GLOBALJAMBI.CO.ID – Masyarakat pedesaan sering memanfaatkan lahan kosong untuk beternak. Selain menambah penghasilan, kegiatan ternak juga membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Karena itu, banyak warga mulai mencari jenis ternak yang mudah di rawat, cepat berkembang, dan memiliki nilai jual tinggi.
Namun, tidak semua hewan ternak cocok untuk lingkungan desa. Beberapa jenis ternak membutuhkan biaya besar dan perawatan rumit. Sebaliknya, ada pula ternak yang lebih hemat pakan, tahan cuaca, dan mudah di pelihara oleh pemula.
Agar usaha ternak berjalan lancar, peternak perlu memilih hewan yang sesuai dengan kondisi lingkungan. Selain itu, peternak juga harus mempertimbangkan kebutuhan pasar dan ketersediaan pakan di sekitar rumah.
Berikut tiga jenis ternak yang cocok di pedesaan dan berpotensi memberikan keuntungan besar.
Ternak Kambing Cocok untuk Lahan Pedesaan
Kambing menjadi salah satu ternak favorit masyarakat desa. Hewan ini mudah beradaptasi dengan lingkungan pedesaan. Selain itu, kambing juga tidak membutuhkan kandang yang terlalu besar.
Peternak bisa memanfaatkan rumput liar, daun singkong, hingga dedaunan sebagai pakan utama. Karena itu, biaya perawatan kambing cenderung lebih hemat di bandingkan ternak lain.
Di sisi lain, permintaan pasar terhadap kambing terus meningkat. Banyak warga membeli kambing untuk kebutuhan aqiqah, kurban, hingga acara hajatan. Oleh sebab itu, ternak kambing memiliki peluang usaha yang cukup menjanjikan.
Selain cepat berkembang biak, kambing juga memiliki harga jual stabil. Dengan perawatan rutin, peternak bisa memperoleh keuntungan dalam waktu relatif singkat.
Ayam Kampung Mudah Di pelihara dan Cepat Laku
Selain kambing, ayam kampung juga sangat cocok di pelihara di pedesaan. Banyak warga desa memilih ayam kampung karena perawatannya sederhana dan tidak membutuhkan modal besar.
Ayam kampung bisa mencari makan sendiri di sekitar pekarangan. Meski demikian, peternak tetap perlu memberikan pakan tambahan agar pertumbuhan ayam lebih maksimal.
Kemudian, daging ayam kampung memiliki cita rasa khas sehingga banyak konsumen menyukainya. Harga jual ayam kampung juga lebih tinggi di bandingkan ayam biasa.
Tidak hanya itu, telur ayam kampung juga memiliki permintaan tinggi di pasar tradisional maupun rumah makan. Karena alasan tersebut, usaha ternak ayam kampung mampu memberikan pemasukan tambahan bagi keluarga desa.
Jika peternak menjaga kebersihan kandang dan rutin memberi vitamin, ayam kampung bisa tumbuh sehat dan produktif.
Ternak Sapi Memberikan Keuntungan Besar
Sapi menjadi pilihan ternak berikutnya yang cocok di pedesaan. Meskipun membutuhkan modal lebih besar, ternak sapi mampu memberikan keuntungan tinggi.
Biasanya, masyarakat desa memanfaatkan rumput lapangan dan limbah pertanian sebagai pakan sapi. Dengan begitu, biaya pakan dapat di tekan secara bertahap.
Selain itu, permintaan daging sapi terus meningkat setiap tahun. Bahkan, menjelang Hari Raya Idul Adha, harga sapi sering mengalami kenaikan cukup tinggi.
Peternak juga bisa menjual kotoran sapi sebagai pupuk organik. Karena itu, usaha ternak sapi tidak hanya menghasilkan daging, tetapi juga memberi nilai tambah dari limbah ternak.
Namun demikian, peternak harus rutin menjaga kesehatan sapi agar pertumbuhannya tetap optimal. Selain menjaga kebersihan kandang, peternak juga perlu memastikan ketersediaan air dan pakan setiap hari.
Dengan memilih jenis ternak yang tepat, masyarakat desa dapat meningkatkan penghasilan secara bertahap. Selain itu, usaha ternak juga membuka peluang ekonomi baru bagi keluarga di pedesaan.









