Kiamat Pertalite untuk Mobil 1.500 CC? Avanza, Xpander hingga HR-V Siap Pindah ke Pertamax Mulai 1 Juni

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 24 Mei 2026 - 23:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GLOBALJAMBI.CO.ID – Pemerintah semakin agresif memperketat penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi. Mulai 1 Juni 2026, pemerintah berencana membatasi penggunaan Pertalite untuk kendaraan roda empat dengan kapasitas mesin 1.500 cc ke atas. Kebijakan ini langsung memicu perhatian publik karena menyasar mobil populer yang setiap hari memenuhi jalanan Indonesia.

Toyota Avanza, Mitsubishi Xpander, Toyota Veloz, Honda BR-V, Honda HR-V, hingga Xpander Cross masuk dalam daftar kendaraan yang diperkirakan tidak lagi bisa menikmati BBM subsidi jenis Pertalite. Karena itu, jutaan pemilik mobil keluarga kini harus bersiap beralih menggunakan Pertamax dengan harga yang jauh lebih tinggi.

Selain itu, kebijakan ini juga membuka babak baru dalam peta konsumsi BBM nasional. Pemerintah ingin mendorong subsidi energi agar lebih tepat sasaran sekaligus mengurangi beban anggaran negara yang terus membengkak setiap tahun.

Mobil 1.500 CC Terancam Kehilangan Hak Isi Pertalite

Rencana pembatasan Pertalite untuk mobil 1.500 cc langsung menjadi perbincangan hangat di media sosial dan komunitas otomotif. Pasalnya, segmen kendaraan ini selama bertahun-tahun mendominasi pasar otomotif nasional karena menawarkan kombinasi kabin luas, konsumsi BBM irit, dan harga terjangkau.

Namun kini, pemerintah mulai mengarahkan kendaraan kelas menengah agar menggunakan BBM non-subsidi seperti Pertamax. Dengan demikian, pemilik kendaraan harus mengeluarkan biaya operasional lebih besar setiap bulan.

Saat ini, selisih harga Pertalite dan Pertamax mencapai sekitar Rp3.000 per liter. Karena itu, pengguna mobil harian diperkirakan akan merasakan lonjakan pengeluaran bahan bakar secara signifikan, terutama bagi mereka yang memiliki mobilitas tinggi setiap hari.

Baca Juga :  Avanza Rebut Kembali Takhta! Gempuran Mobil Listrik Bikin Honda Mulai Tertekan

Meski begitu, banyak pengamat otomotif menilai penggunaan Pertamax justru lebih cocok untuk mesin modern berkapasitas 1.500 cc. Oktan yang lebih tinggi mampu menjaga pembakaran lebih sempurna sehingga performa mesin tetap stabil, responsif, dan lebih awet dalam jangka panjang.

Selain menjaga kualitas mesin, penggunaan BBM dengan oktan tinggi juga membantu menekan penumpukan karbon di ruang bakar. Oleh sebab itu, sebagian produsen otomotif sebenarnya sudah lama merekomendasikan penggunaan BBM minimal RON 92 untuk mobil keluaran terbaru.

Mobil LCGC Masih Aman, Kendaraan Listrik Semakin Menarik

Di tengah kabar pembatasan tersebut, pengguna mobil Low Cost Green Car (LCGC) masih bisa bernapas lega. Sebab, pemerintah kabarnya tetap memberikan akses Pertalite bagi kendaraan dengan kapasitas mesin di bawah 1.500 cc.

Keputusan itu membuat mobil LCGC semakin menarik bagi masyarakat yang mengutamakan efisiensi biaya operasional. Selain irit bahan bakar, kendaraan LCGC juga tetap memperoleh keuntungan dari akses BBM subsidi.

Karena itu, banyak konsumen mulai mempertimbangkan kembali pilihan kendaraan mereka. Bahkan, sejumlah analis memprediksi penjualan mobil LCGC berpotensi meningkat jika aturan pembatasan Pertalite benar-benar berlaku mulai Juni mendatang.

Di sisi lain, kendaraan listrik berbasis baterai atau Electric Vehicle (EV) semakin terlihat sebagai solusi masa depan. Pemerintah terus mendorong ekosistem kendaraan listrik melalui pembangunan stasiun pengisian daya, insentif pajak, hingga berbagai program subsidi pembelian EV.

