perkembangan lebih lanjut akan disampaikan oleh Humas Polres Kerinci dalam waktu dekat.(Adi)

Berita Terkait

Muhammad Farlan dari Muara Semerah Berjuang Melawan Tumor Tulang, Karang Taruna Buka Donasi untuk Bantu Pengobatan
Camat Depati Tujuh Indra Hermawan Bantah Tuduhan Pungli, Siap Tempuh Jalur Hukum atas Dugaan Pencemaran Nama Baik
Beras Payo Koerintji Resmi Kantongi Sertifikat Indikasi Geografis
Lampu Padam di Tanah Cogok, ini Dugaan Penyebab dan Keterangan PLN
Serah Terima Lapangan Proyek, Pembangunan RSUD Kerinci Resmi Dimulai
Sosialisasi Tata Kelola Keuangan KONI Kerinci 2026, Nafrizal Tekankan Transparansi dan Profesionalisme Organisasi
Tanggul dan Normalisasi Sungai Batang Merao Jadi Solusi Banjir di Sungai Penuh dan Kerinci
Dihadiri Kasi Pidsus dan Kasi Datun, Camat dan Seluruh Kades di Depati Tujuh Ikuti Sosialisasi Anti Korupsi Keuangan Negara
Berita ini 8 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 09:37 WIB

Muhammad Farlan dari Muara Semerah Berjuang Melawan Tumor Tulang, Karang Taruna Buka Donasi untuk Bantu Pengobatan

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:37 WIB

Camat Depati Tujuh Indra Hermawan Bantah Tuduhan Pungli, Siap Tempuh Jalur Hukum atas Dugaan Pencemaran Nama Baik

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:10 WIB

Beras Payo Koerintji Resmi Kantongi Sertifikat Indikasi Geografis

Selasa, 23 Juni 2026 - 22:27 WIB

Lampu Padam di Tanah Cogok, ini Dugaan Penyebab dan Keterangan PLN

Sabtu, 20 Juni 2026 - 19:36 WIB

Serah Terima Lapangan Proyek, Pembangunan RSUD Kerinci Resmi Dimulai

Berita Terbaru