DAMRI Rp 8 Ribu, ini Keuntungan bagi Pedagang Pelompek Kerinci

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 3 Maret 2026 - 15:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GLOBALJAMBI.CO.ID – Kehadiran layanan DAMRI rute Padang Aro–Pelompek membawa angin segar bagi pedagang dan petani di Desa Pelompek, Kecamatan Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci. Dengan tarif hanya Rp8 ribu, masyarakat kini lebih leluasa mengirim hasil pertanian ke Solok Selatan tanpa menanggung ongkos transportasi tinggi.

Hal tersebut di sampaikan salah satu pengamat publik Provinsi Jambi, Dedi Dora. Di katakannya bahwa Selama ini, Pelompek dikenal sebagai kawasan pertanian produktif sekaligus jalur menuju destinasi wisata alam seperti Gunung Tujuh dan Danau Gunung Tujuh. Setiap hari, petani memanen sayur mayur, kentang, cabai, serta berbagai komoditas hortikultura lainnya. Namun sebelumnya, pedagang harus mengeluarkan biaya angkut cukup besar untuk menjangkau pasar di Solok Selatan.

“Kini, setelah Pemerintah Kabupaten Solok Selatan menghadirkan DAMRI dengan tarif terjangkau, pedagang langsung merasakan perubahan signifikan. Mereka dapat menekan biaya distribusi dan mengurangi ketergantungan pada kendaraan sewaan maupun mobil pribadi yang membutuhkan ongkos lebih besar, ” Ujarnya.

Baca Juga :  Survey Indikator, Monadi Tertinggi, Deri Mulyadi Ungguli Darmadi dan Tafyani Kasim

Biaya Distribusi Turun, Keuntungan Meningkat

Salah satu pedagang sayur di Pelompek, Tarnok, mengaku lebih rutin membawa hasil tani ke Padang Aro karena ongkos perjalanan jauh lebih hemat. Selain itu, jadwal keberangkatan yang jelas membantu pedagang mengatur waktu panen dan pengiriman secara lebih terencana.

“Setiap pagi, pedagang dapat mengirim hasil panen dari Pelompek, lalu kembali pada siang hari dari Padang Aro. Pola ini membuat aktivitas distribusi berjalan lebih efisien. Dengan demikian, pedagang dapat menjaga kesegaran produk sekaligus mempercepat perputaran modal, ” Bebernya.

Lebih jauh lagi, penurunan biaya transportasi mendorong peningkatan margin keuntungan. Pedagang tetap bisa menawarkan harga kompetitif tanpa perlu menaikkan harga jual di pasar Solok Selatan.

Peluang Pasar Semakin Luas

Tidak hanya menekan ongkos ungkap Dedi Dora, DAMRI juga memperluas akses pasar bagi pedagang Pelompek. Kini, mereka lebih percaya diri menjangkau konsumen di Solok Selatan karena transportasi lebih mudah dan terjangkau.

Baca Juga :  Kerinci Kembali Raih WTP Kedelapan Kalinya Secara Berturut-turut

Selain itu, Solok Selatan memiliki posisi strategis sebagai daerah penghubung antarwilayah. Ketika arus barang dari Pelompek berjalan lancar, peluang kerja sama dagang antar kabupaten pun ikut berkembang.

Bahkan, kemudahan akses ini mendorong pedagang dari luar daerah datang langsung ke Pelompek untuk membeli hasil tani segar dari petani setempat. Kondisi ini tentu memperkuat posisi Pelompek sebagai sentra pertanian yang semakin di perhitungkan.

Dorong Ekonomi Kawasan Perbatasan

Rute DAMRI Padang Aro–Pelompek tidak hanya menghadirkan transportasi murah, tetapi juga mempercepat pertumbuhan ekonomi kawasan perbatasan Jambi–Sumatera Barat. Ketika mobilitas masyarakat meningkat, aktivitas perdagangan ikut bergerak lebih dinamis.

Petani kini lebih cepat menjual hasil panen, pedagang lebih lancar mendistribusikan barang, dan roda ekonomi lokal terus berputar. Karena itu, tarif Rp8 ribu tidak sekadar angka murah, melainkan peluang nyata yang menghubungkan Pelompek dengan pasar yang lebih luas.

Berita Terkait

Camat Depati Tujuh Indra Hermawan Bantah Tuduhan Pungli, Siap Tempuh Jalur Hukum atas Dugaan Pencemaran Nama Baik
Beras Payo Koerintji Resmi Kantongi Sertifikat Indikasi Geografis
Lampu Padam di Tanah Cogok, ini Dugaan Penyebab dan Keterangan PLN
Serah Terima Lapangan Proyek, Pembangunan RSUD Kerinci Resmi Dimulai
Sosialisasi Tata Kelola Keuangan KONI Kerinci 2026, Nafrizal Tekankan Transparansi dan Profesionalisme Organisasi
Tanggul dan Normalisasi Sungai Batang Merao Jadi Solusi Banjir di Sungai Penuh dan Kerinci
Bank Jambi Salurkan CSR untuk Masjid Baitul Mustofa
Dihadiri Kasi Pidsus dan Kasi Datun, Camat dan Seluruh Kades di Depati Tujuh Ikuti Sosialisasi Anti Korupsi Keuangan Negara
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:37 WIB

Camat Depati Tujuh Indra Hermawan Bantah Tuduhan Pungli, Siap Tempuh Jalur Hukum atas Dugaan Pencemaran Nama Baik

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:10 WIB

Beras Payo Koerintji Resmi Kantongi Sertifikat Indikasi Geografis

Selasa, 23 Juni 2026 - 22:27 WIB

Lampu Padam di Tanah Cogok, ini Dugaan Penyebab dan Keterangan PLN

Jumat, 19 Juni 2026 - 08:45 WIB

Sosialisasi Tata Kelola Keuangan KONI Kerinci 2026, Nafrizal Tekankan Transparansi dan Profesionalisme Organisasi

Jumat, 12 Juni 2026 - 20:10 WIB

Tanggul dan Normalisasi Sungai Batang Merao Jadi Solusi Banjir di Sungai Penuh dan Kerinci

Berita Terbaru