GLOBALJAMBI.CO.ID – Semangat perjuangan mengantarkan Pimpinan Cabang Bank Jambi Kerinci, Abdel Haq, mencapai puncak Gunung Kerinci bersama Bupati Kerinci, Monadi, S.Sos., M.Si., dan 28 pemuda tangguh. Dalam pendakian tersebut, mereka membawa pesan persatuan sekaligus mengikrarkan Sumpah Pemuda untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026.
Bagi Abdel Haq, perjalanan menuju puncak bukan sekadar tantangan fisik. Lebih dari itu, pendakian ini menghadirkan pengalaman berharga tentang kedisiplinan. Kebersamaan, perjuangan, dan kecintaan terhadap Tanah Air.
Gunung Kerinci menjulang sekitar 3.805 meter di atas permukaan laut (MDPL). Sebagai gunung tertinggi di Pulau Sumatera sekaligus gunung berapi tertinggi di Indonesia dan Asia Tenggara. Gunung ini menuntut kesiapan fisik, mental, serta kedisiplinan setiap pendaki.
Dari Pintu Rimba, Desa Kersik Tuo, Kecamatan Kayu Aro, Abdel Haq bersama Bupati Monadi dan para peserta memulai perjalanan menuju puncak. Mereka membawa satu semangat yang sama: menghidupkan nilai Sumpah Pemuda melalui aksi nyata.
Abdel Haq Hadapi Tantangan Pendakian Gunung Kerinci
Perjalanan menuju puncak Gunung Kerinci menuntut ketahanan fisik dan mental. Para pendaki harus mengatur tenaga, menjaga keseimbangan. Serta memperhatikan keselamatan saat melewati jalur yang menantang.
Namun, tekad dan kebersamaan menjadi bekal penting sepanjang perjalanan. Setiap peserta harus menjaga kekompakan agar seluruh rombongan dapat menghadapi tantangan dengan penuh tanggung jawab.
Bagi Abdel Haq, pengalaman tersebut mengandung pelajaran penting tentang arti perjuangan. Sebab, setiap keberhasilan membutuhkan persiapan, kedisiplinan, kerja sama, dan kemauan untuk terus melangkah.
Selain menguji ketangguhan diri, pendakian ini juga mempertemukan berbagai unsur masyarakat dalam satu misi kebangsaan. Kehadiran Bupati Monadi, Abdel Haq, dan 28 pemuda tangguh memperlihatkan bahwa semangat persatuan mampu menyatukan berbagai latar belakang demi tujuan bersama.
Abdel Haq: Semangat Sumpah Pemuda Harus Menjadi Tindakan Nyata
Keberhasilan mencapai puncak memberikan makna tersendiri bagi Abdel Haq. Momentum tersebut mengingatkan bahwa semangat Sumpah Pemuda tidak cukup berhenti pada peringatan tahunan. Sebaliknya, setiap generasi harus menerapkan nilai persatuan melalui tindakan nyata.
“Alhamdulillah, saya bersyukur dapat mencapai puncak Gunung Kerinci bersama Bupati Kerinci, Bapak Monadi, dan 28 pemuda tangguh. Pengalaman ini sangat bermakna karena kami tidak hanya menjalani pendakian. Tetapi juga membawa semangat persatuan dan mengikrarkan Sumpah Pemuda di puncak gunung tertinggi di Pulau Sumatra.”
Ia juga menekankan pentingnya kedisiplinan dan kerja sama dalam menghadapi berbagai tantangan.
“Bagi saya, perjalanan ini mengajarkan bahwa setiap keberhasilan membutuhkan tekad, kedisiplinan, kerja sama, dan semangat pantang menyerah. Nilai-nilai tersebut harus kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk saat menjalankan tugas dan memberikan kontribusi kepada masyarakat.”
Lebih lanjut, ia mengajak generasi muda untuk terus meningkatkan kemampuan, mengembangkan kreativitas, dan mengambil peran dalam pembangunan.
“Melalui momentum Hari Sumpah Pemuda, saya mengajak generasi muda untuk terus meningkatkan kemampuan. Menjaga persatuan, mengembangkan kreativitas, dan berani mengambil peran dalam pembangunan. Mari kita jadikan semangat pemuda sebagai kekuatan untuk membawa Kabupaten Kerinci dan Indonesia menuju masa depan yang lebih baik,” ungkapnya.
Dari Puncak Gunung Kerinci, Abdel Haq Gaungkan Persatuan Indonesia
Pembacaan Sumpah Pemuda di puncak Gunung Kerinci membawa pesan kuat tentang nasionalisme dan kebersamaan. Di tengah tantangan alam, para peserta menunjukkan tekad untuk menjaga semangat persatuan yang menjadi landasan kehidupan berbangsa.
Selain itu, pendakian ini mengingatkan generasi muda bahwa keberhasilan bukan hanya tentang mencapai tujuan. Lebih penting lagi, setiap perjalanan harus memberikan pelajaran dan mendorong seseorang untuk membawa manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Karena itu, semangat Sumpah Pemuda perlu tumbuh melalui kepedulian sosial, pelestarian alam. Pengembangan kemampuan diri, serta partisipasi aktif dalam pembangunan daerah.
Bagi Abdel Haq bersama Bupati Monadi dan 28 pemuda tangguh, perjalanan dari Pintu Rimba hingga puncak menjadi pengalaman yang memperkuat arti perjuangan bersama.
Pada akhirnya, pendakian ini membawa satu pesan sederhana, tetapi mendalam tantangan akan terasa lebih ringan ketika setiap orang menjaga kekompakan dan saling menguatkan.










