GLOBALJAMBI.CO.ID – Honda Prelude di Dunia otomotif Indonesia kembali bergairah. Setelah menghilang selama 25 tahun dari jalur produksi global, Honda akhirnya menghadirkan kembali Honda Prelude ke pasar Tanah Air. Kehadiran sport coupe legendaris ini langsung mencuri perhatian para pecinta otomotif, kolektor, hingga penggemar mobil sport modern.
Menariknya, PT Honda Prospect Motor (HPM) menyerahkan 20 unit pertama Honda Prelude dalam acara eksklusif di Fold Museum, Cipete, Jakarta Selatan. Pada momen bersejarah tersebut, jurnalis otomotif sekaligus pembalap senior, Fitra Eri, menjadi konsumen pertama yang menerima kunci mobil ikonis tersebut.
Kembalinya Prelude tidak hanya menghadirkan nostalgia. Sebaliknya, Honda juga membawa teknologi hybrid canggih yang menggabungkan performa tinggi, efisiensi bahan bakar, dan sensasi berkendara khas mobil sport.
Honda Hadirkan Pengalaman Nostalgia dalam Acara Penyerahan Perdana
HPM menyulap Fold Museum menjadi ruang pamer yang penuh sejarah. Berbagai model legendaris Honda menghiasi lokasi acara, mulai dari Honda City Cabriolet, Honda Civic Estilo, hingga Honda Prelude Generasi Ketiga milik Fitra Eri.
Melalui konsep tersebut, Honda mengajak para pemilik Prelude generasi terbaru untuk menjelajahi perjalanan panjang merek ini sebelum membuka unit kendaraan mereka masing-masing.
Sementara itu, sebagian besar konsumen memilih warna merah sebagai identitas sport coupe modern tersebut. Namun, Fitra Eri justru memilih warna Platinum White Pearl. Ia mengambil keputusan tersebut karena warna itu identik dengan Honda Prelude Generasi Ketiga yang telah lama menjadi bagian dari koleksinya.
Selain menerima mobil, 20 pemilik pertama juga memperoleh hadiah eksklusif berupa jaket resmi Honda dan jam tangan langka Citizen x Honda Ana-Digi bergaya retro. Honda hanya memproduksi 300 unit jam tangan tersebut untuk pasar global sehingga nilai koleksinya sangat tinggi.
Mesin Hybrid 2.0 Liter Hadirkan Performa Sport dan Efisiensi Tinggi
Honda membekali Prelude terbaru dengan mesin hybrid 2.000 cc 4-silinder yang menawarkan karakter berbeda dibandingkan model hybrid Honda lainnya.
Lebih menarik lagi, Honda menyematkan teknologi S+ Shift Mode yang mampu mensimulasikan perpindahan gigi delapan percepatan meskipun mobil ini menggunakan transmisi e-CVT.
Ketika pengemudi mengaktifkan mode S+, mesin bensin bekerja lebih agresif dan menghasilkan suara alami yang khas. Dengan demikian, pengemudi tetap merasakan sensasi mobil sport konvensional tanpa kehilangan efisiensi teknologi hybrid.
Dari sisi performa, Honda Prelude mampu menghasilkan tenaga hingga 200 HP dan torsi mencapai 315 Nm. Angka tersebut memberikan akselerasi responsif sekaligus karakter berkendara yang menyenangkan.
Di sisi lain, efisiensi bahan bakarnya juga mengesankan. Dalam pengujian awal di area perkotaan, Prelude mencatat konsumsi bahan bakar antara 22 km/liter hingga 29,5 km/liter. Bahkan, Honda merancang mesin ini agar dapat menggunakan bahan bakar dengan standar minimum RON 90.
Kaki-Kaki Civic Type R dan Fitur Premium Siap Memanjakan Pengguna
Untuk meningkatkan performa pengendalian, Honda mengadopsi platform suspensi dan kaki-kaki dari Civic Type R. Namun demikian, para insinyur Honda menyesuaikan karakter suspensinya agar tetap nyaman untuk penggunaan sehari-hari.
Selain itu, Prelude terbaru juga menghadirkan Adaptive Suspension yang memungkinkan pengemudi memilih karakter berkendara melalui mode Comfort, GT, Sport, dan Individual.
Masuk ke dalam kabin, pengemudi langsung merasakan nuansa modern khas Honda. Desain dashboard mengusung konsep serupa Civic terbaru lengkap dengan kisi-kisi AC bergaya honeycomb yang menjadi ciri khasnya.
Tidak hanya itu, Honda juga merancang jok depan dengan pendekatan ergonomis. Jok pengemudi memberikan dukungan tubuh yang lebih kuat saat bermanuver, sedangkan jok penumpang menawarkan ruang gerak lebih luas demi meningkatkan kenyamanan perjalanan.
Untuk menunjang hiburan, Honda memasang sistem audio premium Bose. Selanjutnya, Honda Connect yang terintegrasi dengan Google Maps dan Google Assistant semakin memudahkan pengguna selama perjalanan.
Antrean Mengular hingga 2028, Harga Bekas Mulai Melambung
Popularitas Honda Prelude ternyata melampaui ekspektasi pasar. Saat ini, Honda hanya menyediakan sekitar 100 unit per tahun untuk Indonesia. Akibatnya, jumlah pemesanan terus meningkat dan telah mencapai sekitar 278 unit.
Kondisi tersebut membuat masa tunggu kendaraan diperkirakan berlangsung hingga tahun 2027 bahkan 2028.
Untuk mencegah praktik spekulasi, HPM mewajibkan setiap pembeli melakukan registrasi kendaraan atas nama pribadi dan mengoperasikan mobil tersebut secara legal di jalan raya.
Meskipun demikian, rumor di kalangan kolektor menyebutkan bahwa beberapa unit Prelude sudah muncul di pasar sekunder dengan harga yang melonjak hingga Rp1,2 miliar sampai Rp1,3 miliar.
Sementara itu, Fitra Eri menegaskan bahwa ia tidak berniat menjual unit miliknya. Ia membeli Honda Prelude tersebut dengan harga Rp924,9 juta setelah memperoleh apresiasi khusus sebesar Rp50 juta dari Honda Bandung Center.
Setelah menerima kendaraan, Fitra langsung menjadwalkan pemasangan Paint Protection Film (PPF) untuk menjaga kondisi cat tetap sempurna.
Kehadiran Honda Prelude generasi terbaru membuktikan bahwa era elektrifikasi tidak menghilangkan karakter mobil sport sejati. Sebaliknya, Honda berhasil memadukan efisiensi, teknologi modern, desain elegan, dan sensasi berkendara yang menyenangkan dalam satu paket yang sangat menarik.









