Jembatan Layang Sungai Penuh Sepi Usai Penertiban, Ikon Wisata Jadi Monumen Sunyi

- Jurnalis

Jumat, 15 Agustus 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

GLOBALJAMBI. CO. ID, Sungaipenuh – Ikon kebanggaan Kota Sungai Penuh, Jembatan Kerinduan, kini seperti kehilangan jiwa. Sore yang dulu selalu riuh oleh pedagang kaki lima (PKL) dan pengunjung dari berbagai daerah, kini berganti sepi pasca penertiban yang dilakukan Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan instansi terkait.

Penertiban ini dilakukan dengan alasan penegakan Perda dan Perkasa mencegah kemacetan, menjaga kebersihan, dan memulihkan fungsi trotoar bagi pejalan kaki. Namun, di balik kebijakan tersebut, denyut ekonomi mikro yang selama ini menjadi penopang hidup puluhan keluarga langsung terhenti.

Bagi banyak warga, PKL di sekitar Jembatan Layang bukan sekadar pedagang, mereka adalah bagian dari “ekosistem wisata” yang membuat orang mau datang dan berlama-lama. Tanpa mereka, kawasan ini kini terasa dingin dan kehilangan daya tarik.

“Kalau bicara aturan, betul, berjualan di trotoar itu melanggar. Tapi kalau bicara pariwisata, suasana hidup di sini justru karena PKL itu. Pemerintah seharusnya mengatur, bukan mematikan. Sekarang jembatan ini memang rapi, tapi juga sunyi,” kata Dedi Dora, S. Pd, M. Pd, seorang pengamat kebijakan publik Sungai Penuh Jumat (15/8).

Menurut Dedi, kebijakan yang hanya fokus pada penertiban tanpa solusi lanjutan berisiko menimbulkan efek domino, penurunan kunjungan wisata, berkurangnya perputaran uang di sektor informal, dan pada akhirnya merugikan citra pariwisata kota. “Tempat wisata itu punya ‘seni’ kemacetan kecil, aroma jajanan, interaksi spontan, itu semua bagian dari pengalaman. Kalau semua steril, apa yang tersisa selain beton dan lampu hias?” tambahnya.

Kini, masyarakat menunggu langkah lanjutan Pemkot Sungai Penuh, apakah akan ada penataan yang memberi ruang bagi pedagang, ataukah Jembatan Layang akan dibiarkan menjadi monumen indah yang sunyi—tempat yang difoto sekali lalu dilupakan.(Yat)

Baca Juga :  Giliran Keluarga Depati Timah Daro Gedang Rawang, Nyatakan Sikap Dukung Fikar-Yos

Berita Terkait

Wawako Azhar Hamzah Lantik 38 Kepala Sekolah SD dan SMP di Sungai Penuh
Antrean Haji Kini 14 Tahun, Daftar di Bank Jambi, Nasabah Didampingi hingga Dapat Nomor Porsi
Bank Jambi Hadirkan Gebyar Akhir Tahun Bebas Biaya, Berlaku hingga 31 Desember 2026
Bank Jambi Sungai Penuh Koperatif, Tegaskan Kewajiban Telah Diselesaikan
Serahkan Bantuan Alsintan, Pemkot Sungai Penuh Dorong Produktivitas Pertanian
Wako Alfin Serahkan Bantuan untuk Korban Kebakaran
Serius Garap Rencana Flyover Sungai Penuh–Tapan, Wako Alfin Bahas Jalur dengan TNKS
Wako Alfin Kawal Percepatan Pembangunan Pasar Beringin Jaya Sungai Penuh
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:47 WIB

Wawako Azhar Hamzah Lantik 38 Kepala Sekolah SD dan SMP di Sungai Penuh

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Antrean Haji Kini 14 Tahun, Daftar di Bank Jambi, Nasabah Didampingi hingga Dapat Nomor Porsi

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 13:52 WIB

Bank Jambi Hadirkan Gebyar Akhir Tahun Bebas Biaya, Berlaku hingga 31 Desember 2026

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:24 WIB

Bank Jambi Sungai Penuh Koperatif, Tegaskan Kewajiban Telah Diselesaikan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:02 WIB

Serahkan Bantuan Alsintan, Pemkot Sungai Penuh Dorong Produktivitas Pertanian

Berita Terbaru