Sungai Meluap Sehingga Tumpukan Sampah Merambah dan Merusak Sawah

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 8 Juli 2019 - 08:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Teks Fhoto : Fhoto sampah diarea sungai dan sawah

GLOBALJAMBI, KERINCI – Sebagaimana kita tahu bahwa masih ada masyarakat yang masih memiliki kebiasaan tidak membuang sampah pada tempatnya, terutama membuang sampah di sungai.

Seperti yang terjadi di sepanjang area Sungai Tiga Desa Hiang, yang setiap harinya dipenuhi sampah plastik. Bahkan akibatnya, sudah merusak sawah warga.

Sangat memperhatinkan terdapat banyak sampah di dasar dan sekitar sungai sehingga masyarakat yang tidak ikut membuang sampah sembarangan ketika melewati sekitar wilayah itu merasa sangat risih.

Hal itu dikatakan Efriden, warga Simpang Aro, Kecamatan Sitinjau Laut. Dimana, aliran air sungai yang ada di sepanjang Desa Hiang, hingga jalur ke Desa Sebukar dan Semerah saat ini kondisinya sudah dangkal. Disebabkan, lumpur yang sudah mengendap selama bertahun-tahun.

Baca Juga :  Wali Kota Pariaman Yota Balad Raih Penghargaan UHC Awards

Sehingga ketika musim hujan sebentar saja, air sungai melimpah masuk ke sawah warga yang berada dipinggir sungai. “Bahkan sampah yang sudah menumpuk di dalam sungai, juga melimpah masuk kedalam sawah warga. Tentunya, sawah warga yang berada dipinggir sungai sudah banyak yang rusak,” ungkapnya.

Dengan kondisi tersebut tentunya, warga yang mempunyai sawah dipinggir sungai mengeluh. Pasalnya, sawah tersebut merupakan salah satu sumber ekonomi warga sekitar. “Kami berharap solusi dari Pemerintah Daerah,” tegasnya.

Baca Juga :  Empat Kepala Daerah Tak Hadir. Sekjend FJB: Biasa, Kan Mereka Cuma Undangan.

Menurutnya, warga sekitar berharap adanya peraturan daerah yang mengatur sanksi bagi warga yang membuang sampah sembarangan. Selanjutnya, sungai yang ada dari Hiang melewati Desa Sebukar dan Semerah sudah seharusnya dikerok untuk mengangkat lumpur.

“Jikalau tidak ada program normalisasi, Camat diminta ambil andil untuk menghimbau masyarakat untuk gotong royong bersama-sama membersihkan sampah dan lumpur disepanjang sungai,” tandasnya. (*)

Berita Terkait

Muhammad Farlan dari Muara Semerah Berjuang Melawan Tumor Tulang, Karang Taruna Buka Donasi untuk Bantu Pengobatan
Camat Depati Tujuh Indra Hermawan Bantah Tuduhan Pungli, Siap Tempuh Jalur Hukum atas Dugaan Pencemaran Nama Baik
Beras Payo Koerintji Resmi Kantongi Sertifikat Indikasi Geografis
Lampu Padam di Tanah Cogok, ini Dugaan Penyebab dan Keterangan PLN
Serah Terima Lapangan Proyek, Pembangunan RSUD Kerinci Resmi Dimulai
Sosialisasi Tata Kelola Keuangan KONI Kerinci 2026, Nafrizal Tekankan Transparansi dan Profesionalisme Organisasi
Tanggul dan Normalisasi Sungai Batang Merao Jadi Solusi Banjir di Sungai Penuh dan Kerinci
Dihadiri Kasi Pidsus dan Kasi Datun, Camat dan Seluruh Kades di Depati Tujuh Ikuti Sosialisasi Anti Korupsi Keuangan Negara
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 09:37 WIB

Muhammad Farlan dari Muara Semerah Berjuang Melawan Tumor Tulang, Karang Taruna Buka Donasi untuk Bantu Pengobatan

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:37 WIB

Camat Depati Tujuh Indra Hermawan Bantah Tuduhan Pungli, Siap Tempuh Jalur Hukum atas Dugaan Pencemaran Nama Baik

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:10 WIB

Beras Payo Koerintji Resmi Kantongi Sertifikat Indikasi Geografis

Selasa, 23 Juni 2026 - 22:27 WIB

Lampu Padam di Tanah Cogok, ini Dugaan Penyebab dan Keterangan PLN

Sabtu, 20 Juni 2026 - 19:36 WIB

Serah Terima Lapangan Proyek, Pembangunan RSUD Kerinci Resmi Dimulai

Berita Terbaru