GLOBALJAMBI.CO.ID – Bank Jambi bergerak cepat memulihkan layanan setelah insiden serangan siber yang sempat menghentikan sementara operasional ATM dan mobile banking. Manajemen tidak hanya fokus pada pemulihan sistem, tetapi juga langsung memperkuat layanan bagi nasabah agar aktivitas transaksi tetap berjalan.
Namun, gangguan tersebut membuat sebagian nasabah harus menarik dana secara manual di kantor cabang. Akibatnya, antrean sempat meningkat, terutama di kalangan aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) yang membutuhkan akses dana untuk berbagai keperluan.
Strategi Jemput Bola ke Kantor Dinas
Untuk mengatasi kepadatan antrean, Bank Jambi segera menjalankan strategi layanan “jemput bola”. Melalui langkah ini, tim bank langsung mendatangi kantor-kantor dinas di lingkungan pemerintah sehingga pegawai tidak perlu datang dan mengantre di kantor cabang.
Direktur Operasional Bank Jambi, Zulfikar, menjelaskan bahwa tim bank terlebih dahulu melakukan pendataan di setiap instansi sebelum memberikan layanan.
“Kami mendatangi kantor-kantor dinas. Namun sebelumnya kami melakukan verifikasi jumlah pegawai yang membutuhkan layanan di kantor tersebut,” ujarnya saat dikonfirmasi vojnews.id, Rabu (4/3/2026).
Dengan pendekatan tersebut, pegawai pemerintah tetap dapat mengakses dana mereka secara lebih cepat dan praktis tanpa harus meninggalkan aktivitas kerja terlalu lama.
Teller Ditambah untuk Percepat Layanan
Selain itu, Bank Jambi juga langsung memperkuat pelayanan di kantor cabang dengan menambah jumlah teller. Langkah ini bertujuan mempercepat proses transaksi manual yang meningkat setelah gangguan sistem digital.
“Biasanya teller hanya dua orang, sekarang menjadi tujuh orang. Bahkan di beberapa kantor cabang sampai sembilan orang,” jelas Zulfikar.
Melalui penambahan petugas layanan tersebut, antrean nasabah di harapkan semakin berkurang dan proses penarikan dana dapat berlangsung lebih cepat.
Audit Forensik Siber Masih Berjalan
Sementara itu, tim internal bersama pihak terkait terus melakukan audit forensik untuk menelusuri sumber gangguan serta mengidentifikasi celah keamanan pada sistem. Proses ini menjadi langkah penting agar insiden serupa tidak kembali terjadi.
Bank Jambi menargetkan layanan ATM dapat kembali beroperasi sebelum masa cuti bersama Idul Fitri. Dengan begitu, nasabah nantinya bisa kembali bertransaksi secara normal melalui jaringan ATM tanpa harus datang ke kantor cabang.
“Audit forensik masih berjalan. Kami berharap sebelum cuti bersama Idul Fitri ATM sudah bisa di gunakan kembali,” kata Zulfikar.
Perkuat Keamanan Sistem Digital
Ke depan, Bank Jambi berkomitmen memperkuat sistem keamanan digital secara menyeluruh. Manajemen akan memastikan setiap tahap pemulihan sistem berjalan secara hati-hati agar tidak memunculkan risiko baru.
Menurut Zulfikar, tim teknis kini bekerja maksimal untuk memastikan sistem yang kembali aktif benar-benar aman dan stabil.
“Jangan sampai sistem dibuka lalu muncul masalah baru. Kami bekerja maksimal untuk memperkuat keamanan siber ke depan,” tegasnya.
Dengan berbagai langkah tersebut, Bank Jambi berharap kepercayaan nasabah tetap terjaga sekaligus memastikan layanan perbankan kembali berjalan normal dalam waktu dekat.