Akibatnya, masyarakat mulai melirik kendaraan listrik sebagai cara paling efektif untuk menghindari fluktuasi harga BBM dan pembatasan subsidi energi. Selain itu, biaya operasional mobil listrik juga jauh lebih murah dibanding kendaraan berbahan bakar fosil.

Baca Juga :  Menakar Fakta Maung Pindad MV3: Mobil Nasional Asli atau Sekadar Karoseri Premium?

Bukan Hanya Pertalite, Biosolar Juga Ikut Diperketat

Pemerintah ternyata tidak hanya fokus pada BBM bensin. Pemerintah juga bersiap memperketat distribusi Biosolar subsidi untuk kendaraan diesel pribadi.

Karena itu, sejumlah SUV diesel populer seperti Mitsubishi Pajero Sport, Toyota Fortuner, dan Toyota Innova diesel diperkirakan tidak lagi bisa mengonsumsi Biosolar subsidi dalam waktu dekat.

Langkah ini muncul karena pemerintah ingin memastikan subsidi energi benar-benar tersalurkan kepada sektor produktif dan masyarakat yang membutuhkan. Selain itu, pemerintah juga ingin mengurangi praktik penggunaan BBM subsidi oleh kendaraan premium yang sebenarnya mampu membeli bahan bakar non-subsidi.

Selama ini, banyak pemilik mobil diesel modern tetap memilih Solar subsidi karena selisih harga dengan Dexlite atau Pertamina Dex cukup besar. Padahal, mesin diesel common-rail modern sebenarnya membutuhkan kualitas bahan bakar yang lebih baik agar sistem injeksi tetap awet dan performa kendaraan tetap optimal.

Oleh karena itu, pembatasan ini diperkirakan akan mengubah pola konsumsi BBM masyarakat secara besar-besaran. Selain mendorong penggunaan BBM berkualitas tinggi, aturan baru ini juga dapat mempercepat transisi menuju kendaraan ramah lingkungan di Indonesia.

Kini publik menunggu keputusan final pemerintah terkait aturan pembatasan Pertalite dan Biosolar tersebut. Jika kebijakan benar-benar berlaku mulai 1 Juni, maka jutaan pemilik mobil harus segera menyesuaikan strategi pengeluaran harian mereka.

Berita Terkait

Kebangkitan Sang Legenda! Honda Prelude Resmi Mengaspal di Indonesia
Mitos dan Fakta Otomotif, Matikan Mesin Sambil Injak Gas hingga Sport Mode Bikin Mesin Rusak
Mengapa Mobil Listrik Bisa Tiba-Tiba Mati di Rel Kereta ? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Geely EX2 Facelift Meluncur Lebih Canggih dan Murah, Jarak Tempuh Tembus 480 Km
Audi S3 Verve Edition, Tampil Eksklusif dengan Warna District Green dan Tenaga 333 HP
Mitsubishi Pajero Generasi Terbaru Siap Debut Akhir Tahun 2026, Siap Gantikan Pajero Sport?
Pusing Mikir Minyak, Ini 3 Mobil Listrik Terbaik untuk Angkut Sawit
3 Pilihan Mobil Listrik Terbaik dan Bandel untuk Jalan Tanjakan dan Berlumpur
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 09:30 WIB

Kebangkitan Sang Legenda! Honda Prelude Resmi Mengaspal di Indonesia

Selasa, 2 Juni 2026 - 08:00 WIB

Mitos dan Fakta Otomotif, Matikan Mesin Sambil Injak Gas hingga Sport Mode Bikin Mesin Rusak

Selasa, 2 Juni 2026 - 06:30 WIB

Mengapa Mobil Listrik Bisa Tiba-Tiba Mati di Rel Kereta ? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Senin, 1 Juni 2026 - 06:00 WIB

Geely EX2 Facelift Meluncur Lebih Canggih dan Murah, Jarak Tempuh Tembus 480 Km

Senin, 1 Juni 2026 - 04:00 WIB

Audi S3 Verve Edition, Tampil Eksklusif dengan Warna District Green dan Tenaga 333 HP

Berita Terbaru