GLOBALJAMBI.CO.ID – Bisnis minuman kekinian masih menjadi salah satu peluang usaha yang menjanjikan pada tahun 2026. Selain memiliki pasar yang luas, usaha ini juga menawarkan modal yang relatif terjangkau dengan potensi keuntungan yang menarik. Tidak heran, banyak pelaku usaha pemula mulai melirik bisnis minuman kekinian sebagai sumber penghasilan tambahan maupun usaha utama.
Di tengah tren gaya hidup modern, masyarakat semakin gemar membeli aneka minuman segar dengan tampilan menarik dan cita rasa unik. Oleh sebab itu, peluang untuk meraih keuntungan dari bisnis ini masih terbuka lebar.
Lalu, berapa modal yang perlu disiapkan dan berapa keuntungan yang bisa diperoleh setiap bulan? Berikut ulasannya.
Modal Awal Jualan Minuman Kekinian yang Perlu Disiapkan
Sebelum memulai usaha, pelaku bisnis perlu menghitung kebutuhan modal secara rinci. Dengan perencanaan yang matang, pengusaha dapat mengelola keuangan usaha secara lebih efektif.
Berikut estimasi modal awal untuk usaha minuman kekinian skala kecil:
- Gerobak atau booth sederhana: Rp2.500.000
- Blender dan peralatan pendukung: Rp1.000.000
- Gelas plastik dan sedotan: Rp500.000
- Bahan baku awal (susu, teh, kopi, sirup, gula, topping): Rp1.500.000
- Spanduk dan promosi awal: Rp500.000
Total modal awal: sekitar Rp6.000.000
Namun demikian, pelaku usaha dapat menyesuaikan angka tersebut sesuai konsep bisnis dan lokasi berjualan.
Strategi Meningkatkan Penjualan Minuman Kekinian
Setelah menyiapkan modal, langkah berikutnya yaitu menyusun strategi penjualan yang tepat. Sebab, produk yang enak saja belum cukup untuk memenangkan persaingan pasar.
Pertama, pilih lokasi yang ramai seperti area sekolah, kampus, pusat perbelanjaan, atau kawasan perkantoran. Selain itu, manfaatkan media sosial untuk memperkenalkan produk kepada calon pelanggan.
Selanjutnya, buat variasi menu yang mengikuti tren pasar. Misalnya, minuman boba, thai tea, es kopi susu, matcha latte, hingga minuman buah segar.
Di samping itu, tawarkan promo menarik seperti beli dua gratis satu atau diskon pada jam tertentu. Strategi tersebut mampu meningkatkan minat pembeli sekaligus memperluas jangkauan pasar.
Tidak kalah penting, jaga kualitas rasa dan kebersihan produk. Dengan begitu, pelanggan akan kembali membeli dan bahkan merekomendasikan produk kepada orang lain.
Rincian Keuntungan Jualan Minuman Kekinian per Bulan
Potensi keuntungan usaha minuman kekinian cukup menarik apabila pelaku usaha mampu menjaga kualitas produk dan konsistensi penjualan.
Sebagai contoh, jika harga jual satu gelas minuman sebesar Rp10.000 dan biaya produksi sekitar Rp4.000, maka keuntungan bersih per gelas mencapai Rp6.000.
Apabila dalam satu hari berhasil menjual 50 gelas, perhitungannya sebagai berikut:
- Omzet harian: 50 x Rp10.000 = Rp500.000
- Keuntungan harian: 50 x Rp6.000 = Rp300.000
Sementara itu, dalam satu bulan dengan asumsi berjualan selama 30 hari:
- Omzet bulanan: Rp15.000.000
- Keuntungan kotor bulanan: Rp9.000.000
Setelah mengurangi biaya operasional seperti listrik, transportasi, dan kebutuhan tambahan lainnya sekitar Rp1.500.000 per bulan, pelaku usaha masih berpeluang memperoleh keuntungan bersih sekitar Rp7.500.000 per bulan.
Tentu saja, angka tersebut dapat meningkat apabila lokasi usaha strategis dan jumlah penjualan bertambah setiap hari.
Peluang Usaha yang Masih Menjanjikan
Minuman kekinian tetap menjadi salah satu sektor usaha yang berkembang pesat. Selain membutuhkan modal yang tidak terlalu besar, bisnis ini juga memiliki target pasar yang luas, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga pekerja kantoran.
Karena itu, siapa pun dapat memanfaatkan peluang ini untuk membangun usaha yang menguntungkan. Dengan perencanaan modal yang tepat, strategi pemasaran yang efektif, serta pelayanan yang baik, usaha minuman kekinian berpotensi menghasilkan keuntungan jutaan rupiah setiap bulan.
Bagi masyarakat yang ingin memulai usaha pada tahun 2026, jualan minuman kekinian dapat menjadi pilihan menarik untuk menambah penghasilan sekaligus membangun bisnis jangka panjang.









