GLOBALJAMBI.CO.ID – Kehadiran layanan DAMRI rute Padang Aro–Pelompek membawa angin segar bagi pedagang dan petani di Desa Pelompek, Kecamatan Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci. Dengan tarif hanya Rp8 ribu, masyarakat kini lebih leluasa mengirim hasil pertanian ke Solok Selatan tanpa menanggung ongkos transportasi tinggi.
Hal tersebut di sampaikan salah satu pengamat publik Provinsi Jambi, Dedi Dora. Di katakannya bahwa Selama ini, Pelompek dikenal sebagai kawasan pertanian produktif sekaligus jalur menuju destinasi wisata alam seperti Gunung Tujuh dan Danau Gunung Tujuh. Setiap hari, petani memanen sayur mayur, kentang, cabai, serta berbagai komoditas hortikultura lainnya. Namun sebelumnya, pedagang harus mengeluarkan biaya angkut cukup besar untuk menjangkau pasar di Solok Selatan.
“Kini, setelah Pemerintah Kabupaten Solok Selatan menghadirkan DAMRI dengan tarif terjangkau, pedagang langsung merasakan perubahan signifikan. Mereka dapat menekan biaya distribusi dan mengurangi ketergantungan pada kendaraan sewaan maupun mobil pribadi yang membutuhkan ongkos lebih besar, ” Ujarnya.
Biaya Distribusi Turun, Keuntungan Meningkat
Salah satu pedagang sayur di Pelompek, Tarnok, mengaku lebih rutin membawa hasil tani ke Padang Aro karena ongkos perjalanan jauh lebih hemat. Selain itu, jadwal keberangkatan yang jelas membantu pedagang mengatur waktu panen dan pengiriman secara lebih terencana.
“Setiap pagi, pedagang dapat mengirim hasil panen dari Pelompek, lalu kembali pada siang hari dari Padang Aro. Pola ini membuat aktivitas distribusi berjalan lebih efisien. Dengan demikian, pedagang dapat menjaga kesegaran produk sekaligus mempercepat perputaran modal, ” Bebernya.
Lebih jauh lagi, penurunan biaya transportasi mendorong peningkatan margin keuntungan. Pedagang tetap bisa menawarkan harga kompetitif tanpa perlu menaikkan harga jual di pasar Solok Selatan.
Peluang Pasar Semakin Luas
Tidak hanya menekan ongkos ungkap Dedi Dora, DAMRI juga memperluas akses pasar bagi pedagang Pelompek. Kini, mereka lebih percaya diri menjangkau konsumen di Solok Selatan karena transportasi lebih mudah dan terjangkau.
Selain itu, Solok Selatan memiliki posisi strategis sebagai daerah penghubung antarwilayah. Ketika arus barang dari Pelompek berjalan lancar, peluang kerja sama dagang antar kabupaten pun ikut berkembang.
Bahkan, kemudahan akses ini mendorong pedagang dari luar daerah datang langsung ke Pelompek untuk membeli hasil tani segar dari petani setempat. Kondisi ini tentu memperkuat posisi Pelompek sebagai sentra pertanian yang semakin di perhitungkan.
Dorong Ekonomi Kawasan Perbatasan
Rute DAMRI Padang Aro–Pelompek tidak hanya menghadirkan transportasi murah, tetapi juga mempercepat pertumbuhan ekonomi kawasan perbatasan Jambi–Sumatera Barat. Ketika mobilitas masyarakat meningkat, aktivitas perdagangan ikut bergerak lebih dinamis.
Petani kini lebih cepat menjual hasil panen, pedagang lebih lancar mendistribusikan barang, dan roda ekonomi lokal terus berputar. Karena itu, tarif Rp8 ribu tidak sekadar angka murah, melainkan peluang nyata yang menghubungkan Pelompek dengan pasar yang lebih luas.









