Doni : Kualitas Guru Akar Masalah Pendidikan di Jambi

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 13 Oktober 2022 - 21:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KERINCI, GlobalJambi – permasalahan guru di indonesia selalu menjadi problematika yang sering dihadapi oleh tenaga pendidik. Kurangnya pengalaman dan kompetensi guru membuat kualitas pendidikan menjadi menurun.

Doni Ropawandi, yang merupakan mahasiswa doctoral National University of Malaysia yang khusus meneliti tentang pendidikan berbasis Augmented Reality bependapat bahwa Jambi perlu melatih banyak guru dan dosen keluar negeri.

Yang menjadi akar masalah pendidikan di Indonesia khusus provinsi jambi adalah kurangnya perhatian peningkatan kualitas guru sehingga langkah pendidikan kita menjadi sedikit terhambat.

Temuan terungkap, dari hasil penelitiannya yang menyatakan bahwa dari 900 responden yang diteliti, sebanyak 55 persen di antaranya memiliki indeks kualitas guru yang rendah atau dibawah kemampuan dalam menghandle komptensi pelajar sehingga hal ini dapat menghambat laju pendidikan di provinsi jambi.

Baca Juga :  Menggapai Wujud Kemuliaan Malam Lailatul Qadar

“Menurut Doni, ada dua akar masalah Pertama, pembelajaran tidak tuntas. Kedua, gurunya tidak kompeten,” tegasnya.

Dikatakan doni, faktor kompetensi guru menjadi sorotan dalam peneltianya ini. Sebab, sebaik apapun metode yang digunakan, keberhasilan pendidikan dan siswa dikelas sangat tergantung pada kompetensi guru.

Baca Juga :  HMKS Bergabung Bersama IMK dan IMD dalam Aksi Donasi untuk Korban Banjir dan Longsor di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh

“Kualitas guru adalah salah satu hal yang menjadi instrument yang niscaya dapat dilakukan. Sertifikasi setidaknya bisa menjamin standar kompetensi guru dalam mencapai tujuan pendidikan,” ujarnya.

Kemungkinan langkah yang bisa dilakukan adalah mengirim guru ke luar negeri untuk mendapat short course untuk peningkatan kualitas guru.

“Mungkin pemprov jambi atau pemerintah kabupaten/kota dapat mengirimkan guru ke malaysia seperti ke UTM Space (CenT-TI) karena mereka punya standar tinggi dan konsen yang mendalam mengenai kualitas guru terutama berkaitan trend HOT/KBTT,” pungkasnya.***

Berita Terkait

Dugaan Setoran Lapas Muara Bungo, Desakan Mundur Kakanwil Menguat
Bupati Kerinci Monadi Kawal Sinkronisasi Pembangunan Kerinci di Musrenbang Jambi 2027
Gerak Cepat! Bupati Monadi Awasi Perbaikan Jalan Renah Pemetik
Kejati Jambi Tahan Eks Kepala BPN, Korupsi Jalan Ujung Jabung Rugikan Rp11,6 M
Nostalgia di Depati Tujuh, Ketua PKK Kerinci Novra Wenti Salurkan Bantuan Stunting
Pasca Lebaran, DPRD Kerinci Turun ke Pasar Cek Harga Bahan Pokok
Membludak!!! Antusias Masyarakat Depati Tujuh mendaftar NIB Usaha Gratis bersama Ibuk Era Tri Suci dkk Pembina Industri
Rapat DPRD, Wabup Murison Jawab DPRD Soal LKPJ 2025
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 07:48 WIB

Dugaan Setoran Lapas Muara Bungo, Desakan Mundur Kakanwil Menguat

Rabu, 15 April 2026 - 22:20 WIB

Bupati Kerinci Monadi Kawal Sinkronisasi Pembangunan Kerinci di Musrenbang Jambi 2027

Sabtu, 11 April 2026 - 19:54 WIB

Gerak Cepat! Bupati Monadi Awasi Perbaikan Jalan Renah Pemetik

Kamis, 9 April 2026 - 20:57 WIB

Kejati Jambi Tahan Eks Kepala BPN, Korupsi Jalan Ujung Jabung Rugikan Rp11,6 M

Kamis, 9 April 2026 - 16:21 WIB

Nostalgia di Depati Tujuh, Ketua PKK Kerinci Novra Wenti Salurkan Bantuan Stunting

Berita Terbaru