Dua Kali Pekerjaan Gedung DPRD Bermasalah, Tapi Tetap Dikerjakan CV yang Sama: Dewan dan Bupati Diminta Turun ke Lapangan

- Jurnalis

Kamis, 26 Juni 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

GLOBALJAMBI.CO.ID, KERINCI – Tanda tanya besar menyelimuti proyek pembangunan Gedung DPRD Kerinci yang dikerjakan secara bertahap sejak 2023. Meski dua kali hasil pekerjaan terindikasi bermasalah dan kualitas fisik gedung dipertanyakan, CV Adyan Jaya Mandiri kembali memenangkan tender untuk tahun 2025, dengan anggaran yang justru melonjak drastis.

Proyek yang dimulai pada tahun 2023 senilai Rp 8,2 miliar dan dilanjutkan pada 2024 sebesar Rp 4,86 miliar, mencatat sejumlah kerusakan sejak masa pemeliharaan. Retakan, finishing asal-asalan, dan material bangunan di bawah standar menjadi sorotan publik. Namun, anehnya, pada 2025 proyek senilai Rp 14,3 miliar kembali jatuh ke tangan perusahaan yang sama.

Publik Geram: “Di Mana Fungsi Pengawasan?”

Baca Juga :  Bupati Kerinci Monadi Resmi Tutup Safari Ramadhan Pemkab Kerinci 1446 H

Kondisi ini membuat publik Kerinci mulai gerah. Berbagai pihak, termasuk aktivis dan tokoh masyarakat, mendesak agar Bupati Monadi dan anggota DPRD Kerinci melakukan inspeksi mendadak (sidak) langsung ke lapangan. “Sudah dua kali dikerjakan tapi kualitasnya seperti proyek abal-abal. Kalau tidak mau sidak, ya berarti sama-sama tutup mata!” kecam salah satu tokoh pemuda Kerinci.

Paket Proyek Bernilai Besar, Tapi Minim Kualitas

Mirisnya, nilai proyek pada 2025 yang mencapai Rp 14,3 miliar justru menjadi babak baru dugaan permainan anggaran. Sebab, selain progres yang lamban, kualitas pengerjaan sebelumnya belum menunjukkan hasil memuaskan. Apakah proyek ini hanya menjadi ladang pembagian keuntungan segelintir orang?

Baca Juga :  Breaking News !! Tiga Rumah Warga Pendung Hilir Kerinci Ludes Terbakar

Desakan Transparansi dan Audit Total

LSM lokal pun angkat bicara. Mereka menuntut agar Inspektorat Daerah, BPKP, hingga Kejaksaan melakukan audit menyeluruh terhadap proses lelang dan pelaksanaan fisik proyek. “Kami tidak ingin Gedung DPRD yang megah hanya menjadi simbol kemewahan yang rapuh dan sarat kepentingan,” tegas seorang aktivis antikorupsi.

Dewan Harus Bertindak, Bukan Diam

Sementara itu, kinerja DPRD sendiri mulai dipertanyakan. Sebagai lembaga yang akan berkantor di bangunan tersebut, mengapa mereka diam saat kualitas bangunan buruk? Apakah fungsi pengawasan sudah tumpul atau memang sengaja diabaikan?.

“Masa gedung DPR diduga dibuat asal-asalan, anggota Dewan nya malah tutup mata dan diam. Inikan lucu,” tegasnya.(Adi)

Berita Terkait

Nabil Minta Hukuman Mati Jika Hakim Tolak Pembelaannya, Sidang PN Jambi Jadi Sorotan
Dugaan PETI Skala Besar di TNKS Kerinci Viral, Siapa yang Bertanggung Jawab?
Perkuat Perlindungan HAM, Wabup Murison Teken MoU dengan KemenHAM Jambi
Wisuda Lansia Tebat Ijuk Dili, Bupati Monadi Dorong Semangat Belajar di Usia Senja
Wabup Murison Hadiri HUT ke-27 Sarolangun, Perkuat Sinergi Pembangunan Antar Daerah
Mensediar Raih Nilai Tertinggi Seleksi Dirut PDAM Kerinci, Ternyata ini Rekam Jejaknya
Bupati Monadi Buka LK II HMI Nasional, Ajak Kader Jaga Harmoni Kerinci–Sungai Penuh
Mensediar Raih Nilai Tertinggi UKK Calon Direksi Perumda Tirta Sakti Kerinci
Berita ini 8 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 12:40 WIB

Nabil Minta Hukuman Mati Jika Hakim Tolak Pembelaannya, Sidang PN Jambi Jadi Sorotan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Dugaan PETI Skala Besar di TNKS Kerinci Viral, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:52 WIB

Perkuat Perlindungan HAM, Wabup Murison Teken MoU dengan KemenHAM Jambi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:53 WIB

Wisuda Lansia Tebat Ijuk Dili, Bupati Monadi Dorong Semangat Belajar di Usia Senja

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Wabup Murison Hadiri HUT ke-27 Sarolangun, Perkuat Sinergi Pembangunan Antar Daerah

Berita Terbaru