Nasib Petani Jeruk di Usia 79 Tahun Kemerdekaan RI

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 18 Agustus 2024 - 11:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GLOBALJAMBI.COM, KERINCI – Memperingati 79 tahun kemerdekaan Republik Indonesia, perhatian beralih ke nasib petani jeruk yang menghadapi berbagai tantangan di tengah perayaan kemerdekaan. Meskipun sektor pertanian berperan penting dalam ekonomi nasional, petani jeruk masih berjuang dengan masalah yang mempengaruhi pendapatan mereka.

Seperti di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, petani jeruk menghadapi penurunan harga jual yang tajam. Harga jeruk di pasaran lokal dan internasional mengalami penurunan signifikan akibat overproduksi dan penurunan daya beli konsumen. Dampak ini semakin diperburuk oleh fluktuasi cuaca yang mengganggu kualitas buah dan menyebabkan kerugian pada hasil panen.

“Harga jeruk turun drastis, hanya Rp 5 Ribu perkilo. Sudah tidak sesuai antara harga dengan perawatan,” ujar Agil, petani jeruk Kerinci.

Baca Juga :  Petani Dirugikan, Proyek P3-TGAI di Kerinci dan Sungai Penuh Dilaporkan ke Dirjen SDA KemenPUPR

Selain masalah harga sambung Agil, petani juga berhadapan dengan tantangan teknis seperti serangan hama dan penyakit tanaman yang sulit diatasi tanpa akses yang memadai ke pestisida dan teknologi modern. Infrastruktur yang terbatas juga menghambat distribusi jeruk ke pasar yang lebih luas, meningkatkan risiko kerugian bagi para petani.

“Kondisi saat ini, banyak jeruk hasil panen yang dibuang petani, karna sudah rusak tak ada pembeli,” bebernya.

Pemerintah telah meluncurkan beberapa inisiatif untuk mendukung petani jeruk, seperti subsidi dan bantuan teknis. Namun, pelaksanaan program ini sering kali menghadapi kendala dalam distribusi dan implementasi yang memadai di lapangan.

Baca Juga :  Atlet FORKI Kerinci Tunjukkan Prestasi Gemilang di Kejurprov Karate FORKI Jambi 2025

“Para petani berharap adanya perhatian yang lebih besar terhadap sektor pertanian, khususnya untuk komoditas jeruk. Mereka meminta dukungan dalam bentuk pelatihan teknologi pertanian terbaru, perbaikan infrastruktur, serta stabilisasi harga pasar agar bisa meningkatkan kesejahteraan dan keberlangsungan usaha mereka,” harapnya.

Hari Kemerdekaan kali ini merupakan momen penting untuk mengingat perjuangan petani jeruk dan sektor pertanian secara umum, serta menegaskan pentingnya dukungan yang lebih kuat untuk sektor yang krusial ini.(Adi)

Berita Terkait

Tender RSUD Kerinci Tuntas, Bupati Monadi: Hadiah Bahagia untuk Pelayanan Kesehatan Masyarakat
Ajang Bergengsi Tuai Kontroversi, Para Juara Asia MX Kecewa Hadiah Tak Sesuai
Wabup Murison Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Tegaskan Pancasila Perekat Persatuan Bangsa dan Fondasi Perdamaian Dunia
Wako Alfin Naik ke Menara Masjid Raya Sungai Penuh, Mengingat Sejarah Pengibaran Merah Putih Pertama di Kerinci
Al Haris Respon Cepat Fly Over Sungai Penuh–Tapan dan Kerinci–Bungo, Publik Bertanya: Janji yang Kesekian Kalinya?
Ini Perkiraan Harga Tiket Batik Air Muara Bungo–Jakarta
Batik Air Rute Muaro Bungo–Jakarta Resmi Dimulai, Ini Jadwalnya Hingga Jumlah Penumpang
Kerinci dan Sungai Penuh Dukung Batik Air Beroperasi di Bandara Muara Bungo
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 22:37 WIB

Tender RSUD Kerinci Tuntas, Bupati Monadi: Hadiah Bahagia untuk Pelayanan Kesehatan Masyarakat

Senin, 1 Juni 2026 - 13:30 WIB

Ajang Bergengsi Tuai Kontroversi, Para Juara Asia MX Kecewa Hadiah Tak Sesuai

Senin, 1 Juni 2026 - 11:25 WIB

Wabup Murison Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Tegaskan Pancasila Perekat Persatuan Bangsa dan Fondasi Perdamaian Dunia

Senin, 1 Juni 2026 - 08:00 WIB

Wako Alfin Naik ke Menara Masjid Raya Sungai Penuh, Mengingat Sejarah Pengibaran Merah Putih Pertama di Kerinci

Minggu, 31 Mei 2026 - 13:12 WIB

Al Haris Respon Cepat Fly Over Sungai Penuh–Tapan dan Kerinci–Bungo, Publik Bertanya: Janji yang Kesekian Kalinya?

Berita Terbaru