GLOBALJAMBI.CO.ID – Strategi unik di Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) kembali mencuri perhatian komunitas. Kali ini, seorang kreator konten dari kanal YouTube Rendi Cuy sukses membuktikan bahwa hero yang sering di remehkan ternyata masih bisa menjadi senjata mematikan. Ia memilih Nana sebagai Roamer dalam pertandingan solo rank dan langsung memancing reaksi keras dari rekan setimnya.
Sejak fase draft pick dimulai, keputusan tersebut langsung mengundang perdebatan. Banyak pemain menganggap Nana tidak cocok mengisi posisi Roam karena minim ketahanan dan lebih identik sebagai Mage Mid Lane. Namun demikian, sang kreator tetap yakin dengan strateginya dan memilih untuk membuktikannya langsung di Land of Dawn.
Draft Pick Memanas, Tim Langsung Pesimis
Momen menarik terjadi bahkan sebelum pertandingan di mulai. Sang kreator sengaja melontarkan candaan soal “pura-pura ke WC” sebagai alasan jika pilihan hero yang ia gunakan menimbulkan kontroversi.
Tak lama kemudian, Nana Roam resmi terkunci. Akibatnya, kolom chat tim langsung di penuhi protes. Beberapa rekan setim bahkan mulai meragukan peluang kemenangan sejak awal pertandingan.
Meski begitu, sang pemain tidak terpengaruh. Sebaliknya, ia tetap percaya diri dan menjelaskan bahwa Nana Roam bisa menjadi pilihan sangat kuat apabila seluruh skill di gunakan secara akurat dan pemain memahami timing yang tepat dalam setiap team fight.
Strategi Agresif Nana Roam Bikin Gold Melejit
Setelah pertandingan di mulai, Nana langsung menunjukkan gaya bermain yang berbeda dari kebanyakan Roamer. Alih-alih hanya membuka map dan menjaga rekan setim, ia aktif menekan lawan sejak early game.
Secara konsisten, ia melemparkan Magic Boomerang ke arah hero musuh. Selain mengurangi HP lawan, strategi tersebut juga membantu mengaktifkan efek item Roam yang menghasilkan tambahan Gold dan Experience.
Karena terus memberikan tekanan, perolehan Gold Nana meningkat sangat cepat. Bahkan, dalam beberapa momen penting, jumlah Gold miliknya berhasil melampaui beberapa pemain yang berada di lane utama.
Selain itu, rotasi cepat yang ia lakukan membuat tim lawan kesulitan mengembangkan permainan. Akibatnya, sejumlah objektif penting berhasil diamankan lebih mudah.
Di-lock Sekampung, Nana Justru Balik Outplay
Seiring berjalannya pertandingan, keberadaan Nana semakin mengganggu tim lawan. Hero-hero seperti Zhuxin dan Obsidian berkali-kali mencoba menghentikan pergerakannya.
Karena merasa kesal, tim musuh akhirnya fokus memburu Nana dalam berbagai kesempatan. Mereka bahkan nekat melakukan dive ke area turet hanya untuk mengeliminasi sang Mage kecil.
Namun, situasi tersebut justru melahirkan salah satu momen paling epik dalam pertandingan.
Ketika beberapa hero lawan mengepungnya secara bersamaan, Nana berhasil memanfaatkan pasif Molina’s Blessing dengan sempurna. Setelah lolos dari ancaman kematian, ia langsung membalas dengan kombinasi skill area yang akurat.
Hasilnya sangat mengejutkan. Dalam waktu singkat, ia mengamankan Double Kill yang mengubah jalannya pertarungan. Setelah itu, ia bahkan beberapa kali melakukan recall provokatif untuk menekan mental lawan.
Karena itu, kepercayaan diri timnya meningkat drastis, sementara tim lawan mulai kehilangan momentum.
Damage Tertinggi, Tapi Kalah Karena Super Minion
Memasuki late game, pertandingan berlangsung semakin sengit. Nana terus memberikan kontribusi besar melalui damage tinggi dan kemampuan crowd control yang mengganggu pergerakan lawan.
Berkali-kali ia berhasil menangkap hero penting musuh, termasuk Benedetta yang menjadi ancaman utama di lini belakang.
Sayangnya, ketika seluruh pemain fokus pada team fight penentuan, timnya kehilangan kontrol terhadap lane. Akibatnya, super minion berhasil menembus pertahanan utama dan menghancurkan base tanpa perlawanan yang cukup.
Meskipun harus menerima kekalahan yang menyakitkan, performa Nana Roam tetap mendapat pengakuan. Statistik akhir pertandingan menunjukkan bahwa ia menghasilkan damage terbesar sekaligus memberikan kontribusi paling signifikan untuk tim.
Karena performa impresif tersebut, sistem pertandingan akhirnya menobatkan Nana Roam sebagai MVP meski timnya gagal meraih kemenangan.
Keberhasilan ini sekaligus membungkam seluruh kritik yang muncul sejak fase draft pick. Sang kreator pun menutup videonya dengan candaan yang mengundang tawa para penonton.
“Ngetroll boleh, goblok jangan.”
Pesan sederhana tersebut menjadi pengingat bahwa strategi unik tetap bisa menghasilkan kemenangan apabila pemain memahami mekanik hero, menjalankan rotasi dengan baik, dan tetap bermain maksimal hingga pertandingan berakhir.









