Jembatan Layang Sungai Penuh Sepi Usai Penertiban, Ikon Wisata Jadi Monumen Sunyi

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 15 Agustus 2025 - 18:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GLOBALJAMBI. CO. ID, Sungaipenuh – Ikon kebanggaan Kota Sungai Penuh, Jembatan Kerinduan, kini seperti kehilangan jiwa. Sore yang dulu selalu riuh oleh pedagang kaki lima (PKL) dan pengunjung dari berbagai daerah, kini berganti sepi pasca penertiban yang dilakukan Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan instansi terkait.

Penertiban ini dilakukan dengan alasan penegakan Perda dan Perkasa mencegah kemacetan, menjaga kebersihan, dan memulihkan fungsi trotoar bagi pejalan kaki. Namun, di balik kebijakan tersebut, denyut ekonomi mikro yang selama ini menjadi penopang hidup puluhan keluarga langsung terhenti.

Bagi banyak warga, PKL di sekitar Jembatan Layang bukan sekadar pedagang, mereka adalah bagian dari “ekosistem wisata” yang membuat orang mau datang dan berlama-lama. Tanpa mereka, kawasan ini kini terasa dingin dan kehilangan daya tarik.

“Kalau bicara aturan, betul, berjualan di trotoar itu melanggar. Tapi kalau bicara pariwisata, suasana hidup di sini justru karena PKL itu. Pemerintah seharusnya mengatur, bukan mematikan. Sekarang jembatan ini memang rapi, tapi juga sunyi,” kata Dedi Dora, S. Pd, M. Pd, seorang pengamat kebijakan publik Sungai Penuh Jumat (15/8).

Menurut Dedi, kebijakan yang hanya fokus pada penertiban tanpa solusi lanjutan berisiko menimbulkan efek domino, penurunan kunjungan wisata, berkurangnya perputaran uang di sektor informal, dan pada akhirnya merugikan citra pariwisata kota. “Tempat wisata itu punya ‘seni’ kemacetan kecil, aroma jajanan, interaksi spontan, itu semua bagian dari pengalaman. Kalau semua steril, apa yang tersisa selain beton dan lampu hias?” tambahnya.

Kini, masyarakat menunggu langkah lanjutan Pemkot Sungai Penuh, apakah akan ada penataan yang memberi ruang bagi pedagang, ataukah Jembatan Layang akan dibiarkan menjadi monumen indah yang sunyi—tempat yang difoto sekali lalu dilupakan.(adi)

Baca Juga :  Sindir Adirozal, Murasman Hingga Fauzi Siin. Ahmadi : Kalau Kita 'Jadi Walikota' Tidak Bawa Bahasa Sungai Liuk

Berita Terkait

Wako Alfin Lantik Y.Z. Oktovianus sebagai Dewan Pengawas PDAM Tirta Khayangan Periode 2026-2030
Wako Alfin Naik ke Menara Masjid Raya Sungai Penuh, Mengingat Sejarah Pengibaran Merah Putih Pertama di Kerinci
Kerinci dan Sungai Penuh Dukung Batik Air Beroperasi di Bandara Muara Bungo
Ucapan Pemkot Sungai Penuh untuk H. Murison Jadi Simbol Harmoni Dua Daerah Bertetangga
Penuh Haru, Ny. Sri Kartini Alfin Hadirkan Semangat bagi Pasien Cuci Darah di RSUD MH Thalib
Wako Alfin Serahkan Ambulance untuk Warga Desa Sungai Ning
ASN Sungai Penuh Qurban 39 Ekor Sapi
Wako Alfin Launching Digitalisasi Legalitas Kotak Amal dengan Sistem QR Barcode
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 12:04 WIB

Wako Alfin Lantik Y.Z. Oktovianus sebagai Dewan Pengawas PDAM Tirta Khayangan Periode 2026-2030

Senin, 1 Juni 2026 - 08:00 WIB

Wako Alfin Naik ke Menara Masjid Raya Sungai Penuh, Mengingat Sejarah Pengibaran Merah Putih Pertama di Kerinci

Jumat, 29 Mei 2026 - 19:22 WIB

Kerinci dan Sungai Penuh Dukung Batik Air Beroperasi di Bandara Muara Bungo

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:01 WIB

Ucapan Pemkot Sungai Penuh untuk H. Murison Jadi Simbol Harmoni Dua Daerah Bertetangga

Jumat, 29 Mei 2026 - 14:12 WIB

Penuh Haru, Ny. Sri Kartini Alfin Hadirkan Semangat bagi Pasien Cuci Darah di RSUD MH Thalib

Berita Terbaru