Jejak Pemimpin di Tanah Emas Sungai Kuning Kerinci

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 21 Juni 2025 - 00:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kerinci — Jika ada satu desa di Kabupaten Kerinci yang bisa disebut sebagai “harta karun” tersembunyi, maka Desa Sungai Kuning di Kecamatan Siulak Mukai pantas menyandang gelar itu. Desa terpencil ini menyimpan kekayaan alam yang luar biasa, hamparan kebun kopi dan kulit manis yang membentang luas sejauh mata memandang. Tapi siapa sangka, untuk mencapainya, dulu orang harus menempuh medan yang berat dengan motor trail atau mobil gardan dua, menerobos jalan rusak yang terjal dan berlumpur.

Oleh : Gusnadi, Globaljambi,co.id

Udara pagi di Sungai Kuning terasa segar, berpadu dengan aroma kulit manis yang menyeruak dari pohon-pohon besar yang menjulang. Di sela kabut tipis yang menggantung di antara perbukitan, tampak para petani memanggul karung-karung berisi hasil bumi: kopi, kulit manis, kentang, dan sayuran lainnya. Inilah denyut nadi kehidupan masyarakat Sungai Kuning bertani adalah napas mereka, dan tanah adalah emasnya.

Baca Juga :  Gandeng PUPR, Wabup Kerinci Murison Pantau Pelebaran Jalan di Titik Longsor

Namun selama bertahun-tahun, desa ini seolah-olah terpinggirkan. Jalan rusak menjadi penghambat utama. Ongkos angkut hasil pertanian begitu tinggi, bahkan bisa mencapai Rp3.000 per kilogram, dan biaya perjalanan keluar desa mencapai Rp150 ribu per orang. Tapi semua itu mulai berubah.

Perhatian pemerintah akhirnya tiba

Sejak kepemimpinan Bupati Kerinci Monadi dan Wakil Bupati Murison, wajah Sungai Kuning mulai berseri. Lewat program BUNGA DESA (Bupati Nginap di Desa), pemimpin daerah itu menginjakkan kaki langsung ke desa ini, tidak sekadar berkunjung, tetapi bermalam, melihat langsung denyut kehidupan warganya. Mereka datang bukan dengan tangan kosong, melainkan membawa harapan berupa program-program nyata, termasuk perbaikan akses jalan yang selama ini menjadi mimpi buruk warga.

Kini, suara gemuruh kendaraan bukan lagi rintihan suspensi yang tersiksa, melainkan bukti jalan telah membaik. Warga tak lagi harus membayar mahal untuk mengangkut hasil tani. Biaya angkut kini turun menjadi Rp1.500 per kilogram, dan ongkos perjalanan menyusut menjadi Rp100 ribu per orang. Bagi warga, ini bukan hanya soal angka, tapi tentang kesempatan baru, tentang keterhubungan dengan dunia luar yang dulu terasa begitu jauh.

Baca Juga :  Rapat Nasional Sampah, Bupati Kerinci Monadi Usung Transformasi Pengelolaan di Kerinci

“Sekarang kami bisa bawa hasil tani lebih banyak, lebih cepat, dan lebih murah. Jalan sudah bagus, hidup kami juga makin ringan,” ujar petani kulit manis yang kini bisa panen dengan senyum lebih lebar.

Sungai Kuning bukan lagi cerita sedih dari ujung Kerinci. Ia sedang bangkit, memperlihatkan keindahan dan kekayaan yang selama ini tersembunyi. Desa ini adalah harta karun sejati, bukan emas atau permata, tapi tanah subur, semangat warganya, dan kini, perhatian dari pemimpinnya.

Dan ketika angin berhembus pelan dari balik bukit, membawa harum kopi dan kulit manis, Sungai Kuning berbisik pelan: “Aku tidak lagi terlupakan”.***

Berita Terkait

Muhammad Farlan dari Muara Semerah Berjuang Melawan Tumor Tulang, Karang Taruna Buka Donasi untuk Bantu Pengobatan
Camat Depati Tujuh Indra Hermawan Bantah Tuduhan Pungli, Siap Tempuh Jalur Hukum atas Dugaan Pencemaran Nama Baik
Beras Payo Koerintji Resmi Kantongi Sertifikat Indikasi Geografis
Lampu Padam di Tanah Cogok, ini Dugaan Penyebab dan Keterangan PLN
Serah Terima Lapangan Proyek, Pembangunan RSUD Kerinci Resmi Dimulai
Sosialisasi Tata Kelola Keuangan KONI Kerinci 2026, Nafrizal Tekankan Transparansi dan Profesionalisme Organisasi
Tanggul dan Normalisasi Sungai Batang Merao Jadi Solusi Banjir di Sungai Penuh dan Kerinci
Dihadiri Kasi Pidsus dan Kasi Datun, Camat dan Seluruh Kades di Depati Tujuh Ikuti Sosialisasi Anti Korupsi Keuangan Negara
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 09:37 WIB

Muhammad Farlan dari Muara Semerah Berjuang Melawan Tumor Tulang, Karang Taruna Buka Donasi untuk Bantu Pengobatan

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:37 WIB

Camat Depati Tujuh Indra Hermawan Bantah Tuduhan Pungli, Siap Tempuh Jalur Hukum atas Dugaan Pencemaran Nama Baik

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:10 WIB

Beras Payo Koerintji Resmi Kantongi Sertifikat Indikasi Geografis

Selasa, 23 Juni 2026 - 22:27 WIB

Lampu Padam di Tanah Cogok, ini Dugaan Penyebab dan Keterangan PLN

Sabtu, 20 Juni 2026 - 19:36 WIB

Serah Terima Lapangan Proyek, Pembangunan RSUD Kerinci Resmi Dimulai

Berita Terbaru