Tahun Konsolidasi Berbuah Hasil : Bank Jambi Kian Percaya Diri Menyambut 2026

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 3 Desember 2025 - 22:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GLOBALJAMBI.CO.ID, JAMBI – Tahun 2025 menjadi fase penting bagi Bank Jambi ketika konsolidasi, ekspansi, dan tekanan ekonomi berjalan beriringan dalam satu periode yang menentukan arah transformasi bank pembangunan daerah tersebut. Sejak Januari, Bank Jambi menjalani tahun ini dengan agenda besar memperkuat fondasi pertumbuhan melalui modernisasi digital, optimalisasi jaringan layanan, serta penataan ulang portofolio kredit agar lebih selektif dan berkelanjutan.

Momentum perubahan semakin menguat setelah Bank Jambi resmi bergabung dalam Kelompok Usaha Bank (KUB) bank bjb pada akhir 2024. Langkah strategis ini membuka peluang besar bagi penguatan permodalan dan tata kelola yang lebih solid dalam jangka panjang.

Pada triwulan pertama, kampanye penghimpunan dana berbasis payroll ASN dan perluasan tabungan daerah menjadi motor pendorong pertumbuhan dana murah. Konsistensi strategi ini menjadikan kinerja penghimpunan dana masyarakat sebagai salah satu pencapaian paling menonjol sepanjang 2025. Puncaknya, pada September 2025 total aset Bank Jambi tercatat mencapai Rp15,15 triliun, tumbuh 20,43 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya. Dalam satu dekade terakhir, percepatan aset sebesar ini jarang terjadi—indikasi kuat bahwa transformasi layanan modern yang cepat dan efisien mulai meningkatkan kepercayaan publik.

Baca Juga :  IMKS-UNP Sukses Adakan Acara Pro Collage Programs (Progress) Tahun 2023

Pertumbuhan dana tersebut terutama didorong oleh peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang menanjak hingga Rp10,84 triliun atau naik 19,28 persen secara tahunan. Namun, di tengah derasnya arus dana masuk, penyaluran kredit berjalan lebih konservatif. Total kredit dan pembiayaan hanya tumbuh 2,20 persen menjadi Rp9,90 triliun. Pelambatan ini merupakan strategi kehati-hatian manajemen dalam merespons meningkatnya risiko pembiayaan di sejumlah sektor yang terdampak tekanan ekonomi regional.

Kualitas aset relatif terjaga meskipun kredit bermasalah mengalami kenaikan. NPL gross naik menjadi 2,22 persen, dan NPL net tercatat 0,81 persen—masih berada dalam batas aman, namun menjadi sinyal bahwa perbaikan kualitas pembiayaan perlu menjadi agenda prioritas pada tahun berikutnya.

Dari sisi profitabilitas, tekanan terlihat dari penurunan ROA dari 3,49 persen menjadi 3,34 persen, serta ROE dari 14,79 persen menjadi 12,83 persen. Pelemahan ini bukan semata akibat perlambatan intermediasi, tetapi juga dampak pengenceran alami setelah tambahan modal setor yang cukup besar. Meski demikian, penguatan modal membuat struktur perbankan Bank Jambi semakin kokoh. Rasio KPMM yang mencapai 42,99 persen—jauh di atas ketentuan regulator—menunjukkan kapasitas modal yang sangat longgar, namun belum termanfaatkan sepenuhnya untuk ekspansi kredit dan pengembangan sumber pendapatan baru.

Baca Juga :  Diduga Pungli PTSL Terjadi di Desa Ladeh Kerinci

Memasuki semester kedua, dampak transformasi digital semakin terasa. Efisiensi operasional meningkat, layanan beralih menuju standar modern, dan sistem internal diperbarui untuk menghadapi peningkatan volume transaksi. Ekosistem pembayaran daerah, termasuk kanal digital layanan pemerintahan, memberikan kontribusi fee-based income yang menjadi penopang penting di tengah penurunan margin. Sepanjang tahun, Bank Jambi juga meraih sejumlah penghargaan nasional atas transformasi digital, penguatan tata kelola, hingga pencapaian sebagai salah satu BPD dengan pertumbuhan aset tercepat.

Menutup tahun 2025, Bank Jambi berada pada posisi yang solid. Pertumbuhan aset menguat, dana masyarakat meningkat, modal berada pada level sangat sehat, dan agenda digitalisasi berjalan konsisten. Meski beberapa indikator seperti ROE dan kualitas kredit masih memerlukan langkah perbaikan, tahun 2025 menjadi bukti bahwa Bank Jambi berada pada fase transisi menuju institusi yang lebih modern, kompetitif, dan adaptif.

Dengan dukungan KUB bank bjb serta fondasi permodalan yang kuat, Bank Jambi menutup 2025 sebagai BPD yang kian diperhitungkan dalam lanskap perbankan nasional, siap memasuki 2026 dengan struktur yang lebih matang dan terarah.
(Adi)

Berita Terkait

Tender RSUD Kerinci Tuntas, Bupati Monadi: Hadiah Bahagia untuk Pelayanan Kesehatan Masyarakat
Ajang Bergengsi Tuai Kontroversi, Para Juara Asia MX Kecewa Hadiah Tak Sesuai
Wabup Murison Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Tegaskan Pancasila Perekat Persatuan Bangsa dan Fondasi Perdamaian Dunia
Wako Alfin Naik ke Menara Masjid Raya Sungai Penuh, Mengingat Sejarah Pengibaran Merah Putih Pertama di Kerinci
Al Haris Respon Cepat Fly Over Sungai Penuh–Tapan dan Kerinci–Bungo, Publik Bertanya: Janji yang Kesekian Kalinya?
Ini Perkiraan Harga Tiket Batik Air Muara Bungo–Jakarta
Batik Air Rute Muaro Bungo–Jakarta Resmi Dimulai, Ini Jadwalnya Hingga Jumlah Penumpang
Kerinci dan Sungai Penuh Dukung Batik Air Beroperasi di Bandara Muara Bungo
Berita ini 3 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 22:37 WIB

Tender RSUD Kerinci Tuntas, Bupati Monadi: Hadiah Bahagia untuk Pelayanan Kesehatan Masyarakat

Senin, 1 Juni 2026 - 13:30 WIB

Ajang Bergengsi Tuai Kontroversi, Para Juara Asia MX Kecewa Hadiah Tak Sesuai

Senin, 1 Juni 2026 - 11:25 WIB

Wabup Murison Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Tegaskan Pancasila Perekat Persatuan Bangsa dan Fondasi Perdamaian Dunia

Senin, 1 Juni 2026 - 08:00 WIB

Wako Alfin Naik ke Menara Masjid Raya Sungai Penuh, Mengingat Sejarah Pengibaran Merah Putih Pertama di Kerinci

Minggu, 31 Mei 2026 - 13:12 WIB

Al Haris Respon Cepat Fly Over Sungai Penuh–Tapan dan Kerinci–Bungo, Publik Bertanya: Janji yang Kesekian Kalinya?

Berita Terbaru