GLOBALJAMBI.CO.ID – Kejadian kocak sekaligus menyakitkan kembali muncul di skena Solo Rank Mobile Legends: Bang Bang (MLBB). Seorang streamer sekaligus content creator dari kanal YouTube Rendi Cuy membagikan momen hard game luar biasa saat dirinya harus menghadapi draft pick super kacau dengan komposisi empat Mage dalam satu tim.
Meski begitu, permainan Selena Roam full damage miliknya hampir membawa tim melakukan comeback epik. Namun pada akhirnya, ego rekan setim dan minimnya item defense kembali menjadi penyebab utama kekalahan pahit tersebut.
Draft Pick Berantakan, Cyclops XP Lane Jadi Awal Petaka
Masalah langsung muncul sejak fase draft pick dimulai. Karena dua pemain saling berebut posisi Mid Lane, salah satu pemain akhirnya nekat menggunakan Cyclops untuk mengisi posisi XP Lane.
Situasi semakin sulit karena tim mereka memakai komposisi hero yang hampir seluruhnya mengandalkan magic damage. Tim tersebut berisi Cyclops XP Lane, Lylia Mid Lane, Eudora, dan Selena Roam milik Rendi Cuy.
Akibatnya, tim sama sekali tidak memiliki hero tanker maupun fighter murni untuk membuka map dan menahan serangan lawan. Selain itu, lawan juga dengan mudah membaca pola permainan mereka karena seluruh sumber damage berasal dari magic attack.
Di sisi lain, lawan tampil jauh lebih rapi dengan kombinasi hero kuat seperti Tigreal, Hanabi, Roger, dan Vale yang mampu memenangkan team fight secara konsisten.
Build Selena Roam Full Damage 2026 Ternyata Sangat Mematikan
Walaupun bermain sebagai Roamer, Rendi justru memilih build full damage tanpa item utility maupun defense. Ia bahkan mengabaikan Enchanted Talisman dan langsung memakai kombinasi item yang ia sebut sebagai “Trinity Magic”.
Build tersebut terdiri dari:
– Lightning Truncheon
– Holy Crystal
– Divine Glaive
– Glowing Wand
– Sepatu cooldown reduction
Berkat build itu, damage Selena meningkat sangat tinggi sejak mid game. Selain itu, efek burst dari combo Abyssal Arrow dan skill cakar Selena juga langsung menghabisi hero tipis milik lawan hanya dalam satu kali serangan.
Rendi juga membagikan tips penting bagi pengguna Selena di META 2026. Menurutnya, pemain jangan asal melempar Abyssal Arrow ketika Ultimate Selena masih cooldown. Sebaliknya, pemain wajib memastikan mode Primal Darkness siap digunakan agar Selena bisa langsung melakukan eksekusi instan setelah panah mengenai target.
Tidak hanya itu, ia juga terus menaruh Abyssal Trap di area rumput penting untuk membuka vision sekaligus mencegah rekan setim terkena gank mendadak.
Lele Akurat Selena Hampir Bawa Tim Comeback
Memasuki mid game, Selena mulai menunjukkan pengaruh besar. Rendi berkali-kali berhasil membaca arah pergerakan lawan dan mendaratkan Abyssal Arrow secara akurat.
“Main Selena itu harus pintar baca gerakan musuh,” ujarnya saat berhasil mendapatkan pick-off penting.
Berkat positioning yang rapi dan permainan sembunyi-sembunyi, Selena berhasil menumbangkan Vale hingga Roger hanya dalam satu kali combo. Selain itu, tim mereka juga sempat memanfaatkan blunder lawan di area sungai.
Momentum tersebut langsung membuka peluang comeback. Bahkan, tim Selena sempat meratakan hampir seluruh pemain lawan dan memperkecil selisih gold secara perlahan.
Sayangnya, kondisi Cyclops XP Lane yang terus mati membuat permainan tetap sulit. Hero tersebut bahkan berubah menjadi “ATM berjalan” bagi lawan dengan statistik sangat buruk sepanjang pertandingan.
Minim Respect Item, Tim Langsung Rata di Perebutan Lord
Ketika pertandingan memasuki late game, masalah baru kembali muncul. Rekan setim Selena tetap memaksakan build damage tanpa membuat item defense seperti Winter Crown maupun Immortality.
Akibat keputusan itu, lawan langsung memenangkan team fight penting di area Lord. Combo ultimate dari Tigreal dan Vale langsung meratakan seluruh pemain dalam hitungan detik.
Pada akhirnya, pertandingan berakhir tragis di menit ke-24. Meski kalah, Selena Roam full damage milik Rendi tetap keluar sebagai MVP moral setelah menghasilkan total damage fantastis hingga 123 ribu damage.
Sementara itu, Cyclops XP Lane justru menutup pertandingan dengan performa buruk dan menjadi sasaran report massal dari rekan setim sendiri.
Game ini sekaligus membuktikan bahwa sebesar apa pun damage seorang Roamer di META MLBB 2026, kemenangan tetap sulit datang jika draft pick berisi ego dan strategi yang berantakan.









